Makanan Terjatuh, Diambil atau Dibuang?

0
793
jika makanan jatuh

Oleh : Riska Kencana Putri

Apa yang sahabat WN lakukan ketika makanan yang dimakan terjatuh? Buru-buru membuangnya, atau diambil lagi? Opsi pertama pasti lebih sering dilakukan oleh sebagian besar dari kita. Apalagi untuk orangtua yang memiliki balita, makanan yang jatuh langsung dibuang.

“Terus kalau tidak dibuang mau diapakan? Kan kalau diambil lagi kotor, jorok, tidak higenis.”

Mereka tentu berfikir demikian, daripada beresiko terhadap kebersihan lebih baik dibuang. Pemikiran ini tidak sepenuhnya salah. Wajar jika kita bersikap khawatir dan berhati-hati, apalagi jika ada kaitannya dengan makanan. Tapi, pernahkah sahabat mendengar bahwa Rasulullah SAW menyuruh kita untuk mengambil kembali makanan yang terjatuh? Perintah ini diriwayatkan oleh Muslim, “Dari Jabir ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Jika sesuap makanan kalian jatuh, maka hendaklah ia mengambilnya dan menghilangkan kotoran yang melekat padanya dan memakannya, dan tidak membiarkannya untuk setan.”

Hadits ini merupakan salah satu hadits yang berkaitan dengan adab makan. Selain menganjurkan untuk tidak berlebih-lebihan, ternyata Rasul juga memerintahkan untuk tidak langsung membuang makanan. Disebutkan di atas, bahwa makanan yang terjatuh, atau yang dibuang adalah untuk setan. Kita diperintahkan untuk mengambil kembali makanan yang terjatuh, membersihkan kotoran yang melekat, kemudian memakannya.

Apakah ini berlaku untuk seluruh makanan? Bagaimana bila terjatuh dikubangan air? Atau bila makanan itu berbentuk semi cair seperti bubur?

Sahabat WN yang dirahmati Allah. Sesungguhnya Islam itu mudah, jangan dipersulit. Jika yang terjatuh adalah sejenis makanan kering, seperti biskuit, roti, kerupuk, dan terjatuh di tempat yang kering semisal lantai atau jalan, maka ambillah lagi, lalu bersihkan yang kotor, bisa juga dibuang sedikit yang kotor. Jika yang jatuh adalah makanan basah, sejenis bubur, dan kemungkinan untuk dibersihkan kecil, jadi sedekahkan saja pada ayam (jika ada, jika tidak boleh dibuang). Sedangkan jika terjatuh di tempat yang basah, misalkan lumpur, makanan ini sebaiknya dibuang saja.

Jadi sahabat WN, mulai sekarang jika makanan kita terjatuh, jangan terburu-buru membuangnya ya. Seperti slogan iklan salah satu cairan pembersih lantai belasan tahun lalu, “Belum lima menit…” Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan kita mengenai salah satu adab terhadap makanan yang sering terlupa. Wallahu a’lam bishawab.