Andalusia : Negeri Islam yang Hilang

0
680
andalusia

Oleh: Aannisah Fauzaania

Andalusia. Sebuah negeri yang pernah menyimpan sejarah peradaban Islam begitu istimewa. Pada masanya, negeri nan makmur tersebut melahirkan banyak kemajuan, dan ilmu pengetahuan yang banyak berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat. Kata “Al-Andalus” merupakan bahasa Arab yang berarti “menjadi hijau saat akhir musim panas.”

Dari Taarikh Fath al-Maghribi wa al-Andalus dikisahkan, sebelum dapat menjadi negeri makmur, Andalusia pernah berada dalam masa kegelapan bersama Raja Roderick dari kerajaan Goth. Kala itu paham reconquista diserukan begitu kuat hingga diyakini oleh seluruh lapisan masyarakat. Bertahun-tahun berada dalam kegelapan, hingga akhirnya muncul sosok panglima dari damaskus bernama Musa bin Nushair. Beliau yang pertama kali mengirimkan pasukan besar ke Andalusia berjumlah 7000 tentara pada tahun 711 M yang dipimpin seorang dari suku barbar; Thariq bin Ziyad.

Ketika perjalanan penaklukan dimulai, Thariq bin Ziyad memimpin pasukannya agar memiliki keyakinan kuat dalam berjihad untuk membela agama. Meyakini kota Andalusia pasti dapat direbut kembali dari kekuasaan Raja Roderick yang congkak.

Setelah mendarat di sana, Thariq kemudian mengatur strategi dari gunung jabal thariq(gibraltar) untuk mengepung seluruh negeri dengan pertahanan kuat. 7000 tentara berjuang melawan di tepi sungai guadalete, hingga pada puncaknya 100.000 pasukan dari kerajaan Goth berhasil ditumpas bersamaan dengan meregangnya nyawa sang raja congkak;Raja Roderick.

Kemenangan yang dikabarkan oleh Thariq bin Ziyad menjadi suatu kabar besar bagi ummat muslim di Damaskus. Khalifah damaskus dan Musa bin Nushair menyambut baik berita gembira ini dan berniat menyusul Thariq bin Ziyad ke Andalusia. Mereka melakukan penaklukan lanjutan untuk menaklukan kota-kota kecil hingga ke wilayah semenanjung Iberia.

Kota Konstantinopel yang diduduki oleh kekuasaan byzantium menjadi salah satu tujuan selanjutnya dalam proses peletakan ikrar islam. Namun sebelum Musa bin Nushair memutuskan berangkat, khalifah damaskus telah memanggilnya terlebih dahulu hingga akhirnya pada tahun blabla Sultan Al Fatih yang berhasil menaklukan Kota Konstantinopel bersama pasukan terbaiknya.

Puncak kemenangan akhirnya dapat didekap seluruhnya ketika hampir seluruh wilayah Eropa berhasil dikuasai oleh kaum muslim. Peningkatan kualitas negeri kemudian dimulai, banyak pusat-pusat pemerintahan dan gedung keilmuan didirikan. Ilmu pengetahuan lahir satu persatu, dan tokoh-tokoh besar menjadikan Andalusia semakin bersinar sebagai negara islam.

Beberapa sumbangan besar Andalusia pada dunia diantaranya dengan lahirnya ahli-ahli dalam berbagai bidang keilmuan, sebut saja al-Qurthubi, Qadhi Iyadl (Ahli Tafsir), Ibnu Abdil Barr (Hadits), Ibnu Khaldun (ilmu sosial), Ibnu Arabi (Ilmu Tasawuf), Sahnun, Ibnu Hazm (Ilmu Fiqh), as-Shathibi (Maqashid), as-Shathibi (Maqashid) dan lain-lain.

Seiring dengan pesatnya kemajuan di sana, ketika masih banyak wilayah lain yang belum berhijrah dari era kegelapannya, Andalusia sudah mengetahui bahwa matahari sebagai pusat tata surya, sedangkan saat itu bangsa Eropa masih memperdebatkan teori geosentris ptolemeus (bumi sebagai pusat edar). Andalusia telah mengenal kebiasaan mandi ketika bangsa lain belum kenal mandi dan hanya memakai parfum sebagai penghilang bau badan.

Di sana telah menggunakan sistem irigasi untuk mengalirkan air-air ke dalam rumah. Dalam sistem sanitasi, negara ini juga telah mengenal istinja’ atau bersuci setelah buang air.
Pada masa itu, di Amerika yang sekarang dikatakan sebagai negara adikuasa malah belum mengenal kebiasaan bersuci, mereka menggunakan plastik untuk menampung BAB dan kemudian dibuang sembarangan di jalan. Untuk membersihkan sisanya, mereka menggunakan tissue tanpa dibilas dengan air. Semnetara perkembangan Islam di Eropa telah melesat jauh berkat peranan ilmuwan Islam.

Cordoba menjadi pusat kota yang besar. Fasilitas dan sarana yang lengkap menjadikannya sebuah megacity. Lampu jalan yang memberi kesan megah telah digunakan, fasilitas umum, bangunan megah, pusat institusi, jembatan cantik, dan tempat-tempat menarik yang tampilannya begitu mengagumkan telah dihdirkan untuk membuat perkembangan pesat dalam kemajuan negeri. Andalusia inilah yang mendorong era pencerahan atau renaissance yang berkembang di Italia dan Negara-negara di Eropa pada umumnya.

Sebuah peradaban besar yang pernah terukir begitu megah di Andalusia mencatat sejarah indah dalam masa kejayaan Islam. Betapa pada masa itu Islam sangat berperan menjadikan Andalusia sebuah negara besar yang dikagumi oleh belahan-belahan negara lain. Selama tujuh abad lebih, bidang ilmu fiqih, teknologi, astronomi, kesehatan, dan banyak pengetahuan lain terus dikembangkan agar dapat bermanfaat bagi masyarakat dunia.

Namun masa keemasan itu perlahan memudar seiring dengan bergantinya khalifah yang memimpin. Kekacauan dan perseteruan antara ummat muslim dan kristiani kembali pecah sejak Manshur Billah memegang kendali kepemimpinan Pada tahun 1013, dewan menteri menghapuskan jabatan khalifah dan akhirnya Andalusia terpecah menjadi 30 negara kota.
Kini Andalusia lebih dikenal dunia sebagai negara dengan prestasi sepak bola. Spanyol yang berjaya dengan banyak pemain kelas atasnya. Tak banyak yang tertarik lagi pada kisah manis kejayaan Islam di masa lampau. Masa yang sangat disayangkan, semoga suatu hari kelak kejayaan Islam akan bersinar lagi di dalamnya, bahkan semakin mendunia. Aamiin.