Pelaksanaan Hukuman Cambuk Di Takengon, Aceh

0
847
hukum cambuk

Wahidnews, Tanoh Gayo yang mencakup setidaknya 4 kabupaten (Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, sebagian Aceh Timur dan Aceh Tamiang) termasuk bagian dari Provinsi Aceh sejauh ini mengklaim berkomitmen menegakkan dan menerapkan Syariat Islam diberbagai sektor dan telah mempunyai Qanun khusus.

Sejak berlakunya Qanun dari tahun 2005 sampai sekarang, penindakan terhadap pelanggaran Syariat Islam seperti mesum, khamar, dan judi sering diekspos oleh media.

Berita terbaru, Selasa (12/4/16), di sepanjang ruas jalan Yos Sudarso, Takengon, tepatnya di halaman GOS Takengon dipenuhi oleh ratusan masyarakat yang ingin menyaksikan pelaksanaan hukuman cambuk, terhadap para terdakwa pelanggar Qanun Syar’iat Islam, yang konon katanya di Indonesia hanya berlaku di Aceh.

Banyaknya pengunjung di acara eksekusi hukuman cambuk kali ini karena melibatkan terdakwa yang merupakan oknum mantan “Reje Kampung”, yang selama ini dinilai banyak kalangan sebagai salah satu pemangku jabatan yang “Kebal Hukum”. Dan ternyata dihadapan penegak hukum jajaran Dinas Syari’at Islam Aceh Tengah, tidak ada lagi istilah “Kebal Hukum”. Dan mereka telah berhasil membuktikan bahwa hukuman pelanggaran Syari’at Islam di Kota Dingin ini tidak tebang pilih, buktinya terdakwa yang berinisial UMR (42) Mantan Reje di salah satu Kampung di Kecamatan Celala, hari ini di vonis dengan Uqubat Hudud (Cambuk penuh), hingga algojo dari WH sedikit kewalahan saat mengangkat rotanyang merupakan alat untuk eksekusi.

UMR (42) di hukum uqubat hudud dengan pasangannya FTM (30), masing-masing menerima 100 kali cambukan. Kehadiran kedua terdakwa yang telah berbuat zina di tempat eksekusi tersebut sempat membuat para pengunjung bersorak dan berteriak, karena menurut mereka seharusnya “Reje” merupakan panutan masyarakat, menjaga dan mengayomi warganya tapi yang terjadi malah sebaliknya, sebut salah seorang pengunjung yang katanya sengaja mau melihat “Mantan Gecik” di eksekusi tersebut.

UMR dan FTM melakukan perbuatan melanggar Qanun Aceh nomor 6 tashun 2014 tentang hukum Jinayat pada hari Sabtu sekitar pukul 11.30 Wib bertempat di areal kebun kopi di Kampung Celala, Kecamatan Celala.

Tiga orang terdakwa lainnya yang berinisial SWN (20) warga Kp. Wihlah, Kecamatan Pegasing, dan pasangannya NDS (26), penduduk Kampung Kuyun Uken, Kecamatan Celala, keduanya terbukti bersalah melakukan Jarimah Khalwat, sebagaimana diatur dalam pasal 4 joncto pasal 22 ayat 1 Qanun Nomor 14 tahun 2003, tentang Khalwat, dengan vonis uqubat cambuk 9 kali dipotong tahanan selama 6 (enam) bulan, sehingga keduanya dicambuk masing-masing 3 kali cambukan di depan umum

SWN dan NDS melakukan perbuatan melanggar Qanun nomor 7 tahun 2013 tersebut pada hari Sabtu tanggal 10 oktober 2015 sekitar pukul 22.30 Wib di dusun Wih Cabang Kampung Kuyun Uken.

Sementara RMT (60) warga Kampung Baru Kecamatan Laut Tawar juga terbukti bersalah secara sah dan menyakinkan, telah melakukan Jarimah Khamar sehingga melanggar pasal 16 ayat 1 Qanun nomor 6 tahun 2014, tentang Hukum Jinayat, dengan amar putusan 30 kali cambukan setelah dikurangi hukuman yang bersangkutan di cambuk 28 kali di depan umum.

RMT telah menjalani hukuman selama 47 hari, dimulai dari penyelidikan hingga keluarnya vonis dari Mahkamah Syar’iah Takengon.

RMT melakukan perbuatan melanggar Qanun nomor 7 tahun 2013 tersebut pada hari kamis tanggal 29 oktober 2015 sekitar pukul 16.,30 Wib di Kampung Baru kecamatan Laut Tawar.

Pertama Kali Mahkamah Syar’iah Takengon Vonis Terdakwa Uqubat Hudud

Jaksa Penuntut Umum yang membacakan amar putusan Mahkamah Syar’iat Takengon, Rudi Hermawan saat ditemui di ruang kerjanya Kajari Takengon, mengatakan bahwa selama pemberian vonis uqubat Cambuk, di wilayah hukum Mahkamah Syar’iah Takengon, baru pertama kali MS menjatuhkan terdakwa hukuman Uqubat Hudud (hukuman tanpa pengurangan masa tahanan) terhadap terdakwa pelanggar Qanun Syari’at Islam ini. “Mungkin di Aceh ini baru pertama kali dikasanakan Uqubat Hudud,” sebut Rudi.

Berita ini dikutip dari media online lintas gayo dan semoga bermanfaat bagi pembaca. Wassalam,,, (Ova)