Ratu Kecantikan Dalam Perspektif Islam

0
659
tolak kontes kecantikan

Oleh: Afdalil Zikri

Menilik kepada sejarah, kontes ratu kecantikan pertama kali digelar di Amerika Serikat pada tahun 1854. Namun kontes ini mendapat protes oleh masyarakat Amerika dan akhirnya kontes ini tidak berlanjut. Ini merupakan sebuah eksprerimen, karena sebelumnya diadakan kontes untuk kecantikan anjing, burung dan juga bayi. Setelah sukses menggelar kontes tersebut, maka diadakan kontes serupa untuk manusia. Inilah salah satu alasan penolakan masyarakat Amerika. Meskipun kegiatan ini terhenti beberapa tahun, namun pada tahun 1951, di Inggris diadakan kontes kecantikan internasional pertama kali yang diprakarsai oleh Eric Morley.

Saat ini pagelaran ratu kecantikan dunia mendapat rating acara tertinggi di dunia. Tak terkecuali di negara-negara yang mayoritas Muslim termasuk Indonesia. Dengan konsep yang ditawarkan oleh pihak panitia yang dikenal dengan 3B; Brain (Kecerdasan), Beauty (Kecantikan) dan Behaviour (Kepribadian). Sehingga hampir semua negara di dunia menyiarkan acara kontes ini. Mereka berkilah bahwa penilaian tidak hanya pada kecantikan, tapi juga kecerdasan dan kepribadian. Ini merupakan sebuah bentuk propaganda yang dilancarkan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin kontes ratu kecantikan ini tetap berlanjut dan mendapat hati masyarakat dunia. Sehingga diadakan kontes serupa di beberapa negara termasuk Indonesia dengan cara memilih wanita-wanita cantik untuk dikirim mewakili negaranya ke kontes ratu kecantikan dunia atau yang lebih dikenal dengan miss world.

Terkait dengan kontes ratu kecantikan ini timbul pertanyaan, 1. Apakah tujuan diadakan kontes ratu kecantikan? 2. Bagaimana penampilannya? 3. Apa dampak bagi pria dan wanita?

Ditinjau dari sudut pandang agama, acara ini tidak ada yang menyentuh sedikitpun, dan terkesan latah mengikuti tren yang ada yang berkiblat ka barat. Bukankah mengikuti kegiatan suatu kaum kita termasuk bagian dari kaum tersebut seperti yang dijelaskan oleh hadits Rasulullah SAW? Tujuannya pasti ada tapi tidak sesuai dengan kehendak agama dengan melihat kenyataan selama ini.

Demikian juga dengan penampilannya. Jelas sekali bahwa penampilan tersebut membuka aurat bahkan sudah bisa dikatakan telanjang. Ini bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Selanjutnya, dampak yang ditimbulkannya, bisa menimbulkan nafsu birahi bagi pria yang melihatnya dan bisa mengundang fitnah.

Seperti apa Islam memandang acara yang diagungkan oleh masyarakat dunia tersebut termasuk umat Islam? Dr. Ali Jum’ah, mufti Mesir mengatakan bahwa miss universe haram hukumnya menurut syari’ah dan haram pula hukumnya bagi kaum muslimin yang ikut di dalamnya.

Ini menegaskan fatwa yang sebelumnya dikeluarkan oleh Dr Nashr Farid Washil dan manta Syaikhul Azhar Jadal Haw Ali Jadal Haq. Dr Ali menegaskan bahwa setiap hal yang dapat menyebabkan perbuatan haram maka ia haram. Alasan mengapa haram dapat dilihat dari penjelasan beliau bahwa ini jelas melanggar larangan Allah dan RasulNya dengan membuka aurat di muka umum dan menghilangkan sifat malu.

Sudut pandang Islam mengatakan bahwa untuk mengetahui kecantikan seorang wanita dibenarkan oleh Islam. Namun semua itu ada tujuannya, yaitu untuk memilih calon istri. Rasulullah SAW bersabda, ”Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Pilihlah (wanita) yang beragama, niscaya anda makmur” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud dan An Nasai).

Hadits yang lain menyebutkan, Nabi SAW bersabda, “Apabila salah seorang di antara kamu meminang seorang wanita, maka tidak berhalangan atasnya untuk melihat wanita itu asal saja melihatnya semata-mata untuk mencari perjodohan baik diketahui wanita itu ataupun tidak (HR. Ahmad). Kedua hadits ini menjelaskan bahwa boleh melihat wanita dengan tujuan untuk meminangnya sehingga hubungan bisa langgeng.

Islam mengatur juga dalam masalah pakaian. Kontes ratu kecantikan sebenarnya adalah ajang buka aurat dan memperlihatkan lekukan tubuh. Padahal ini merupakan sebuah kewajiban dalam menutup aurat. Seperti firman Allah dalam Surat Al Ahzab ayat 59 yang artinya, “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Mengikuti atau menonton acara kontes ratu kecantikan adalah sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasul. Apalagi untuk tahun 2016, final miss world akan diadakan di Jakarta dan Bali (Sumber: Tribun Jogja, Senin 16 Februari 2015). Tidak dapat dibayangkan, Indonesia yang mayoritas Muslim dan adanya fatwa yang jelas dari para ulama, tetapi akan mengadakan event seperti ini. Untuk apa kita mengadakan atau mengikuti acara yang dapat membuat Allah murka dan menimbulkan fitnah di antara kita. Kalaupun kontes ini tetap ada, setidaknya kita tidak ikut terlibat di dalamnya, meski sekedar menontonnya.
Solok, 9 Maret 2016