Tahanlah Amarahmu!

0
374
jangan marah

Oleh: Ahmad Yusuf Abdurrohman

***

Suatu ketika, terkadang seseorang merasakan amarah memenuhi hatinya. Penyebabnya pun beragam, mulai dari hal yang besar sampai hal-hal yang bahkan tak perlu dipermasalahkan. Yang berat di sini adalah bagaimana menyikapi kemarahan yang ada pada diri ini.

Banyak orang ketika menghadapi masalah maka akan menghadapinya dengam emosi dan amarah. Padahal, Rasulullah SAW pernah menasihatkan pada sahabatnya agar tidak mudah marah. Begitulah seharusnya diri kita juga ketika menghadapi apa pun dalam hidup ini.

Dalam sebuah hadits shahih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang laki-laki datang menemui Rasulullah SAW untuk meminta nasehat beliau. Orang itu berkata, ‘Berilah wasiat (nasehat) kepadaku.’ Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah engkau marah.” Kemudian orang itu mengulang berkali-kali meminta nasehat kepada Rasulullah SAW, maka beliau SAW selalu menjawab, “Janganlah engkau marah.” (Hadits Riwayat Bukhari No. 5765)

Meskipun tak bisa dipungkiri, bahwasanya kita adalah manusia biasa yang tak bisa sepenuhnya meninggalkan amarah. Namun, hendaknya kemarahan itu sesuai pada tempatnya dan tidak menimbulkan kerugian pada orang lain. Bahkan, Rasulullah SAW sendiri bisa marah pada keadaan tertentu. Namun, tentu saja sebabnya adalah perkara besar yang mungkin dilakukan oleh orang yang melanggar syariat Islam.

Rasulullah SAW bersabda, “Aku ini hanya manusia biasa, aku bisa senang sebagaimana manusia senang, dan aku bisa marah sebagaimana manusia marah.” (Hadits Riwayat Muslim No. 2603)

Jadi, yang kita perlu pelajari adalah bagaimana seharusnya kita menempatkan amarah itu pada tempat yang tepat dan sesuai dengan syariat Islam. Semisal ketika melihat kedzaliman dibiarkan terjadi begitu saja, dan lain sebagainya.

Menguasai diri ketika marah, juga merupakan hal yang luar biasa dan diajarkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda tentang hal ini dalam sabdanya, “Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (Hadits Riwayat Bukhari No 5763 dan Muslim No 2609)

Lalu, apakah yang mesti kita lakulan ketika amarah memuncak dalam diri? Jika ketika marah dalam keadaan berdiri, maka hendaklah kita duduk. Jika belum mereda, berbaringlah. Namun, jika tetap tidak mereda maka berwudhulah. Itu yang dianjurkan oleh Rasulullah. Karena, marah itu datang dari setan.

Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian marah sementara ia sedang berdiri, maka hendaklah ia duduk, jika kemarahan itu reda (itulah yang diharapkan), jika tidak maka hendaklah ia berbaring.” (Hadits Riwayat Ahmad)

Rasulullah SAW juga bersabda, “Sesungguhnya marah itu dari setan dan sesungguhnya setan itu diciptakan dari api, sementara api bisa dipadamkan oleh air. Karena itu, jika salah seorang di antara kalian sedang marah, hendaklah dia berwudhu.” (HR Abu Dawud)

Maka, tahanlah diri kita dari amarah. ^^

***

Jakarta, 05 April 2016