Bocoran Panama Ungkap Perusahaan Bayangan Rezim Assad Biayai Perang Suriah

0
150
assad

Damaskus – Rezim Bashar Assad berhasil berkelit dari sanksi internasional dan mendanai perang di Suriah melalui perusahaan bayangan. Hal ini terungkap dalam bocoran #PanamaPapers yang dikutip dari koran Perancis, Le Monde.

Pada Senin (4/4), Le Monde memberitakan, ada tiga perusahaan Suriah yang menggunakan jasa firma hukum Panama Mossack Fonseca yang terungkap dalam bocoran jutaan dokumen, yaitu Pangates International, Maxima Middle East Trading, dan Morgan Additives Manufacturing.

Ketiga perusahaan itu menggunakan jasa Mossack Fonseca untuk menciptakan perusahaan bayangan di Seychelles. Menurut Le Monde, perusahaan bayangan ini digunakan untuk “mengelak dan sanksi internasional yang diterapkan sejak awal perang.”

Ketiga perusahaan ini diganjar sanksi oleh Amerika Serikat karena memberikan suplai minyak untuk digunakan rezim Assad, termasuk sebagai bahan bakar militer dan armada udara Suriah.

Lebih dari 400 ribu orang telah terbunuh dalam perang di Suriah yang kini memasuki tahun kelima.

Le Monde mengatakan, dokumen bocoran Panama yang dipublikasi Consortium of Investigative Journalists, ICIJ, Ahad lalu menunjukkan Mossack Fonseca masih melayani satu dari tiga perusahaan Suriah, Pangates, selama sembilan bulan setelah sanksi dijatuhkan.

Nama sepupu Assad, Rami Makhlouf, yang juga diganjar sanksi, muncul dalam dokumen bocoran Panama. Mahkhlouf disebut memiliki perusahaan di negara-negara surga pajak.

Salah satu perusahaan Makhlouf adalah Drex Technologies SA yang terdaftar di British Virgin Islands tahun 2000, melalui Mossack Fonseca. Baru pada tahun 2011, Mossack Fonseca memutuskan hubungan dengan Makhlouf, sesaat setelah revolusi Suriah pecah.

Sumber: Le Monde

Kiblat.net