Nikmat Apa Saja yang Ada di Dalam Surga?

0
377
nikmat di surga

Oleh: Aannisah Fauzaania

Sahabat, pernahkah engkau mengingat untuk pulang? Dalam sebuah perjalanan panjang kelak kita akan diantar. Melalui dimensi waktu yang tak dapat diangankan, ke suatu tempat yang nun jauh di sana, kembali ke rumah yang sebenar-benarnya tempat berpulang. Kembali ke tempat yang sebenar-benarnya kampung halaman.
Bisakah kalian menebaknya?

Ya, di sanalah tempat kebahagiaan yang kekal. Tujuan akhir yang menentramkan hati. Tempat semua insan akhirnya berpulang setelah dibersihkan kesalahan-kesalahannya.Tempat itu bernama surga atau Jannah.

Setiap insan pasti menginginkan untuk dipersilahkan masuk ke dalamnya. Betapa banyak nikmat yang akan diberikan. Dalam perjalanan dunia, setiap langkah yang mengarah pada pintu jannah dirasakan sulit bagi kebanyakan orang. Harus melewati rangkaian proses ibadah yang dilaksanakan setiap hari, larangan pada hal-hal yang dianggap menyenangkan, dan taat pada setiap peraturan yang telah ditetapkan.

Menurut kebanyakan orang, hal-hal tersebut dianggap terlalu merepotkan. “Hidup di dunia hanya sekali. Maka nikmatilah sepuas-puasnya.” Begitu kata mereka. Astaghfirullah, bukannya merasa diri ini telah menjadi yang paling suci, namun nurani hanya ingin terus mengingatkan, betapa singkat perjalanan di dunia ini. Ibarat sebuah halte, dunia hanya sebuah tempat persinggahan dimana kita bisa mengumpulkan bekal untuk perjalanan selanjutnya. Jadi jika bekal amal yang kita kumpulkan sedikit, maka sedikit pula kebahagiaan yang bisa kita dapat di akhirat kelak. Sebaliknya, meskipun terasa berlelah-lelah menahan hawa mafsu, namun jika tujuannya mengumpulkan bekal amal baik, insyaallah akan ada banyak kebahagiaan pun yang bisa ditemukan saat telah tiba di sebenar-benarnya tempat bernaung kelak.

Jalan menuju surga memang sulit, karena hadiah yang akan ditemukan di dalamnya juga sangat istimewa. Kalau jalan menuju surga mudah, pasti imbalannya hanya temuan permen kojek.

Maha besar Allah yang telah mendesain interior dan eksteriornya, sehingga dalam kisah disebutkan sampai sungai susu pun terdapat di dalamnya. Ketika kita ingin minum, langsung saja ambil gelas dan menciduknya. Masyaa Allah. Begitu nikmat berada di dalamnya.

Lalu, nikmat apa saja yang ada di surga?

Pertama, merasakan nikmatnya sungai susu, arak, dan madu, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman yang artinya,” (Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamer (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring.” (Muhammad : 15).

Kedua, mendapatkan isteri yang masih belia dan berumur sebaya, sebagaimana firman Allah yang artinya, ”Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya.” (An Naba’ : 31-33).

Ketiga, Hidup kekal dengan nikmat lahir dan batin, sebagaimana Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Siapa yang masuk surga selalu merasa nikmat, tidak pernah susah, pakaiannya tidak pernah cacat, dan kepemudaannya tidak pernah sirna.” (HR. Muslim).

Keempat, diberi umur muda, sebagaimana Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Ahli surga, berbadan indah tanpa bulu, matanya indah bercelak, umurnya 30 atau 33 tahun.” (Shohihul Jaami’).

Kelima, memandang wajah Allah yang mulia, sebagaimana diriwayatkan dari Shuhaib, bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika surga telah dimasuki oleh para penghuninya, ada yang menyeru : ‘Wahai penduduk surga, sesungguhnya Alloh mempunyai suatu janji untuk kalian yang janji tersebut berada di sisi Allah, di mana Dia ingin menuaikannya.’ Mereka berkata : ‘Apakah itu? Bukankah Dia telah memberatkan timbangan-timbangan kami, memasukkan kami ke surga, dan menyelamatkan kami dari neraka?‘ Beliau melanjutkan : ‘Maka Allah menyingkapkan hijabnya (tabirnya), sehingga mereka melihat-Nya (wajah Allah). Demi Allah, Allah belum pernah memberikan sesuatu pun yang lebih mereka cintai dan menyejukkan pandangan mereka daripada melihat-Nya.” (HR. Muslim).

MasyaaAllah. Tak terhitung kebahagiaan yang akan kita dapatkan secara paripurna jika bisa masuk ke dalamnya. Maka sahabat, meskipun jalan menuju ke arahnya terasa sulit, marilah kita senantiasa beristiqomah berada dalam koridor yang diridhai Allah. Semoga pintunya kelak akan terbuka lebar untuk kita, aamiin.