Benarkah Malam Jumat Itu Horor?

0
334
malam jumat

Oleh : Riska Kencana Putri

Malam Jumat identik dengan kesan horor dan mistis, apalagi jika sudah masuk malam Jumat kliwon, malam serasa panjang dan mencekam. Opini ini sudah telanjur merasuk ke hati masyarakat, diperkuat dengan hadirnya karya para sineas bangsa yang mengaitkan malam Jumat sebagai malam horor, malam mencekam karena banyak setan keluyuran.

Tak hanya di film-film saja, beberapa aliran kepercayaan, seperti kejawen memang menjadikan malam Jumat sebagai malam yang sakral.

Tapi bagaimana dalam Islam? Benarkah malam Jumat adalah malam horor?

Sahabat Wahid, hari Jumat dalam islam adalah hari besar, hari raya selain idul fitri dan idul adha. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya hari ini (Jumat) merupakan hari raya, Allah menjadikannya istimewa bagi kaum muslimin, maka barangsiapa yang akan mendatangi shalat Jumat hendaklah ia mandi.” (HR Ibnu Majah)

Rasulullah Saw bersabda, “Sebaik-baik hari adalah hari Jumat, pada hari itu Adam As diciptakan. Pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga, pada hari itu ia dikeluarkan dari surga, dan hari kiamat tidak akan terjadi kecuali hari Jumat.” (HR Muslim)

Yang namanya hari raya adalah hari yang menyenangkan, bukan sebaliknya; horor. Sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, sudah semestinya percaya hadits ini dibandingkan mitos yang beredar.

Selain merupakan hari raya dan hari yang paling baik, ternyata hari Jumat adalah hari yang istimewa bagi kaum muslimin. Bahkan pada masa kejayaannya, para khalifah menjadikan hari Jumat sebagai hari libur nasional.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah berkata, “Hari Jumat adalah hari ibadah. Hari ini dibanding dengan hari-hari lainnya dalam sepekan laksana bulan ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab pada hari Jumat seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan ramadhan.”

Bahkan dalam salah satu riwayat Nasa’i menyebutkan, Rasulullah Saw bersabda, “Hari Jumat itu 12 jam. Setiap muslim bila memohon kepada Allah sesuatu pada hari Jumat, maka hamba itu akan dikabulkan permohonannya oleh Allah. Untuk itu carilah hari Jumat pada waktu ashar.”

Hal inilah yang menjadikan para khalifah dulu meliburkan aktivitas sekolah dan perkantoran, supaya kaum muslimin bisa memaksimalkan ibadah mereka di hari yang penuh berkah.

Selain itu, taukah sahabat Wahid, bahwa ternyata hari Jumat itu Allah ciptakan khusus untuk kita -umat muslim. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim; dari Abu Hurairah dan Hudzaifah ra, Rasulullah Saw bersabda, “Allah telah memalingkan hari Jumat dari kaum sebelum kita, maka untuk Yahudi hari sabtu dan untuk Nasrani hari ahad, dengan begitu mereka akan mengikuti kita pada hari kiamat.”

Nah bagaimana? Masihkah percaya dengan mitos horornya malam Jumat setelah mengetahui keistimewaan hari Jumat? Oya, dalam penanggalan hijriyah, pergantian hari itu dihitung dari mulainya terbenam matahari (menjelang maghrib), jadi hari Jumat dimulai dari kamis malam (dari penanggalan masehi).

Jadi bagi sahabat Wahid yang masih ngeri dengan malam Jumat, semoga setelah membaca hadits Rasulullah tadi menjadi berani dan berlomba-lomba mencari keberkahan di hari yang istimewa. Perbanyak amalan sunah dan doa, semoga keridhaan Allah membersamai kita semua. Aamiin.