Inilah Mengapa Rasulullah Melarang Meniup Makanan dan Minuman

0
335
dilarang meniup makanan dan minuman

Oleh: Aannisah Fauzaania

Beberapa akibat mesti mempunyai sebab yang runut dalam pengaplikasiannya di kehidupan. Misalnya pelarangan atas sesuatu, biasanya ada alasan tersendiri mengenai mengapa sesuatu tersebut tidak diperbolehkan. Begitupun dengan larangan meniup makanan dan minuman.

Sahabat, dalam beberapa situasi ketika kita tengah makan atau minum dalam keadaan terburu-buru, atau ketika tengah merasa sangat kelaparan, sedangkan makanan yang akan kita santap masih mengepulkan asap karena panasnya, seringkali kita langsung meniup makanan atau minuman itu. Padahal Rasulullah SAW telah bersabda bahwa kita dilarang melakukan hal tersebut.

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ النَّفْخِ فِى الشُّرْبِ

Dari Abu Said Al Khudri bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang meniup minuman (HR. Tirmidzi)

Apakah alasan pelarangan tersebut jika ditilik dari perspektif sainsnya?

Jika dilihat dari kacamata ilmiah, ternyata makanan dan minuman yang masih panas akan mengeluatkan suatu uap air yang mengandung unsur utama H20. Ketika kita meniup makanan tersebut, maka dari dalam tubuh kita pun akan keluar zat karbondioksida sebagai hasil eksresi. Uap air yang bercampur dengan karbondioksida tadi kemudian akan berbaur menjadi senyawa H2CO3 atau asam karbonat yang jika kita hirup lagi secara langsung akan membahayakan tubuh.

Di dalam tubuh manusia, kandungan h2co3 ini memang telah tersedia sebagai zat pengatur tingkat keasaman dalam darah, sering juga disebut buffer atau penyangga. semakin banyak kadar h2co3 yang masuk maka kondisi darah juga akan menjadi semakin asam. Dalam keadaan normal, ph darah dalam tubuh mausia harusnya sekitar 7.35 sampai 7.45, jika asam karbonat yang masuk berlebih, maka ph darah juga akan menjadi semakin asam. Keadaan ini kemudian akan membuat tubuh mengalami asidosis, biasanya gejala yang timbul meliputi gangguan jantung, susah bernafas, pusing, dan beberapa penyakit lain.

Selain akan membentuk senyawa berbahaya bagi tubuh , meniup makanan atau minuman panas juga bisa menjadi perantara penyebaran penyakit pernafasan. Biasanya terjadi pada ibu-ibu yang tengah menyuapkan anaknya, atau yang berbagi makanan dan minuman dengan lebih dari satu orang, jika salah satu diantaranya memiliki riwayat penyakit yang cara penyebarannya melalui udara, maka orang lain pun bisa langsung terkena imbasnya.

Lalu, bagaimana jika seseorang tengah dalam keadaan terburu-buru?

Jika memang kepentingannya begitu mendesak sehingga mengharuskan seseorang untuk cepat menyantap makanan atau meneguk minumnya, maka dalam suatu pembicaraan ulama disebutkan sebaiknya kita memindahkan sebagian isinya ke dalam wadah lain, kemudian ulangi seperti itu terus hingga habis isinya.

Dalam Syarahnya terhadap kitab Riyadhusshalihin, Syaikh Al-‘Alamah Muhammad Bin Sholeh Al-‘Utsaimin berkata:

إلا أن بعض العلماء استثنى من ذلك ما دعت إليه ال�*اجة ، كما لو كان الشراب �*اراً وي�*تاج إلى السرعة ، فرخص في هذا بعض العلماء، ولكن الأولى أن لا ينفخ �*تى لو كان �*اراً؛ إذا كان �*اراً وعنده إناء آخر فإنه يصبه في الإناء ثم يعيده ثانية �*تى يبرد

“Akan tetapi sebagian ‘Ulama mengecualikan larangan itu jika sangat dibutuhkan, seperti seseorang yang perlu makanan tersebut dalam waktu cepat maka para ulama memberika rukhshah atau keringanan, tetapi yang utama adalah tidak meniupnya walaupun makanan atau minuman itu panas. Apabila makanan atau minuman itu panas sedangkan memiliki wadah atau bejana yang lain, maka hendaknya ia memindahkannya ke wadah yang lain kemudian mengembalikannya lagi dan begitu seterusnya sampai makanan/minuman itu menjadi dingin.”

Namun pada akhirnya, cara teraman dalam penjagaan diri sebaiknya bersabarlah sejenak hingga makanan dan minuman yang akan kita santap dingin terlebih dahulu. Selain untuk menjaga kesehatan, dengan menjalankan saran tersebut, maka berarti kita telah melaksanakan anjuran dari Rasulullah SAW, panutan yang selalu menginginkan kita menjadi ummatnya yang berkualitas.

MasyaAllah, sahabat, begitu besar kasih sayang Rasul pada ummatnya, hingga meskipun pada masa dahulu belum diadakan penelitian yang membuktikan bahayanya, Rasulullah telah memberi tahu pada kita bahwa meniup makanan atau minuman adalah sesuatu yang tak baik bagi kesehatan.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.