Perawatan Penting Pada Bayi yang Baru Lahir

0
628
bayi baru lahir
ilustrasi

Oleh: Pipit Era Martina

Lafadz tahmid “Alhamdulillah” menjadi salah satu ungkapan yang menggambarkan kebahagiaan semua orang tua yang telah berhasil melewati masa panjang kehamilan hingga melahirkan. Perjuangan yang bukan perjuangan biasa. Seorang wanita yang berjuang dengan mempertaruhkan nyawa demi memberi kehidupan bagi sang buah hati.

Namun, tidak jarang dari sebagian wanita yang merasakan kepanikan usai persalinan. Panik karena tidak tahu apa yang harus dilakukan pada bayi mungil yang masih sangat sensitive. Tidak tahu dengan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dan dilakukan. Oleh karena itu, tulisan ini mencoba mengajak para bunda untuk belajar memahami tata cara merawat bayi yang baru lahir, serta mengetahui beberapa hal penting yang harus perhatikan pada sang buah hati.

Berikut beberapa hal penting yang harus diketahui para bunda dalam merawat bayi yang baru lahir dan beberapa point penting tentang tata cara merawat bayi yang telah saya rangkum sedemikian rupa agar dapat dipahami oleh ibu-ibu muda yang baru saja mempunyai seorang bayi.

1.ASI yang tidak keluar

Pada hari pertama melahirkan, terutama anak pertama, biasanya ASI tidak langsung berproduksi. Atau kalaupun berproduksi, jumlahnya masih sangat sedikit. Namun, hal ini tidak bermasalah bagi bayi. Dimana keadaan bayi baru lahir biasanya masih terdapat cairan yang belum sepenuhnya keluar dari dalam tubuh, sehingga bayi belum memiliki antusias untuk menyusu dan juga dalam jangka 24 jam tidak ada masalah jika bayi tidak diberi ASI. Bunda tidak perlu terburu-terburu mengambil alternatif memberikan susu formula dengan alasan bayi menangis.

2.Berikan ASI segera setelah lahir

Para dokter dan ahli kebidanan menganjurkan agar bayi yang baru lahir segera diberikan ASI. Letakkan bayi pada dada ibu, meski ASI belum produksi. Karena hal ini bernilai positif karena kondisi ini adalah merupakan kontak pertama antara ibu dan anak. Kegiatan pengenalan awal ini dikenal dengan istilah breast crawl atau sering dikenal dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD).

3.Biarkan bayi menangis

Banyak para bunda yang sangat khawatir dan panik ketika bayi yang baru lahir sering menangis. Ketahuilah bunda, bahwa hal tersebut tidak mengapa. Justru bayi dapat dikatakan sehat jika ia sering menangis ketika baru lahir. Karena dengan menangis, secara otomatis jantungnya bekerja dengan baik. Untuk mengurangi rasa khawatir, dekap tubuh bayi dalam pelukan agar ia mendapat kehangatan.

4.Sebaiknya jangan selingi ASI dengan susu formula

Perlu dicatat oleh bunda sekalian, bahwa bila tidak ada hal-hal yang menghalangi ibu memberikan ASI kepada bayi, seperti kondisi ibu yang sakit berat serta membutuhkan perawatan intensif atau obat yang berdampak pada ASI, maka jangan selingi dengan susu formula. Karena jika PASI (pengganti ASI) diberikan tanpa adanya alasan atau hal yang menghalangi ibu dalam pemberian ASI, hal itu akan memberikan dampak yang tidak baik pada bayi. Misalnya, bayi tidak lagi antusias terhadap ASI karena seringnya minum melalui dot. Dan juga berdampak pada ASI bunda, produksi ASI secara perlahan akan berkurang dan habis.

