Balasan Perbuatan Dzalim

0
289
israel

Oleh : Riska Kencana Putri

Akhlak merupakan indikator kefahaman ilmu seseorang. Semakin tinggi ilmunya, semakin baik akhlaknya, apalagi berbicara ilmu agama. Islam sendiri menempatkan kedudukan akhlak pada tempat yang sangat penting. Allah memberikan pahala pada siapa saja yang mengamalkan akhlak baik, sebaliknya akan memberikan balasan terhadap akhlak yang buruk.

Salah satu dari sekian banyak akhlak buruk yang harus dihindari oleh kaum muslim adalah dzalim. Apa itu dzalim? Dzalim merupakan sebuah kata sifat yang berlawanan dengan kata adil.

Dzalim diartikan sebagai suatu perbuatan yang tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. Dikatakan juga bahwa dzalim bisa berarti merampas hak orang lain.

Disadari atau tidak, kasus kedzaliman ini banyak terjadi di masyarakat. Mulai dari hubungan keluarga, tetangga, pertemanan hingga urusan bisnis. Padahal jika kita tau ancaman Allah bagi pelaku dzalim, maka kita akan sangat berhati-hati dalam berbuat dan berbicara.

Dari Abu Musa ra, ia berkata, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla akan menangguhkan siksaan bagi orang yang dzalim. Maka apabila Allah berkehendak mengazabnya dia tidak akan lolos darinya; kemudian beliau membaca al Qur’an : ’Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk suatu negeri-negeri yang berbuat dzalim. Sesungguhnya azab-Nya itu sangat pedih lagi keras.’ (Q.S Hud : 102).” (Mutafaq’alaih)

Selain karena akan diadzab, ternyata dosa dari dzalim akan memakan amal kebaikan kita selama ini. Sama halnya dengan ghibah yang juga memakan kebaikan, layaknya api memakan kayu. Seperti dalam hadits berikut :
Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw beliau bersabda, “Barangsiapa berbuat dzalim pada saudaranya dalam urusan kehormatan atau yang lain, hendaklah dia meminta darinya untuk dimaafkan pada hari ini juga, sebelum tidak berguna lagi dinar dan dirham. Jika dia memiliki amal sholeh, maka diambil daripadanya seukuran kedzalimannya. Tetapi apabila dia tidak (lagi mempunyai) kebaikan-kebaikan (pahala-pahala), maka diambillah sebagian dosa-dosa orang yang didzalimi tersebut dan dibebankan padanya.” (HR Bukhari)

Maka, wajib bagi seorang muslim yang beriman untuk meghindari berbagai jenis kedzaliman dan bersegera untuk meminta maaf kepada orang yang terdzolimi, dengan harapan dapat meringankan siksa kita di akhirat nanti.

Ingatkah kita tentang tiga golongan yang doanya tidak tertolak? Ya, benar. Salah satunya adalah doa orang yang teraniaya. Orang yang terdzolimi adalah orang yang dirampas haknya, jika dia tidak ridha dan merasa teraniaya, maka tak ada penghalang antara dia dengan Allah saat berdoa. Sebagaimana yang dituturkan oleh Ibnu Abbas ra :
Rasulullah bersabda, “Takutlah kalian kepada doa orang-orang yang terdzalimi, sebab antara dia dan Allah tidak ada hijab (pembatas).” (Mutafaq’alaih)

***

Sahabat WN yang dirahmati Allah…

Marilah kita menahan diri dari apa yang bukan menjadi hak kita, menahan diri dari aktivitas merampas hak saudara kita. Berhati-hati dalam berucap dan bersikap agar tidak mendzolimi sesama. Jika Allah saja mengharamkan diri-Nya berbuat dzalim, lantas mengapa kita -yang hanya hamba- mampu untuk bersikap demikian?

“Wahai hamba-Ku, Aku telah mengharamkan diri-Ku untuk berbuat kedzaliman, dan Aku mengharamkan kedzaliman itu di antara kalian. Karena itu, janganlah kalian saling mendzalimi.” (HR Muslim)