Ada Saja Yang Ingin Berada Di Posisi Kita

Must Read

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar...

Oleh : Newisha Alifa

Sekitar seminggu yang lalu, seperti biasa, adik saya tiba-tiba masuk kamar dan bercerita, “Kak, ternyata temen-temen Na banyak yang envy (kepingin) hubungan kakak-adik kayak kita loh.”

Saya tercenung dan belum mengerti. “Maksudnya?”

“Iya. Na kan cerita kalo suka sharing ini itu sama Kakak. Nah mereka tuh bilang, ‘Enak banget ya, kamu sama kakakmu bisa curhat-curhatan begitu’,” jawab Na—panggilan untuk adik saya. Mendengar jawabannya, saya pun kontan tersenyum.

“Padahal Na bilang, kalo kita nggak melulu akur. Sering ribut juga kalo di rumah,” Na melanjutkan ceritanya lagi. Saya memilih untuk lebih banyak mendengarkan saja. Bingung juga sih mau komentar apa.

“Temen Na kan ada yang punya adik masih kecil ya, Kak. Dua-duanya cewek juga. Nah, dia tuh sampe bilang, ‘Semoga nanti kalo adek gue udah gede, hubungannya bisa kaya lo sama Kak Alifa ya, Na.’ …,” sambung gadis itu antusias.

Di balik senyum, saya merenung. Tak menyangka bahwa hubungan kakak-beradik saya dan Na, yang sering kali diwarnai huru-hara di rumah, justru begitu diinginkan, hingga dijadikan patokan kebahagiaan oleh orang lain yang hanya sekilas mendengarkan cerita tentang kami.

#

Dalam kesempatan lain, tak jarang saya menjadi pendengar sekaligus penasehat bagi beberapa teman yang sudah berumah tangga, dan mengeluhkan kondisi pernikahannya yang—dari ceritanya bisa disimpulkan—tidak harmonis. Suami yang begini begitu, anak yang hobinya bikin masalah terus, dan hal-hal lain yang seolah tak ada habisnya untuk diceritakan pada orang lain. Sampai saya hafal kebiasaan-kebiasaan anggota keluarganya.
Tak hanya sekali dua kali saya berujar, “Mbak, tahu nggak, di luar sana, banyak loh perempuan yang merindukan posisi sebagai istri dan ibu kaya status Mbak sekarang.”
Dan biasanya, kalau sudah begitu, mulut si Mbak ini pun seketika terkunci rapat.

#

Begitulah hidup. Konon katanya, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau dari rumput—pekarangan—sendiri. Sering kali kita lihat kehidupan orang lain lebih enak dan bahagia, padahal kalau kita ‘lihat lebih dekat’, boleh jadi kita tak mau bertukar posisi dengannya: lebih enak kehidupan sendiri.

Salah satu hal yang paling suka saya bahas dalam setiap tulisan saya adalah tentang rasa syukur. Pasalnya, bukankah rasa bahagia adalah sesuatu yang ingin dimiliki kebanyakan manusia di muka bumi? Ada gitu orang yang nggak kepingin bahagia baik dunia maupun akhirat? Kok aneh ya dengarnya, kalo ada beneran. Nah, salah satu kunci kebahagiaan yang sering kali terabaikan oleh kebanyakan manusia adalah rasa syukur.

Tak sedikit manusia, yang kalau dilihat oleh orang lain, komponen-komponen umum kebahagiaan dalam kehidupan sudah ia miliki. Misalnya harta, keluarga yang lengkap, kesehatan, fisik yang rupawan, tapi bisa sedih bukan main karena merasa ketenaran dan kekuasaan belum berada di tangannya.

Akhirnya apa? Ia fokus pada orang lain yang tenar atau berkuasa. Ingin bertukar posisi dengan orang tersebut. Merasa kehidupannya akan jauh lebih bahagia jika bisa berada di posisi orang itu. Subhanallah! Kalau sudah begini, kapan mau belajar syukurnya? Kapan mau merasa cukupnya? Apalagi mengecap kebahagiaan, makin susah aja deh!

#

Mengeluhkan kondisi diri, kemudian membandingkannya dengan kehidupan orang lain memang suatu hal yang sangat manusiawi. Bahkan dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman, “Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh.” (QS. Al-Ma’arij: 19)

Jadi, jika melihat ayat di atas, berkeluh-kesah memang salah satu fitrah dalam penciptaan makhluk bernama manusia. HANYA SAJA, sama seperti hawa nafsu, kita mesti sanggup mengendalikan rasa keluh-kesah itu, bukan sebaliknya, malah kita yang dikuasai.

#

Ingatlah! Selalu ada hal dalam diri kita yang patut untuk disyukuri kehadirannya. Hal-hal yang baru terasa betapa berharganya, ketika satu per satu Allah cabut begitu saja.

Pun ketika rasa kufur mulai menyapa, ingatlah! Bahwa di luar sana, begitu banyak orang yang MERINDUKAN POSISI SEPERTI KITA. Fokuslah terhadap apa yang sudah atau masih kita miliki, bukan apa-apa yang belum atau bahkan tidak pernah Allah takdirkan untuk kita miliki.

Semoga bermanfaat.

Bekasi, 22 Jumadil Tsani 1437H • 1 April 2016

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

Latest News

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu disebut Interferon Alpha 2b Human...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar yang menggembirakan itu datang dari...

Positif COVID-19, Putri Spanyol Meninggal Dunia

SPANYOL (wahidnews.com) – Kabar duka datang dari Kerajaan Spanyol. Putri Kerajaan Spanyol, Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal dunia pada hari kamis tanggal 26 Maret...

Komunitas Muslim di Inggris Bersatu Lawan Virus Corona

London (wahidnews.com) - Wabah virus covid-19 masih melanda negara Inggris. Dalam rangka merespon wabah tersebut, Badan amal Muslim Hands yang berbasis di Nottingham telah...

Popular Post

Selamat Jalan Malaikat Kecilku…

Oleh : Farah RizaTubuh mungil berbungkus kafan putih itu menebar aroma melati. Derai air mata pun membasah di dada kami kala itu. Melepasmu untuk...

Muhasabah : Makna Bertambahnya Usia

Oleh : Ova YantiHari ini, genap sudah usiaku tiga puluh tahun. Merenungi tentang usia, tidak salahlah kalau aku, menghubungkannya dengan hari yang biasa disebut...

Di Balik Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Kali ini kita membahas tentang kalimat, "akan indah pada waktunya". Menulis atau mengucapkan kata-kata merupakan hak yang bebas dilakukan oleh siapapun, tanpa terkecuali. Namun, pernahkah...

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para Wanita

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para WanitaWanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi...

Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Oleh: Pipit Era MartinaMensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat...

More Articles Like This

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com