26.8 C
Jakarta
Friday, January 22, 2021

Menjadi Istri Kedua, Pilihan yang Salah?

Must Read

Antara Banjir Dan Kegagalan Sistem Kapitalisme

Banjir Buah Kegagalan Sistem Kapitalisme Oleh: Devita Deandra (Aktivis Muslimah) Awal tahun 2021 ini di warnai duka dan bencana yang datang...

Golput Meningkat, Demokrasi Menuju Sekarat?

Golput Meningkat, Demokrasi Menuju Sekarat? Oleh : Fani Ratu Rahmani (Aktivis dakwah dan Penulis) Istilah golput atau golongan putih ini sudah...

Kampus Merdeka: Kala Akademisi Tunduk pada Titah Korporasi

Kampus Merdeka: Kala Akademisi Tunduk pada Titah Korporasi Oleh : Ummu Hanan (Aktifis Muslimah) Konsep kampus merdeka memunculkan pro dan kontra....




Berbagai persepsi miring beredar dalam masyarakat mengenai wanita yang menjadi istri kedua. Apakah dia salah menyandang status “Istri Kedua”? Pilihan menjadi istri kedua itu tidak sepenuhnya salah, karena memang dibolehkan oleh syariat Islam. Apalagi jodoh itu merupakan takdir yang telah Allah tentukan jauh sebelumnya.

Untuk itu, yuk baca sejenak, dan lagi-lagi penulis mengingatkan untuk membaca basmalah sebelum membaca, mengingat tulisan ini sama kontroversialnya dengan tulisan sebelumnya tentang “poligami”. (Baca : Berjuta Hikmah Di Balik Halalnya Poligami).

Istri kedua, orang yang selama ini dianggap sebagai “orang ketiga” dalam rumah tangga. Sebagai perusak atau juga pembuat jarak antara suami dengan istri pertama. Anggapan seperti itu bisa benar bisa tidak. Tergantung motivasi poligami yang bersangkutan.

Mungkin ada juga wanita yang menjadi istri kedua dengan motivasi hawa nafsu dan menjadikan poligami sebagai pembenaran. Wallahu A’lam, kita tidak bisa menghakimi niat seseorang. Tapi saudaraku, taukah kamu bagaimanakah sebenarnya perasaan mereka yang ditaqdirkan Allah menjadi istri kedua? Pernahkah kita berpikir tentang kehidupan yang mereka jalani? Atau selama ini kita hanya menjudge-nya saja?.

Jika kita selalu berpikir bahwa istri pertama adalah orang yang paling menderita karena harus berbagi suami, lantas bukankah istri kedua juga merasakan hal yang sama sebab ia juga berbagi suami. Bedanya, yang namanya istri kedua itu selalu hadir belakangan.

Duhai saudaraku yang bergelar istri pertama, taukah kamu bahwa dia juga menderita, dia juga tertekan, bukan hanya karena berbagi suami, tapi dia juga harus menerima sekumpulan pendapat negatif tentang dirinya, dia juga sering dituduh sebagai perusak rumah tangga, wanita murahan, wanita yang datang ketika si pria telah mapan.

Hatinya juga tak kalah hancur, ketika secara terus-menerus mendengar bisik-bisik tetangga, yang lama-lama membuat panas telinga. Sebagai istri kedua, ia juga kerap menangis saatnya mereka pergi, dan lagi-lagi tak ada seorang pun yang mampu memahami itu.

Duhai saudaraku yang bergelar istri pertama. Kebanyakan wanita tidak ingin menjadi istri kedua Setiap wanita pasti ingin jadi yang pertama, bukan kedua yang selalu dihantui perasaan bersalah. Allah mentaqdirkannya memilih solusi halal berupa kesediaan menjadi Istri Kedua. Kalau bukan karena takdir yang mempertemukan, sungguh mereka pun tak ingin itu terjadi.

Disini, penulis bukan ingin membela mereka yang menyandang status “Istri Kedua”, Penulis hanya berusaha berpikir positif saja bahwa setiap ketentuan Allah pasti ada kebaikan dibelakangnya.

Bila Allah menghalalkan poligami, lalu atas dasar apa kita mengharamkannya? Atas dasar apa kita menentang mereka yang ternyata ditakdirkan untuk hadir dalam rumah tangga kita? Cobalah berpikir realistis.

Dan untuk para laki-laki yang ingin poligami, pikirkanlah baik-baik sebelum menikahi wanita kedua. Jangan sampai salah memilih dia. Jangan sampai dia justru menjadi perusak keluarga yang telah engkau bangun susah payah. Jangan sampai dia justru menimbulkan jarak antara dirimu dan keluargamu. Jangan sampai dia sering menimbulkan butiran-butiran air mata dari istrimu yang pertama. Sudah menjadi konsekuensi poligami untuk lebih handal dalam manajemen keluarga.

Dan untuk wanita yang ingin menjadi isteri kedua,. Jangan lah sampai salah mengambil keputusan.. Jodoh memang takdir dari Allah tapi keputusan menerima pinangan lelaki yang sudah beristri adalah keputusanmu. Kalau memang sudah menjadi pilihan (pilihan manusia itu juga taqdir Allah Swt), maka kuatkan kesabaran dan pupuklah keikhlasan agar berbuah bahagia untuk semuanya. Suami bahagia, isteri pertama bahagia dan dirimu yang menjadi istri kedua juga bahagia.

Oleh : Rina Perangin-angin

Save

0
0
vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
- Advertisement -

Latest News

Antara Banjir Dan Kegagalan Sistem Kapitalisme

Banjir Buah Kegagalan Sistem Kapitalisme Oleh: Devita Deandra (Aktivis Muslimah) Awal tahun 2021 ini di warnai duka dan bencana yang datang...

More Articles Like This

0 0 vote
Article Rating
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x