Warga Non Muslim di Aceh Mengaku Damai di Bawah Syariat Islam

0
340
damai di bawah syariat islam
Perayaan Waisak di Aceh. (c) Fimadani

(WahidNews.com) – Media sekuler dan anti Islam selama ini sering memberitakan tentang syari’at Islam di Aceh dengan kesan yang menyeramkan. Dalam pemberitaannya, mereka selalu menonjolkan sisi ketegasan penerapan syari’at Islam, untuk menggiring opini masyarakat agar menilai bahwa syari’at Islam itu kejam. Sehingga benar-benar muncul anggapan dari masyarakat bahwa minoritas non Muslim di Aceh dalam keadaan menderita karena syari’at Islam.

Akan tetapi semua angapan negatif tentang syari’at Islam itu tidak benar sama sekali. Hal itu sudah dibantah oleh warga Hindu dan Buddha di Aceh. Umat minoritas non Islam di Aceh justru tidak merasa keberatan dengan adanya penerapan syari’at Islam di Aceh.

Sahnan Ginting, seorang tokoh agama Hindu, sebagaimana dikutip Suara Darussalam, memberikan komentarnya mengenai penerapan syariat Islam di Aceh.

“Sesuai dengan konsep ajaran Islam bahwa penerapan syari’at, menurut pemahaman kami, tidak diterapkan bagi non Muslim. Cuman kan, umat non Islam juga hendaknya bisa menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat/umat Islam di Aceh,” ujar Sahnan, yang merupakan Pembimas Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama Prov. Aceh.

Sahnan juga mengakui, pihaknya merasa damai hidup di Aceh yang menerapkan syari’at Islam.

“Sepengatahuan kami, selama saya menjabat sebagai Pembimas Hindu selama tujuh tahun di Aceh, belum pernah kami jumpai adanya keluhan umat Hindu apabila mereka berhubungan dengan masyarakat Muslim di Aceh yang menerapkan syari’at Islam. Tidak pernah terjadi gesekan,” ujar Sahnan.

Sementara itu, agamawan Buddha, Wiswadas, S.Ag, M.Si, memberikan pengakuan serupa. Wiswadas mengakui damai hidup di Aceh meskipun Aceh memberlakukan Syari’at Islam.

“Secara pribadi saya mendukung pelaksanaan syari’at Islam di Aceh, dalam artian pelaksanaan syaria’t Islam benar-benar dilaksanakan dengan tepat sehingga efek dari pelaksanaan syari’at islam bisa memberikan keteduhan, perlindungan dan keamanan bagi umat non Islam itu sendiri, “ pungkas Wiswadas.

(fimadani/WN)