Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

0
6868
tanda syukur

Oleh: Pipit Era Martina

Mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan.

Pertama, bersyukur dengan hati. Cara bersyukur dengan hati ialah dengan mengakui sepenuh hati apapun nikmat yang diperoleh bukan semata-mata karena kepintaran, keahlian, dan kerja keras kita, melainkan karena anugerah dan pemberian Allah Yang Maha Kuasa. Keyakinan ini akan membuat kita merasa ikhlas dalam menerima nikmat yang Allah berikan baik itu kecil, sedikit atau berlimpah sekali pun.

Kedua, bersyukur dengan lisan. Mengucap kata ‘Alhamdulillah’ ialah satu bentuk bersyukur dengan lisan, mengakui secara terang-terangan bahwa kita mensyukuri nikmat yang berasal dari Allah SWT. Juga ucapan Alhamdulillah merupakan satu bentuk pujian kepada Allah, mengakui bahwa hanya Allah-lah yang pantas menerima pujian tersebut.

Ketiga, bersyukur dengan perbuatan. Caranya dengan menggunakan nikmat yang telah Allah berikan pada jalan dan perbuatan yang diridhoi-Nya. Seperti memberikan sebagian rezeki yang kita dapatkan kepada orang lain yang membutuhkan, mengadakan santunan anak yatim, membantu donasi pembangunan panti atau pondok pesantren, dan masih banyak hal lagi yang bersifat positif dan menandakan bahwa kita mensyukuri segala nikmat yang telah kita peroleh. Sikap ini berguna untuk senantiasa mengingatkan kita untuk selalu berterima kasih kepada Sang Pemberi nikmat (Allah).

Apabila direnungkan secara mendalam, alangkah begitu banyaknya nikmat yang telah Allah SWT berikan dalam kehidupan kita. Dan tidak jarang pula, kita lalai dalam mensyukuri serta mengakui akan nikmat yang kita terima itu berasal dari Allah SWT. Allah telah menjelaskan hal tersebut melalui firman-Nya, “Dan apa saja yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya).” (QS. An-Nahl: 53)

Betapa melimpahnya kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada kita, yang tidak terhingga jumlahnya. Allah memberikan kita kesehatan, kecerdasan, keahlian, ilmu, makanan, minuman, kebahagiaan dan segala macam bentuk nikmat lainnya yang terkadang kita acuhkan. Jika kita berusaha untuk menghitung berapa banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, niscaya kita tidak akan mampu menghitungnya. Allah ta’ala berfirman, “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 18)

Hakikat syukur adalah menampakkan nikmat dengan menggunakannya pada tempat yang sesuai dengan kehendak pemberinya. Allah memberi kita nikmat sehat untuk digunakan sebaik mungkin sebelum datang cobaan sakit. Allah memberi kita nikmat kecerdasan untuk digunakan sebaik-baiknya dalam membimbing dan menegakkan kebaikan dengan ilmu yang bermanfaat. Semua nikmat yang Allah berikan, diharapkan digunakan sesuai dengan fungsinya, bukan untuk dihamburkan secara percuma. Belajarlah untuk memanfaatkan segala sesuatu sesuai dengan porsinya.

Adapun yang dimaksud kufur nikmat adalah menyembunyikan dan melupakan nikmat yang jelas-jelas diperoleh dari Allah SWT. Menyombongkan diri, enggan mengakui bahwa apa yang dia miliki semata-mata karena pemberian-Nya. Dengan bangganya, mereka mengaku bahwa semua itu ialah buah dari hasil kerasnya dalam berusaha, semua murni tanpa perantara.

Semua bentuk syukur pada dasarnya ditujukan kepada Allah, karena Allah-lah yang memberikan kehidupan ini. Akan tetapi, kita juga dianjurkan untuk bersyukur kepada sesama manusia dalam bentuk lisan juga perbuatan. Mengucap kata terima kasih, merupakan satu wujud kita bersyukur kepada manusia karena mereka menjadi perantara nikmat Allah SWT. Mengucapkan kata terima kasih kepada orang tua yang telah banyak berjasa pada kehidupan kita menjadi perantara kehadiran kita di dunia ini, karenanya pula kita bisa bernafas hingg detik ini.

Contoh lain, kita mendapatkan pekerjaan dengan imbalan yang akan menjamin kehidupan kita bersama keluarga, maka kita juga harus berterima kasih kepada mereka yang telah memberikan kita peluang, karena melalui perantara mereka, nikmat Allah SWT sampai kepada kita. Manusia yang enggan bereterima kasih kepada orang lain yang sudah jelas memberi kita peluang nikmat, maka sama halnya kita tidak berterimakasih kepada Allah SWT. Sebagaimana dalam sebuah hadits telah disinggung, “Yang tidak mensyukuri manusia, maka ia tidak mensyukuri Allah.” (HR. Tirmidzi)

Di zaman sekarang ini, betapa banyak orang yang mengkreasikan rasa bersyukur, namun terkadang dengan cara-cara yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syukur itu sendiri. Untuk itu, para ulama telah menggariskan tata cara bersyukur yang benar, yakni dengan cara beribadah dan memupuk ketaatan kepada Allah SWT.

Allah SWT telah menyatakan dengan jelas bahwa orang-orang yang mau bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya, sangatlah sedikit. Kebanyakan manusia ialah ingkar terhadap nikmat yang telah Allah berikan kepada mereka. “Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas umat manusia, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukurinya.” (QS. Yunus: 60)

Semoga kita semua senantiasa mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, selalu mengingat bahwa bersyukur adalah salah satu kewajiban yang harus ditunaikan dalam kehidupan, agar kita bisa menjadi orang yang benar-benar hidup dalam husnul khatimah. Aamiin

Lampung, Rabu 17 Februari 2016