Serangan Udara Israel Membunuh Anak-anak Palestina di Gaza

0
172
perang di gaza
[Foto: Warga Palestina membawa jenazah anak usia 10 tahun, Yasin abu Housa yang kehilangan nyawanya setelah Israel melakukan serangan udara ke Beit Lahia, Gaza. Upacara pemakaman di Beit Lahia di Gaza pada 12 Maret 2016. ( Ali Hassan - Anadolu Ajansı)]

Gaza City (wahidnews.com) – Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan, pada hari sabtu, bahwa seorang anak (6 tahun), terluka parah setelah Angkatan Udara Israel menembakkan rudal ke rumah mereka di Gaza utara. Serangan itu juga telah merenggut nyawa kakaknya, karena luka yang sangat parah.

Kementerian mengatakan, Israa ‘Suleiman Abu Khousa (6 tahun), akhirnya juga meninggal karena luka serius. Dia di Rumah Sakit Indonesia, Di Beit Lahia, di bagian utara Jalur Gaza yang terkepung dan miskin.

sholat-jenazahKakaknya, Yassin Suleiman Abu Khousa (10 tahun), tewas ketika pesawat tempur Israel menyerang sasaran di kota Beit Lahia di bagian utara Jalur Gaza, kata juru bicara kementerian Ashraf al-Qudra.

Kakaknya yang lain, Ayyoub (13 tahun), menderita luka sedang.

“Saya sedang tidur di kamar lain, anak-anak saya dan ibu mereka sedang tidur di ruangan ini, saat saya mendengar ledakan itu, saya langsung bergegas ke kamar mereka,” kata Ayah mereka. “Anak saya langsung tewas, tenggelam dalam darahnya sendiri; putri saya juga sangat terluka parah. ”

Putranya yang lain mengatakan bahwa keluarga sedang tidur ketika rudal Israel menghantam rumah mereka, ketika dia melihat kakak dan adiknya, ia menemukan mereka dalam kondisi pendarahan dari kepala dan berbagai bagian dari tubuh mereka.

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengatakan bahwa pesawat-pesawat tempur mereka menargetkan empat “kamp pelatihan” milik Hamas, yang sejak tahun 2007 telah memerintah wilayah pesisir yang diblokade.

Menurut mereka, serangan udara dilakukan dalam rangka merespon empat roket yang ditembakkan pada hari Jumat dari Gaza dan mendarat di Israel selatan.

Hamas memperingatkan Israel akan konsekuensi dari serangan ini yaitu berupa meningkatnya “eskalasi” perlawanan rakyat Gaza.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan bahwa Israel bertanggung jawab atas kematian anak di Beit Lahia atas apa yang digambarkan sebagai “kejahatan perang” negara Yahudi itu terhadap warga Palestina.

(muslimnews.co.uk/WN)