Hak Mereka yang Harus Kita Tunaikan

0
238
kampung muslim

Oleh: Ahmad Yusuf Abdurrohman

***

Dalam hidup di dunia ini, kita tidaklah sendirian. Pasti ada orang lain di sekitar kita yang berperan sangat besar pada kehidupan yang kita jalani ini. Nah, dalam setiap kesempatan yang ada pastilah kita akan melakukan interaksi dengan mereka yang ada di sekitar kita tersebut. Tak terkecuali, interaksi kita dengan sesama muslim.

Sebagaimana sebuah interaksi yang lain, dalam interaksi antara seorang muslim dengan muslim lainnya tentu memiliki beberapa hak yang mesti dilaksanakan. Bahkan, hak-hak seorang muslim harus diutamakan dan dipenuhi dengan sebenar-benarnya, karena ikatan antara seorang muslim dengan muslim lainnya lebih kuat dari apapun. Itulah ikatan iman dalam bingkai ukhuwah.

Sebagai seorang muslim, banyak hal yang harus kita penuhi sebagai konsekuensi dari iman dan cinta yang ada dalam kalbu kepada muslim lainnya. Dan semua itu sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW, serta dipraktikkan oleh para sahabatnya di zaman kenabian dahulu. Seorang muslim, hanya perlu membuka lembaran sejarah untuk mempelajari serta meneladani apa yang telah mereka lakukan. Lalu, apakah hak-hak yang harus dipenuhi oleh seorang muslim terhadap muslim lainnya?

Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Hak seorang muslim atas muslim lainnya itu ada enam.” Para sahabat bertanya, “Apakah hak-hak itu wahai Rasulullah?” Maka, Rasulullah menjawab, “Jika dirimu bertemu dengannya, ucapkanlah salam kepadanya. Jika dia mengundangmu, maka penuhilah undangannya. Jika dia meminta nasihat, maka berilah dia nasihat. Jika dia bersin kemudian mengucapkan ‘Alhamdulillah’ maka doakanlah. Jika dia sakit, maka jenguklah ia. Jika dia meninggal, maka antarkanlah jenazahnya.” (Hadits riwayat Muslim; 4/1705)

Itulah penjelasan Rasulullah tentang apa yang harus kita lakukan terhadap saudara seiman kita. Marilah coba kita jabarkan lebih jelas lagi.

1. Mengucapkan salam ketika berjumpa

Sudah menjadi suatu hal yang pasti, ketika seseorang bertemu dengan orang lain pasti akan ada perbincangan yang terjadi di antara keduanya. Nah, bagi seorang muslim ada ucapan yang harus terucap ketika bertemu saudaranya sesama muslim. Itulah ucapan salam. Ucapan yang bukan hanya sekedar ucapan, namun berupa doa keselamatan. Ucapan salam ini, tak hanya harus diucapkan saat berada dalam acara resmi, namun di mana pun saat sesama muslim saling berjumpa.

Rasulullah SAW bersabda, “(Hendaknya) Memberi salam orang yang berkendara kepada orang yang berjalan. Orang yang berjalan kepada orang yang duduk. Serta orang yang sedikit kepada orang yang banyak.” (Hadits Riwayat Bukhari Muslim)

Nah, mari kita mulai untuk menebarkan salam pada sesama muslim.

2. Memenuhi undangan

Suatu ketika, saudara muslim kita pasti akan mengundang kita pada salah satu acara yang diselenggarakan olehnya, semisal pernikahan dan lain sebagainya. Ketika itulah, sebagai seorang muslim kita harus memenuhi undangan tersebut. Selama acara yang diselenggarakan tidak bertentangan dengan syariat, sudah selayaknya kita berusaha menghadirinya karena ini juga yang akan mempererat tali ukhuwah kita.

3. Memberikan nasihat

Agama Islam adalah agama nasihat. Saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran sudah semestinya dilakukan. Rasulullah SAW bersabda, “Agama adalah nasihat.” Sahabat bertanya, “Untuk siapa, Wahai Rasulullah?” Rasulullah SAW menjawab, “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, Pemimpin muslimin, dan orang-orang awamnya.” (Hadits Riwayat Muslim)

Jika ada seorang saudara muslim yang meminta nasihat, maka berikanlah nasihat yang baik untuk meringankan apa yang sedang dipikul olehnya, atau memberikan solusi yang mesti dijalani dalam menghadapi masalah yang menimpanya.

4. Mendoakan ketika bersin

Bersin adalah salah satu gerakan alamiah yang sering kita alami setiap hari. Dan ternyata, Islam mempunyai adab tersendiri ketika seorang muslim mengalaminya, serta tentang ucapan dan doa yang harus dibaca oleh orang yang bersin maupun saudara muslim yang mendengarkannya.

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaknya dia mengucapkan, ‘Alhamdulillah’ sedangkan saudaranya atau temannya hendaklah mengucapkan, ‘Yarhamukallah’ (Semoga Allah merahmatimu). Jika saudaranya berkata ‘Yarhamukallah’ maka hendaknya dia berkata, ‘Yahdikumullah wa yushlih baalakum’ (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu).” (HR. Bukhari no. 6224 dan Muslim no. 5033)

5. Menjenguk ketika sakit

Sakit merupakan hal pasti yang akan dialami oleh setiap orang. Sebagai seorang muslim, kita harus mengunjungi orang yang sakit. Selain untuk mengingat betapa Allah telah memberikan nikmat sehat bagi diri kita, juga mendoakan saudara muslim yang sedang sakit agar segera Allah sembuhkan. Bahkan, Allah telah menyiapkan keistimewaan bagi seorang muslim yang menjenguk saudaranya yang sedang sakit.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, ‘Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menjenguk orang sakit, atau mengunjungi saudaranya seislam (karena Allah), maka akan ada yang memanggilnya, bahwa engkau telah berbuat baik dan perjalananmu juga baik serta engkau telah menyiapkan suatu tempat tinggal di dalam Surga.” (HR. At-Tirmidzi IV/365 no.2008, dan dinyatakan Shahih oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib II/349 no.2578).

6. Mengantarkan jenazahnya ketika meninggal

Kematian adalah hal pasti yang tak dapat dihindari oleh setiap yang bernyawa. Dan Islam, menganjurkan pemeluknya untuk mengantarkan saudara seiman yang meninggal menuju tempat dimakamkannya.

Dari Al Barra’ bin ‘Azib berkata, “Rasulullah SAW memerintahkan kami dengan tujuh perkara yaitu: Menjenguk orang yang sakit, mengiringi jenazah, mendoakan orang yang bersin, menolong yang lemah, menolong orang yang terzhalimi, menebarkan salam, dan menunaikan sumpah orang yang bersumpah.” (HR. Al-Bukhari no. 1239 dan Muslim no. 2066)

Itulah sedikit tentang apa yang harus kita penuhi bagi saudara muslim kita.

Semoga, dengan melaksanakan apa yang diajarkan oleh Rasulullah ini bisa memperkuat benang-benang ukhuwah antara kita dan muslim lainnya.

***

Jakarta, 04 Maret 2016