Hindari Hal Ini Ketika Sakit

0
723
sedang sakit

Oleh : Riska Kencana Putri

Salah satu bentuk ujian dari Allah swt terhadap hamba-Nya adalah sakit. Sakit merupakan suatu kondisi di mana seseorang tersebut lemah kondisi tubuh maupun psikisnya. Tingkatan sakit pun berbeda, ada sakit ringan, ada juga yang berat hingga sakit yang belum ditemukan obatnya.

Saat sakit, tak hanya fisik saja yang lemah, bahkan kadang kondisi keimanan kita pun ikut lemah. Berhati-hatilah agar kondisi ini tidak menjadi celah bagi setan untuk menggoda manusia.

Ada beberapa hal yang harus dihindari oleh seorang muslim ketika sakit. Apa saja? Berikut penjelasannya :
1. Berburuk sangka kepada Allah, marah bahkan kecewa terhadap takdir Allah.
Sakit yang berat tentu membuat lelah penderitanya, apalagi sakitnya menahun. Hal ini tentu menimbulkan prasangka-prasangka yang bisa dimasuki oleh setan. Hingga tak jarang manusia memaki takdir Allah, mengganggap Allah tidak adil. Padahal Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya. Jika kita berprasangka buruk, Allah pun akan memandang buruk diri kita.

Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman, ’Aku sesuai dengan prasangka hamba terhadap-Ku. Jika ia berprasangka baik, maka Aku akan berbuat demikian terhadapnya, jika ia berprasangka buruk, maka Aku akan berbuat demikian terhadapnya.’” (HR. Ahmad dan Ibnu Hiban)

2. Mengabarkan sakit untuk berkeluh kesah.
Sering sekali seorang muslim yang sakit kemudian menyebarluaskan perihal sakitnya ke muka umum untuk berkeluh kesah. Apalagi saat ini jejaring sosial sangat mudah diakses. Tinggal update status, kemudian komen bertebaran lalu dimulailah aksi berkeluh kesah. Padahal, saat sakit adalah saat yang tepat untuk bermuhasabah dan mendekatkan diri kepada Allah, mengadu dan mengeluh kepada-Nya, mengiba dan memohon ampun. Karena mungkin saja, sakit tersebut adalah teguran dari Allah.

Namun lain halnya jika memberi kabar kepada orang lain tanpa ada aktivitas mengeluh, itu diperbolehkan. Misalkan mengabarkan ke teman karena sakit jadi tidak bisa menepati janji bertemu, atau mengabarkan ke keluarga.

3. Mengisi waktu dengan perbuatan sia-sia. Misalnya menonton tv seharian, bermain game, membaca komik dan hal-hal yang lainnya. Alangkah baiknya jika waktu yang ada kita gunakan untuk banyak beristirahat (jika dianjurkan dokter), berdzikir, beristighfar, mendengarkan rekaman yang berisi tausiyah atau membaca buku-buku yang menambah ilmu. InsyaAllah lebih bermanfaat dan bernilai ibadah.

4. Tidak memperhatikan aurat.
Ketika sakit, baik di rumah mapun di rumah sakit, kita juga tetap wajib menutup aurat. Khusunya bagi muslimah, terkadang dengan alasan sakit, tidak memakai baju yang menutup aurat hingga lengannya terbuka, sehingga ketika ada yang datang menjenguk auratnya terlihat. Sebisa mungkin, semampu kita untuk menutup aurat. Jika kesulitan, bisa meminta anggota keluarga untuk menutup bagian aurat yang masih terbuka.

5. Berobat dengan yang haram.
Berdosa apabila seseorang melakukan pengobatan dengan yang haram selagi obat yang halal masih ada. Tidak boleh juga seorang muslim pergi ke dukun untuk mengobati sakitnya, karena aktivitas ke dukun/paranormal/orang pintar adalah syirik.

Tiap penyakit pasti ada obatnya, kecuali kematian. Tidak ada penyakit yang tidak ada penawarnya, kecuali memang belum di temukan komposisi dan dosis yang pas. Karena Rasulullah saw besabda, “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit bersama obatnya, dan menciptakan obat untuk segala penyakit. Maka berobatlah, tetapi jangan menggunakan yang haram.” (HR. Abu Dawud)

Itu tadi beberapa hal harus dihindari ketika sakit. Perbanyak mengingat Allah dan bergembiralah, karena di balik sakit, terdapat kebaikan bagi yang sabar. Wallahu’alam bishowab.