Rahasia Di Balik Larangan Makan dan Minum Sambil Berdiri

0
401
makan sambil berdiri

Oleh : Ova Yanti

Sore kemarin, anakku bermain dengan teman-temannya. Berlarian ke sana ke mari sehingga akhirnya merasa kehausan. Ketika aku berikan minum, teman-temannya langsung ikutan minum tapi dalam keadaan berdiri.

“Kak Luna, jangan minum sambil berdiri. Nggak boleh…” Nisa menasehati temannya. Aku hanya tersenyum mendengar ucapan Nisa.

“Betul ya bu, kita nggak boleh minum sambil berdiri?” tanya Luna padaku.

“Iya, kak Luna. Kita nggak boleh minum sambil berdiri, nggak sopan. Rasulullah juga melarang kita minum sambil berdiri. Dek Nisa tau tu haditsnya. Coba Nisa, bacakan haditsnya” ucapku memberi pengertian pada anak usia lima tahun.

“layasrobbana ahadukum qooimaa, janganlah minum sambil berdiri” Nisa dengan semangat membacakan haditsnya. Luna pun langsung duduk untuk minum.

Nasehat tadi mungkin kelihatannya hanyalah nasehat biasa saja, tapi ternyata hal itu ada benarnya dan dapat dibuktikan dari segi agama maupun kesehatan. Kalian mau tau?

Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi)

Bersabda Nabi dari Abu Hurairah,”Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)

Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. Di rumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan di atas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan, melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu ia berkata: “Lihatlah orang itu duduk seperti budak.” Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w. “Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduknya budak dan makan seperti makannya budak.” Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan.

Ketahuilah sahabat, minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Di zaman yang serba cepat ini, makan bukanlah kegiatan yang spesial lagi. Dahulu, orang-orang selalu makan dalam keadaan duduk untuk menghargai berkah yang diberikan sang pencipta. Namun kini, makan dan minum sambil berdiri atau bahkan berjalan sudah menjadi hal yang lumrah. Lebih ironis lagi, kita sering menjumpai sebagian artis iklan di televisi juga sering mencontohkan makan dan minum sambil berdiri.

Secara ilmiah, makan sambil duduk dan tetap pada satu tempat membuat otak tidak akan memikirkan makanan lain selain yang ada di hadapannya saat itu. Hal itu karena tubuh akan memberikan sinyal pada otak untuk tidak perlu mencicipi makanan lainnya dan fokus pada satu makanan ketika sedang duduk, dan membuat anda lebih sedikit memasukkan kalori dalam tubuh.

Ditinjau dari segi kesehatan. Ternyata minum sambil berdiri dapat menyebabkan beberapa penyakit.

Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata: “Minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan. Begitu pula makan sambil berjalan, sama sekali tidak sehat, tidak sopan, tidak etis dan tidak pernah dikenal dalam Islam dan kaum muslimin.

Dr. Ibrahim Al-Rawi melihat bahwa manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupkan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat tepenting pada saat makan dan minum. Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Dr. Al-rawi menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa bebenturan dengan makanan atau minuman yang masuk. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Nah. Jika kita minum sambil berdiri, air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Dari kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya. Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Mengapa Rasulullah SAW melarang kita makan dan minum sambil berdiri? Yang pasti karena tuntunan wahyu, dan ternyata semua itu ada jawaban ilmiahnya. Dari segi agama itu merupakan adab sopan santun, dan dari segi kesehatan dapat mencegah beberapa penyakit. Semoga tulisan ini bermanfaat.