Rahasia Di Balik Anjuran Mengunyah Makanan Pelan-pelan

0
469
adab makan minum dalam islam

Oleh: Aannisah Fauzaania

Kesehatan memang bukanlah segalanya. Namun, segalanya tanpa sehat pun tak akan berarti apa-apa. Menyayangi tubuh sendiri patut diterapkan dalam nurani tiap-tiap insan. Karena dengan menjaga kesehatan tubuh artinya kita telah merawat dengan sebaik-baiknya pemberian istimewa dari Allah SWT.

Menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan banyak cara. Mengatur pola tidur, istirahat, olahraga, bahkan dari cara kita mengunyah makanan. Setelah penulis menanyakan ke beberapa orang, ternyata masih banyak dari kita yang belum mengetahui bahwa bagaimana cara mengunyah makanan dapat berpengaruh besar terhadap kesehatan.

Sahabat, pada masanya Hipoccrates pernah menyatakan satu pernyataan yang menggugah. “Hidup untuk makan? Atau makan untuk hidup?”

Hidup untuk makan. Seseorang yang memilih kalimat pertama, tentu dalam satu hari akan makan apa saja sebanyak-banyaknya dan banyak berburu makanan, meskipun harus merogoh kocek tebal. Tak peduli makanan tersebut sehat atau tidak, bersih atau tidak, bagaimana cara makan yang baik, bagi penganut kalimat ini makanan apapun asalkan lezat dan membuat kenyang pasti akan dikonsumsi.

Sedangkan di kalimat kedua, makan untuk hidup. Seseorang yang menerapkan prinsip ini tentu akan memiliki pengertian baik dalam mengonsumsi makanan. Artinya, ia akan memilih makanan yang sehat, bersih, mengatur pola makan yang benar, cara menguyah yang benar dan beberapa aturan lain. Karena ia menjadikan makan sebagai penunjang untuk menjadikan hidup lebih berkualitas. Kalau hidup sekedar hidup, simpanse di hutan juga hidup kan?

Terkait dengan kalimat kedua, makan untuk hidup. Disini kita akan lebih membahas mengapa harus makan secara berkualitas, terutama dari sisi mengunyahnya. Dalam beberapa teori disebutkan, sebaiknya manusia mengunyah makanan dalam mulut sebanyak 33 kali, bahkan lebih jika makanan yang dikonsumsinya sulit dicerna. Ada sumber yang menyebutkan bahwa itu sesuai dengan jumlah gigi dalam mulut kita, namun pada intinya, kita memanglah harus makan perlahan-lahan.

Mengapa kita harus mengunyah perlahan?

Pertama, agar semua kandungan zat gizi dapat diserap sempurna.

Makan dengan hanya beberapa kali kunyahan kemudian langsung ditelan dapat menyebabkan sejumlah zat gizi dalam makanan tidak dapat tercerna dengan baik. Seperti misalnya mengunyah nasi. Di dalam nasi, terdapat kandungan karbohidrat glukosa yang berwujud pati. Zat ini tidak dapat dicerna tubuh jika belum disederhanakan. Pati dalam nasi hanya dapat dipecah dalam mulut dengan bantuan kelenjar saliva dan enzim agar dapat berubah menjadi maltosa yang dapat dicerna. Jika kita makan terlalu cepat, karbohidrat ini tidak dapat diserap tubuh dan tubuh tidak mendapat asupan energi meskipun telah makan satu piring penuh.

Kedua, untuk menjaga kesehatan organ pencernaan.

Organ di dalam tubuh kita berkerja seperti mesin yang dikendalikam sistem. Apabila kita mengunyah terlalu cepat dan langsung ditelan, otomatis organ lainnya di dalam seperti lambung dan usus halus akan bekerja lebih keras untuk mencernanya. Layaknya mesin yang dipaksa bekerja keras tanpa henti, organ kita juga dapat rusak jika terus diperlakukan demikian.

