Beginilah Cara Malik bin Dinar Memperlakukan Maling

1
929
malik bin dinar
Ilustrasi

Oleh : Ilham Fatahillah

Maling bisa bertaubat gara-gara ketemu dengan Malik bin Dinar. Pada suatu malam, ada maling masuk rumah Malik bin Dinar, dan saat itu beliau sedang khusyu melaksanakan sholat malam.

Menyadari ada tamu tak diundang masuk ke rumahnya, maka beliau mempercepat sholatnya.

Sementara itu si Maling masih sibuk mencari-cari barang berharga di rumah Malik bin Dinar, namun tidak mendapatkan apa-apa. Sehingga si Maling hendak segera keluar rumah melalui jendela.

Rupanya Malik bin Dinar sudah meyelesaikan sholatnya dan langsung memanggil maling itu dengan ramah dan sopan, “Saudaraku, semoga Allah mengampunimu. Engkau sudah memasuki rumah dan tidak menemukan sesuatu pun yang berharga untuk diambil, akan tetapi aku tidak ingin membiarkanmu pergi tanpa mengambil manfaat apapun.”

Lalu Malik mengambil seember air dan berkata, “Berwudhulah dan lakukanlah shalat dua raka’at, karena jika kamu melakukannya, kamu akan meninggalkan rumahku dengan harta yang besar yang engkau cari ketika memasuki rumahku.”

Tertarik dengan perkataan Malik bin Dinar, Maling itu menjawab, “Baiklah, itu sungguh tawaran yang baik.”

Setelah berwudhu dan melakukan shalat dua raka’at, maling itu berkata, “Wahai Malik, apakah kamu keberatan jika aku tinggal lebih lama, karena aku ingin melakukan shalat dua raka’at lagi.” “Silahkan.” Jawab Malik.

Maling itu akhirnya menghabiskan malam dengan Qiyamulail sampai pagi. Lalu Malik berkata, “Sekarang silahkan pergi dan jadilah orang baik.”

Setelah dipersilakan pergi, bukannya Maling itu langsung pamit,namun justru ia berkata, “Apakah kamu keberatan jika aku tinggal bersamamu hari ini, karena aku sudah berniat untuk berpuasa pada hari ini.”

“Baiklah,silahkan tinggal di sini selama yang kamu inginkan.” Kata Malik.

Akhirnya Maling itu tinggal selama beberapa hari di rumah Malik, shalat di sepertiga akhir malam dan puasa setiap hari. Setelah beberapa hari menginap, Maling itu berkata, “Wahai Malik, aku telah membuat keputusan untuk bertaubat dari dosa-dosa dan jalan hidupku sebelumnya”.

Maling itu bertaubat setelah bertemu dengan Malik bin Dinar, dan ketika ia bertemu dengan teman seprofesinya (sebagai Maling). Temannya bertanya : “Apakah kamu sudah menemukan harta karunmu?”

Dia menjawab, “Saudaraku, yang aku temukan adalah Malik bin Dinar. Aku ingin mencuri darinya namun akhirnya dialah yang telah mencuri hatiku. Aku telah bertaubat kepada Allah, dan akan tetap bertaubat sampai aku meraih apa yang telah diraih oleh hamba-hamba-Nya yang taat dan dicinta-Nya.”

Sumber : Al-Mawa’idh wal Majalis : 85, oleh Muhammad Abduh Maghawiri