5.Tetap berikan ASI meski ibu sakit

Kebanyakan para ibu menghentikan pemberian ASI ketika diketahui kondisi badan tidak fit. Ketahuilah bunda, bahwa ASI tidak memiliki dampak buruk meski kondisi ibu tidak sehat. Tidak ada ASI yang membahayakan ataupun tidak baik. Tetapi, gunakanlah masker ketika menyusui, agar si bayi tidak tertular sakit.

6.Berikan susu formula sesuai takaran

Ada beberapa ibu yang masih belum produksi ASI meski sudah 3hari, jika hal ini terjadi pada bunda sekalian, susu formula bisa menjadi solusi. Berikan susu formula sesuai takaran, untuk bayi baru lahir, takaran susu formula adalah 60cc air hangat dan satu sendok takar susu.

7.Perhatikan botol susu

Untuk bayi yang meminum susu formula, perhatikan sekali dalam penggunaan dan pemeliharaan botol. Rebus setiap botol yang selesai pakai dalam titik didih (air mendidih) 100°celcius. Sediakan panci khusus yang berbahan alumunium untuk merebus, dan biarkan botol tetap dalam panci kecuali jika akan segera di gunakan. Kurangnya pemeliharaan botol ini dapat mengakibatkan bayi mudah terserang diare.

8.Merawat tali pusat dengan benar

Merawat tali pusat, tidak memiliki trik khusus ataupun tata cara tersendiri. Hanya memerlukan kebersihan dan ketelatenan saja. Membalutnya dengan kasa yang sudah dibasahi dengan cairan alcohol 70%. Balutkan kasa pada tali pusat setiap pagi dan sore setelah mandi. Ini membantu mempercepat lepasnya tali pusat. Umumnya, tali pusat lepas sekitar 5 sampai 7 hari. Adapun yang lepas hingga 2 minggu, dan itu masih dikatakan normal.

9.Membersihkan tubuh bayi

Sebenarnya, pada bayi baru lahir tidak perlu dimandikan (mencelupkan bayi ke dalam bak mandi) dalam 1-2 minggu pertama. Sebagian ibu muda masih takut untuk memandikan bayi yang masih lembut dan tulangnya pun masih sangat rapuh. Oleh karena itu, cukup dengan membersihkan badan bayi dengan menggunakan waslap dan air hangat-hangat kuku tiap pagi dan sore. Untuk wajah tidak perlu menggunakan sabun, cukup dibasuh dengan air saja.

10.Memandikan bayi

Ada sebagian bunda yang mungkin lebih memilih untuk memandikan bayinya. Tidak mengapa, yang penting tahu caranya. Masukkan bayi ke dalam bak mandi yang telah berisi air hangat-hangat kuku secara perlahan, tangan sebelah kiri memegang tangan bayi dengan cara merangkul dan tangan kanan membersihkan tubuh bayi.

11.Perhatikan napas bayi

Ketika napas bayi berbunyi ketika dia tertidur, bukan berarti dia pilek. Bisa jadi itu karena masih adanya sisa-sisa lendir dalam tubuh. Maka, miringkanlah posisi tidur bayi, untuk menghindari bayi tersedak jika tiba-tiba mengeluarkan lendir. Dan ajak bayi berjemur di bawah mentari pagi untuk mencairkan lendir tersebut.

12.Keluar bercak dari kemaluan

Hal ini seringkali membuat panik para ibu yang memiliki bayi perempuan. Bunda, ketahuilah, bahwa jika bayi perempuan bunda mengeluarkan bercak darah yang disertai lendir dari kemaluan, itu tidak mengapa. Hal ini biasa terjadi karena disebabkan karena masih adanya pengaruh hormone estrogen ibu yang banyak diproduksi oleh ibu semasa bayi dalam kandungan. Jadi, hal ini tidak memiliki dampak apapun dan tidak perlu di obati.