Tak ada yang dapat menjaga jika bukan pemiliknya sendiri. Sebab, kesehatan organ tubuh merupakan aset mahal yang telah dititipkan dari sang pencipta, maka sebagai hamba yang bersyukur kita pun mesti merawatnya sebaik mungkin.

Ketiga, sebagai alternatif diet alami.

Banyak orang ingin diet agar mendapatkan tubuh yang ideal dan menarik, namun menggunakan obat atau bahan-bahan kimia yang dapat berdampak buruk bagi tubuh. Mencari-cari tips diet dan pola hidup yang begitu rumit. Padahal jika kita mau menerapkan konsep mengunyah makanan perlahan, hal itu dapat menjadi cara diet alami yang ampuh.

Menurut penelitian di Universitas Rhode Island, Kingston. Seorang lelaki bernama Andrade menguji kebenaran teori tersebut terhadap 30 wanita yang diminta untuk makan pasta dalam waktu yang berbeda. Hari pertama, ke-30 wanita ini diminta untuk makan secepat mungkin tanpa ada jeda di antara suapan. Lalu pada hari kedua mereka diminta untuk makan dengan sepelan mungkin, dengan jeda di antara suapan. Mereka juga harus mengunyah makanannya 20 sampai 30 kali. Hasilnya, mereka yang makan dengan perlahan dan mengunyah makanannya dengan tekun dapat mengurangi jumlah kalori yang mereka santap hingga 70 kalori.

Konsep tersebut dapat membantu menurunkan berat badan karena ketika kita mengunyah perlahan, zat-zat gizi yang ada dalam makanan akan terserap lebih maksimal. Nutrisi yang terserap maksimal tersebut yang akan berpengaruh pada meningkatnya kualitas sistem yang bekerja dalam tubuh. Lemak yang menumpuk berlebihan akan diedarkan ke bagian-bagian yang membutuhkan.

Melalui mengunyah perlahan pula, hormon leptin yang memberikan sinyal kenyang juga dapat lebih aktif, sehingga tubuh cepat memberi respon kenyang meski baru mengonsumsi sedikit makanan. Dengan demikian seseorang bisa membatasi makanan yang dikonsumsinya secara alami, bukan terpaksa menahan.

Keempat, agar tubuh lebih berenergi dan tidak cepat mengantuk.

Ketika kita mengonsumsi makanan terlalu cepat, hormon leptin yang memberikan sinyal kenyang akan lambat aktif, sehingga seseorang akan cenderung makan lebih banyak. Ketika terlalu banyak makanan yang masuk, otomatis darah yang membawa oksigen akan terpusat di sistem pencernaan untuk kerja rodi membagikannya ke seluruh tubuh. Akibatnya aliran darah yang membawa oksigen ke otak akan menurun, dan membuat seseorang cepat mengantuk. Itulah mengapa kita cepat mengantuk setelah makan terlalu banyak.

Kelima, untuk lebih mensyukuri nikmat makanan yang Allah berikan.

Jika kita mengunyah perlahan, kita akan lebih bisa menikmati lezatnya rasa makanan yang kita makan. Bisa mensyukuri nikmat makanan yang dengan baiknya masih Allah beri untuk kita. Sedangkan di luar sana masih banyak saudara kita yang sangat kesulitan mencari makan, bahkan ada yang tidak dapat makan.

Selain ditilik dari sisi kesehatan, Rasulullah SAW pun mengajarkan dalam beberapa sunahnya ketika makan, salah satunya disebutkan kunyahlah makanan sebanyak tiga puluh kali atau lebih, agar organ dalam tubuh lebih senang mencernanya dengan mudah.

Sahabat, berkenaan dengan ulasan di atas, mari kita perbaiki lagi cara mengunyah makanan kita. Selain dapat menjaga kesehatan, pun dapat menjadi ummat yang menjalankan sunah Rasulullah SAW. Semoga kita termasuk hamba yang pandai bersyukur dengan menjaga aset kesehatan yang Allah beri begitu istimewa. Aamiin.