28.9 C
Jakarta
Tuesday, January 19, 2021
Array

AS Mau Bikin WhatsApp Anti Sadap

Must Read

Golput Meningkat, Demokrasi Menuju Sekarat?

Golput Meningkat, Demokrasi Menuju Sekarat? Oleh : Fani Ratu Rahmani (Aktivis dakwah dan Penulis) Istilah golput atau golongan putih ini sudah...

Kampus Merdeka: Kala Akademisi Tunduk pada Titah Korporasi

Kampus Merdeka: Kala Akademisi Tunduk pada Titah Korporasi Oleh : Ummu Hanan (Aktifis Muslimah) Konsep kampus merdeka memunculkan pro dan kontra....

Sekolah dibuka awal Semester Genap, Orang Tua bak makan buah simalakama

Sekolah dibuka awal Semester Genap, Orang Tua bak makan buah simalakama Oleh: Bunda Atika. S.Pd (Praktisi Pendidikan di Balikpapan) Menteri Pendidikan dan...




Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat berencana untuk membuat platform messaging mirip WhatsApp yang tidak bisa diretas. Rencana ini dikemukan oleh lembaga pemerintahan AS yang khusus menangani riset lanjutan, The Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).

Lewat sebuah situs, DARPA membuat sebuah permintaan yang isinya mendatangkan kandidat untuk menggarap sebuah platform messaging dan transaksi yang bisa diakses melalui web browser atau aplikasi mandiri (stand alone).

Dalam permintaannya, DARPA menunjuk aplikasi tersebut dipakai untuk kepentingan militer. Tapi, tidak menutup kemungkinan jika nantinya platform tersebut bisa dikomersialisasikan — atau dengan kata lain dipakai untuk umum, meski belum jelas bagaimana pengaplikasiannya nanti.

“Para eksekutif itu bisa yakin bahwa sistem logistik mereka efisien, tepat waktu, dan aman dari hacker,” tulis DARPA seperti dikutip detikINET dari Telegraph, Selasa (26/4/2016).

Dalam pernyataannya itu, DARPA juga meminta agar nantinya platform tersebut menghadirkan sejumlah fitur seperti self-destructing message — pesan yang otomatis bisa hancur sendiri seperti di film Mission Impossible — atau pesan yang bisa dilihat hanya sekali.

DARPA berpendapat jika layanan pesan yang dipakai oleh militer AS saat ini tidaklah cocok, dengan sistem komunikasi yang rentan terhadap intersepsi.

“Infrastruktur dan perpesanan bawaan itu mahal, tidak efisien, dan rapuh terhadap serangan cyber. Biaya perawatannya pun semakin meningkat,” pungkasnya. (detik/WN)

0
0
vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
- Advertisement -

Latest News

Golput Meningkat, Demokrasi Menuju Sekarat?

Golput Meningkat, Demokrasi Menuju Sekarat? Oleh : Fani Ratu Rahmani (Aktivis dakwah dan Penulis) Istilah golput atau golongan putih ini sudah...

More Articles Like This

0 0 vote
Article Rating
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x