Menjadi Istri Kedua, Pilihan yang Salah?

Must Read

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar...

Berbagai persepsi miring beredar dalam masyarakat mengenai wanita yang menjadi istri kedua. Apakah dia salah menyandang status “Istri Kedua”? Pilihan menjadi istri kedua itu tidak sepenuhnya salah, karena memang dibolehkan oleh syariat Islam. Apalagi jodoh itu merupakan takdir yang telah Allah tentukan jauh sebelumnya.

Untuk itu, yuk baca sejenak, dan lagi-lagi penulis mengingatkan untuk membaca basmalah sebelum membaca, mengingat tulisan ini sama kontroversialnya dengan tulisan sebelumnya tentang “poligami”. (Baca : Berjuta Hikmah Di Balik Halalnya Poligami).

Istri kedua, orang yang selama ini dianggap sebagai “orang ketiga” dalam rumah tangga. Sebagai perusak atau juga pembuat jarak antara suami dengan istri pertama. Anggapan seperti itu bisa benar bisa tidak. Tergantung motivasi poligami yang bersangkutan.

Mungkin ada juga wanita yang menjadi istri kedua dengan motivasi hawa nafsu dan menjadikan poligami sebagai pembenaran. Wallahu A’lam, kita tidak bisa menghakimi niat seseorang. Tapi saudaraku, taukah kamu bagaimanakah sebenarnya perasaan mereka yang ditaqdirkan Allah menjadi istri kedua? Pernahkah kita berpikir tentang kehidupan yang mereka jalani? Atau selama ini kita hanya menjudge-nya saja?.

Jika kita selalu berpikir bahwa istri pertama adalah orang yang paling menderita karena harus berbagi suami, lantas bukankah istri kedua juga merasakan hal yang sama sebab ia juga berbagi suami. Bedanya, yang namanya istri kedua itu selalu hadir belakangan.

Duhai saudaraku yang bergelar istri pertama, taukah kamu bahwa dia juga menderita, dia juga tertekan, bukan hanya karena berbagi suami, tapi dia juga harus menerima sekumpulan pendapat negatif tentang dirinya, dia juga sering dituduh sebagai perusak rumah tangga, wanita murahan, wanita yang datang ketika si pria telah mapan.

Hatinya juga tak kalah hancur, ketika secara terus-menerus mendengar bisik-bisik tetangga, yang lama-lama membuat panas telinga. Sebagai istri kedua, ia juga kerap menangis saatnya mereka pergi, dan lagi-lagi tak ada seorang pun yang mampu memahami itu.

Duhai saudaraku yang bergelar istri pertama. Kebanyakan wanita tidak ingin menjadi istri kedua Setiap wanita pasti ingin jadi yang pertama, bukan kedua yang selalu dihantui perasaan bersalah. Allah mentaqdirkannya memilih solusi halal berupa kesediaan menjadi Istri Kedua. Kalau bukan karena takdir yang mempertemukan, sungguh mereka pun tak ingin itu terjadi.

Disini, penulis bukan ingin membela mereka yang menyandang status “Istri Kedua”, Penulis hanya berusaha berpikir positif saja bahwa setiap ketentuan Allah pasti ada kebaikan dibelakangnya.

Bila Allah menghalalkan poligami, lalu atas dasar apa kita mengharamkannya? Atas dasar apa kita menentang mereka yang ternyata ditakdirkan untuk hadir dalam rumah tangga kita? Cobalah berpikir realistis.

Dan untuk para laki-laki yang ingin poligami, pikirkanlah baik-baik sebelum menikahi wanita kedua. Jangan sampai salah memilih dia. Jangan sampai dia justru menjadi perusak keluarga yang telah engkau bangun susah payah. Jangan sampai dia justru menimbulkan jarak antara dirimu dan keluargamu. Jangan sampai dia sering menimbulkan butiran-butiran air mata dari istrimu yang pertama. Sudah menjadi konsekuensi poligami untuk lebih handal dalam manajemen keluarga.

Dan untuk wanita yang ingin menjadi isteri kedua,. Jangan lah sampai salah mengambil keputusan.. Jodoh memang takdir dari Allah tapi keputusan menerima pinangan lelaki yang sudah beristri adalah keputusanmu. Kalau memang sudah menjadi pilihan (pilihan manusia itu juga taqdir Allah Swt), maka kuatkan kesabaran dan pupuklah keikhlasan agar berbuah bahagia untuk semuanya. Suami bahagia, isteri pertama bahagia dan dirimu yang menjadi istri kedua juga bahagia.

Oleh : Rina Perangin-angin

Save

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

Latest News

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu disebut Interferon Alpha 2b Human...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar yang menggembirakan itu datang dari...

Positif COVID-19, Putri Spanyol Meninggal Dunia

SPANYOL (wahidnews.com) – Kabar duka datang dari Kerajaan Spanyol. Putri Kerajaan Spanyol, Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal dunia pada hari kamis tanggal 26 Maret...

Komunitas Muslim di Inggris Bersatu Lawan Virus Corona

London (wahidnews.com) - Wabah virus covid-19 masih melanda negara Inggris. Dalam rangka merespon wabah tersebut, Badan amal Muslim Hands yang berbasis di Nottingham telah...

Popular Post

Selamat Jalan Malaikat Kecilku…

Oleh : Farah RizaTubuh mungil berbungkus kafan putih itu menebar aroma melati. Derai air mata pun membasah di dada kami kala itu. Melepasmu untuk...

Muhasabah : Makna Bertambahnya Usia

Oleh : Ova YantiHari ini, genap sudah usiaku tiga puluh tahun. Merenungi tentang usia, tidak salahlah kalau aku, menghubungkannya dengan hari yang biasa disebut...

Di Balik Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Kali ini kita membahas tentang kalimat, "akan indah pada waktunya". Menulis atau mengucapkan kata-kata merupakan hak yang bebas dilakukan oleh siapapun, tanpa terkecuali. Namun, pernahkah...

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para Wanita

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para WanitaWanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi...

Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Oleh: Pipit Era MartinaMensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat...

More Articles Like This

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com