Skenario Terindah

0
322
lomba pidato

Oleh : Alya Adzkya

“Terkadang, Allah memberikan kita jalan yang berliku, sebelum mengabulkan apa yang kita impikan.” (Kota Sejuta Kisah, Jauhar Ridloni Marzuq)

Bulir-bulir bening mengalir dari netra seorang gadis berjilbab putih. Ia telah gagal. Bahkan sebelum berhasil menggunakan kesempatan yang ia punya. Malam ini adalah seleksi kedua Lomba Pidato Tiga Bahasa. Ia sampai harus meninggalkan acara Cerdas Cermat Angkatannya untuk menghadiri seleksi ini. Tapi, semua sudah terlambat. Seleksi telah berakhir saat ia baru saja tiba di depan kelas. Kecewa, marah, sebal. Semuanya berkecamuk jadi satu dalam benak.

“Ikhlaskan, Ki … ikhlaskan. Mungkin, belum saatnya kamu masuk final tahun ini. Percayalah, ada sesuatu yang jauh lebih indah, yang telah Allah persiapkan untukmu,” bisik Ustadzah Rifa menegarkan.

Kiki hanya bisa mengangguk pelan. Mencoba membujuk hatinya agar mau berdamai. Malam itu, ia berusaha tegar. Kembali memupuk asa dan cita. Berjanji pada diri sendiri bahwa ia tak boleh menyerah. Sampai ia mendapatkan apa yang ia impikan.

Siapa sangka? Dua tahun kemudian ia dipanggil maju memenangkan kompetisi bergengsi itu. Tak tanggung-tanggung, Kiki langsung mendapatkan juara satu. Mengalahkan semua kandidat yang telah terpilih. Semua kekecewaan Kiki malam itu terbayar lunas.

Manusia hanya bisa berencana. Allah yang menentukan segalanya. Terkadang kita lupa, merasa bahwa apa yang kita lakukan, apa yang kita capai merupakan hasil perjuangan kita semata. Tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang terjadi tanpa kehendak-Nya bukan? Kita hanya bisa berusaha. Selebihnya, serahkan kepada Allah.

Dalam Nasoihul Ibad, Syekh Nawawi Al-Bantani menulis,
“Apa yang paling membuatmu bahagia?” tanya seorang laki-laki kepada seorang sufi.
“Menerima apa yang direncanakan Allah setelah aku berikhtiar sepenuhnya.” Jawab sang sufi.

Seperti itulah seharusnya kita bersikap. Tugas kita hanya berusaha. Jika ternyata tak sesuai yang kita inginkan, percayalah ada skenario Allah yang jauh lebih indah setelahnya.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqoroh ayat 216
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوْا شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌلَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ
“Dan bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu. Dan Allah mengetahui sedangkan engkau tidak mengetahui.”

Jika kita belum mendapatkan apa yang kita impikan setelah kita perjuangkan, cobalah sedikit bersabar. Jangan lantas menyerah lalu putus asa begitu saja. Siapa tahu, Allah sedang mempersiapkan skenarionya yang terindah untuk kita. Bahkan jauh lebih indah dari apa yang kita rencanakan saat ini.