Bolehkah Merayakan Ulang Tahun?

0
241
ulang tahun

Oleh: Aannisah Fauzaania

Tulisan ini ingin mengupas makna dari perayaan ulang tahun. Terutama bagi yang menjadikannya bermewah-mewahan agar terlihat besar di mata orang lain. Menyandingkan alasan ingin menjadi putri/putra istimewa di hari itu saja. Padahal, bukankah setiap kita adalah sosok paling istimewa, setidaknya bagi dua orang; ayah dan bunda?

Sewaktu SMA, saya banyak mendapat undangan ulang tahun. Dari teman sekelas sampai yang seangkatan pun sering. Biasanya yang perempuan, kebanyakan mereka memang merayakannya secara high class. Tempat mewah, menggunakan party planner, kue besar, dan tamunya pun mesti mengikuti dresscode yang telah ditentukan. Tak jarang teman lain yang diundang memaksa diri untuk membeli baju baru agar pakaian yang dipakai bisa cocok dengan dress code yang telah ditentukan.

Kalau saya telaah dari banyak sisi, sebenarnya mengadakan pesta ulang tahun mewah seperti itu apa manfaatnya sih? Dari segi biaya, pasti beberapa puluh juta akan langsung tandas dalam semalam. Padahal, jika misalnya kita mau mengalihkan uang tersebut untuk makan bersama anak-anak yatim, atau memberikan sesuatu untuk orang-orang yang membutuhkan, lalu meminta doa kebaikan kepada mereka, pasti manfaatnya bisa lebih besar untuk kita, dan untuk yang menerima pun.

Terlepas dari ulang tahun mewah tadi, maka bolehkah sebenarnya merayakan ulang tahun dalam islam?

Sahabat yang dimuliakan Allah, kepuasan diri memang tak akan pernah habis jika terus digali. Manusia yang memiliki sifat ingin aktualisasi diri, ingin selalu hidup senang, ingin terlihat lebih baik dari yang lain, semuanya senantiasa mengusik sanubari untuk dituruti. Termasuk merayakan ulang tahun. Bukan tidak boleh, namun dalam Islam memang tidak ada dalil yang memperbolehkan dirayakannya ulang tahun. Apalagi jika dalam pelaksanannya mendatangkan lebih banyak mudharat, bukankah malah akan menjadi bid’ah yang merugikan?

Sahabat, mengapa tak lebih baik bermuhasabah diri saja di hari itu? Bagaimanakah hariku telah terlewat selama sekian tahun, sudah lebih baikkah? Atau hanya sekedar menghabiskan hari tanpa arti? Kualitas apa yang telah bertambah dalam diri? Lalu bagaimanakah hari esok akan kujalankan? Berniat untuk lebih baik kah, atau memandangnya biasa saja seperti hari-hari yang terlewat?

Astaghfirullah. Sahabat, jangan terlalu senang menyambut pengulangan hari lahir, karena sesungguhnya dari sisi lain, itu merupakan suatu hari pengurangan jatah umur di dunia ini. Tak sedihkah jika kita belum melakukan kebaikan di dunia ini, sedang umur kita telah semakin berkurang?

Sahabat yang dicintai Allah, beberapa orang ada yang berdalih bahwa islam memperbolehkan ulang tahun karena ada perayaan maulid nabi. Mereka menganggap itu anjuran dari Rasul kita yang patut dituruti dalam hari-hari. Padahal, jika kita telaah lagi kebenaran sumbernya, Rasul SAW tak pernah menyuruh umatnya untuk merayakan maulid dalam satu hadistnya pun.

Buku tarikh Islam diceritakan, kala itu Palestina dirampas oleh Pasukan Salib Eropa. Sultan Shalahuddin menyadari bahwa ummat islam telah menjadi lemah dan tak berani bangkit untuk berjuang membela bumi palestina di jalan Allah. Kebanyakan dari mereka telah terkena penyakit wahn, yaitu cinta dunia dan takut mati. Untuk membangkitkan lagi semangat kaum muslimin di sana, Sultan shalahudin akhirnya membuat suatu tadzkirah atau peringatan yang selanjutnya lebih dikenal dengan nama maulid nabi. Tujuannya tak kurang hanya agar umat muslim bisa mengingat lagi betapa teguh perjuangan Rasulullah SAW dalam membela Islam sampai titik darah penghabisan. Sedangkan mereka kini bersikap tak peduli seolah bumi Palestina itu bukan tanah air sendiri yang patut diperjuangkan. Maka setelah diadakan peringatan tersebut, banyak dari kaum muslimin akhirnya sadar dan mau berjihad di jalan Allah untuk membela tanah mereka agar tak dikuasai salib Eropa. Jadi peringatan maulid ini tak bisa dijadikan dalil tepat agar perayaan ulang tahun dibolehkan. Wallahu a’lam.

Sahabat, meskipun tak ada dalil yang menunjukkan secara gamblang, namun tentu saja kita mengetahui firman Allah bahwa ia membenci sesuatu yang berlebihan. Maka sebaiknya janganlah terlalu excited dalam menjadikan istimewa sesuatu. Jadikan pengulangan hari lahir tersebut sebagai waktu bermuhasabah diri. Jika sekedar ingin membagi rasa syukur atas umur yang masih diberikan, maka sebaiknya jadikanlah hal-hal yang bermanfaat seperti misalnya berbagi dengan anak yatim. Bukankah lebih indah?

Semoga kita tidak menjadi hamba yang merugi karena menyia-nyiakan kesempatan mensyukuri diri. Aamiin.