13.Pemakaian gurita

Sejatinya, pemakaian gurita pada bayi sering dikaitkan dengan mencegah pusar bodong atau perut yang besar. Padahal hal itu tidak berpengaruh. Justru dari pemakaian gurita yang terlalu ketat dapat menekan dinding perut bayi sehingga tidak dapat secara bebas mengembang sewaktu bernapas. Dan juga bisa menyebabkan bayi mudah muntah atau gumoh. Nah, jika bunda mau memakaikan gurita pada bayi dengan beberapa alasan, boleh saja, asalkan tidak ketat dan dilonggarkan.

14.Makanan pendamping ASI

Ibu-ibu yang belum berpengalaman, biasanya sering mendengar ucapan dari para nenek terdahulu dengan memberikan makanan pendamping ASI sedari bayi. perlu diketahui bunda, bayi dibawah usia 6 bulan belum bisa mencerna makanan dengan baik. Jika dipaksakan diberikan makanan sebelum usia 6 bulan, maka yang akan terjadi justru akan mengakibatkan terganggunya saluran pencernaan.

15.Jangan berikan madu

Untuk bayi di bawah usia satu tahun, sebaiknya hindari untuk memberikan madu. Disebabkan karena madu merupakan tempat yang baik untuk kuman yang disebut Clostridium Botulinum tumbuh. Kuman ini menyebabkan keracunan makanan yang disebut botulisme. Gejalanya dapat bervariasi, mulai dari sembelit yang berkepanjangan, kelemahan pada lengan dan tungkai, lemah saat menangis dsb. Jika ingin memberi madu, oleskan saja sedikit pada bibirnya.

16.Bersihkan dengan kapas

Banyak para ibu yang belum mengetahui tata cara membersihkan kotoran bayi. sering kali mereka menggunakan tissue basah untuk membersihkannya. Padahal kandungan dalam tissue tersebut dapat dengan mudah mengakibatkan iritasi pada kulit bayi. Nah, untuk bayi yang masih sangat sensitif, bunda bisa sediakan kapas biasa dan rendam dalam air hangat-hangat kuku, khusus untuk membersihkan kotoran bayi.

17.Merawat kulit kepala

Bunda, jangan kaget ketika menemukan kerak kepala (Cradle cap) pada ubun-ubun bayi. Hal ini sering terjadi dan hal ini wajar serta tidak berbahaya. Nah, cara untuk menghilangkannya adalah dengan mengoleskan baby oil secara rutin. Atau bisa juga dengan menggunakan minyak kelapa murni, oleskan secara rutin dan secara perlahan di bagian kepala.

18.Merawat rambut

Untuk bayi yang masih serba sensitife, carilah shampoo yang memiliki kandungan pro-vitamin B5. Atau dapat digunakan daun seledri untuk merangsang pertumbuhan rambut

19.Merawat mata bayi

Jika bayi mengeluarkan lendir melalui mata, basuhlah mata menggunakan kapas yang sudah dibasahi dengan air. Usapkan perlahan untuk membersihkan area mata, jika hal itu berlanjut, bunda bisa teteskan obat mata yang mengandung gentamicin (tidak menimbulkan perih). Berikan 2 tetes mata kanan dan kiri 3 kali dalam sehari.

20.Berikan air putih

Biasakan ya bunda, setelah memberi ASI ataupun susu formula untuk memberikan air putih meski hanya setetes. Hal ini berguna untuk menghindari terjadinya penumpukan jamur yang berpotensi sariawan pada bayi.

Nah bunda, itulah beberapa hal penting yang mendasar, yang perlu diketahui serta diperhatikan. Agar tingkat kepanikan dapat berkurang. Semoga daftar di atas cukup untuk mengurangi kepanikan serta ketakutan bunda dalam merawat si buah hati. Daftar tersebut di atas saya peroleh dari berbagai sumber dan sudah saya terapkan dalam merawat bayi baru lahir. Semoga bermanfaat ya bunda. Ingat! Merawat bayi harus dengan kasih sayang penuh, perasaan yang lembut seorang ibu, dapat mempengaruhi kesehatan si buah hati.