Inilah Mengapa Rasulullah Melarang Meniup Makanan dan Minuman

Must Read

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar...

Oleh: Aannisah Fauzaania

Beberapa akibat mesti mempunyai sebab yang runut dalam pengaplikasiannya di kehidupan. Misalnya pelarangan atas sesuatu, biasanya ada alasan tersendiri mengenai mengapa sesuatu tersebut tidak diperbolehkan. Begitupun dengan larangan meniup makanan dan minuman.

Sahabat, dalam beberapa situasi ketika kita tengah makan atau minum dalam keadaan terburu-buru, atau ketika tengah merasa sangat kelaparan, sedangkan makanan yang akan kita santap masih mengepulkan asap karena panasnya, seringkali kita langsung meniup makanan atau minuman itu. Padahal Rasulullah SAW telah bersabda bahwa kita dilarang melakukan hal tersebut.

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ النَّفْخِ فِى الشُّرْبِ

Dari Abu Said Al Khudri bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang meniup minuman (HR. Tirmidzi)

Apakah alasan pelarangan tersebut jika ditilik dari perspektif sainsnya?

Jika dilihat dari kacamata ilmiah, ternyata makanan dan minuman yang masih panas akan mengeluatkan suatu uap air yang mengandung unsur utama H20. Ketika kita meniup makanan tersebut, maka dari dalam tubuh kita pun akan keluar zat karbondioksida sebagai hasil eksresi. Uap air yang bercampur dengan karbondioksida tadi kemudian akan berbaur menjadi senyawa H2CO3 atau asam karbonat yang jika kita hirup lagi secara langsung akan membahayakan tubuh.

Di dalam tubuh manusia, kandungan h2co3 ini memang telah tersedia sebagai zat pengatur tingkat keasaman dalam darah, sering juga disebut buffer atau penyangga. semakin banyak kadar h2co3 yang masuk maka kondisi darah juga akan menjadi semakin asam. Dalam keadaan normal, ph darah dalam tubuh mausia harusnya sekitar 7.35 sampai 7.45, jika asam karbonat yang masuk berlebih, maka ph darah juga akan menjadi semakin asam. Keadaan ini kemudian akan membuat tubuh mengalami asidosis, biasanya gejala yang timbul meliputi gangguan jantung, susah bernafas, pusing, dan beberapa penyakit lain.

Selain akan membentuk senyawa berbahaya bagi tubuh , meniup makanan atau minuman panas juga bisa menjadi perantara penyebaran penyakit pernafasan. Biasanya terjadi pada ibu-ibu yang tengah menyuapkan anaknya, atau yang berbagi makanan dan minuman dengan lebih dari satu orang, jika salah satu diantaranya memiliki riwayat penyakit yang cara penyebarannya melalui udara, maka orang lain pun bisa langsung terkena imbasnya.

Lalu, bagaimana jika seseorang tengah dalam keadaan terburu-buru?

Jika memang kepentingannya begitu mendesak sehingga mengharuskan seseorang untuk cepat menyantap makanan atau meneguk minumnya, maka dalam suatu pembicaraan ulama disebutkan sebaiknya kita memindahkan sebagian isinya ke dalam wadah lain, kemudian ulangi seperti itu terus hingga habis isinya.

Dalam Syarahnya terhadap kitab Riyadhusshalihin, Syaikh Al-‘Alamah Muhammad Bin Sholeh Al-‘Utsaimin berkata:

إلا أن بعض العلماء استثنى من ذلك ما دعت إليه ال�*اجة ، كما لو كان الشراب �*اراً وي�*تاج إلى السرعة ، فرخص في هذا بعض العلماء، ولكن الأولى أن لا ينفخ �*تى لو كان �*اراً؛ إذا كان �*اراً وعنده إناء آخر فإنه يصبه في الإناء ثم يعيده ثانية �*تى يبرد

“Akan tetapi sebagian ‘Ulama mengecualikan larangan itu jika sangat dibutuhkan, seperti seseorang yang perlu makanan tersebut dalam waktu cepat maka para ulama memberika rukhshah atau keringanan, tetapi yang utama adalah tidak meniupnya walaupun makanan atau minuman itu panas. Apabila makanan atau minuman itu panas sedangkan memiliki wadah atau bejana yang lain, maka hendaknya ia memindahkannya ke wadah yang lain kemudian mengembalikannya lagi dan begitu seterusnya sampai makanan/minuman itu menjadi dingin.”

Namun pada akhirnya, cara teraman dalam penjagaan diri sebaiknya bersabarlah sejenak hingga makanan dan minuman yang akan kita santap dingin terlebih dahulu. Selain untuk menjaga kesehatan, dengan menjalankan saran tersebut, maka berarti kita telah melaksanakan anjuran dari Rasulullah SAW, panutan yang selalu menginginkan kita menjadi ummatnya yang berkualitas.

MasyaAllah, sahabat, begitu besar kasih sayang Rasul pada ummatnya, hingga meskipun pada masa dahulu belum diadakan penelitian yang membuktikan bahayanya, Rasulullah telah memberi tahu pada kita bahwa meniup makanan atau minuman adalah sesuatu yang tak baik bagi kesehatan.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

Latest News

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu disebut Interferon Alpha 2b Human...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar yang menggembirakan itu datang dari...

Positif COVID-19, Putri Spanyol Meninggal Dunia

SPANYOL (wahidnews.com) – Kabar duka datang dari Kerajaan Spanyol. Putri Kerajaan Spanyol, Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal dunia pada hari kamis tanggal 26 Maret...

Komunitas Muslim di Inggris Bersatu Lawan Virus Corona

London (wahidnews.com) - Wabah virus covid-19 masih melanda negara Inggris. Dalam rangka merespon wabah tersebut, Badan amal Muslim Hands yang berbasis di Nottingham telah...

Popular Post

Selamat Jalan Malaikat Kecilku…

Oleh : Farah RizaTubuh mungil berbungkus kafan putih itu menebar aroma melati. Derai air mata pun membasah di dada kami kala itu. Melepasmu untuk...

Muhasabah : Makna Bertambahnya Usia

Oleh : Ova YantiHari ini, genap sudah usiaku tiga puluh tahun. Merenungi tentang usia, tidak salahlah kalau aku, menghubungkannya dengan hari yang biasa disebut...

Di Balik Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Kali ini kita membahas tentang kalimat, "akan indah pada waktunya". Menulis atau mengucapkan kata-kata merupakan hak yang bebas dilakukan oleh siapapun, tanpa terkecuali. Namun, pernahkah...

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para Wanita

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para WanitaWanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi...

Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Oleh: Pipit Era MartinaMensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat...

More Articles Like This

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com