Adakah Cinta Dalam Diam?

0
613
cinta dalam diam

Adakah Cinta Dalam Diam?

Oleh: Rina Perangin-Angin

Kita tentu tak asing lagi dengan istilah “haramnya pacaran”. Keharaman ini ada dalam surah Al-Isra ayat 32 yang berbunyi, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Ayat itu cukup jelas menegaskan betapa pacaran haram sebab pacaran itu mendekati zina. Mulai dari tatapan mata, pegangan tangan, panggilan-panggilan yang tak seharusnya diucapkan kecuali oleh pasangan suami-istri dan lain sebagainya. Tapi disini, penulis sebenarnya tak ingin membahas itu, sebab topik pacaran haram sudah terlalu sering dibahas.

Oke, langsung saja ke fakta yang terjadi. Belakangan ini, ada istilah “cinta dalam diam” yang beredar pesat terutama di kalangan mahasiswa, khususnya mereka yang merupakan aktivis. Lalu adakah cinta dalam diam? Jika ada, seperti apa sebenarnya cinta dalam diam itu sendiri?

Dalam Islam sendiri, memang benar bahwa “cinta” adalah “fitrah” yang Allah hadirkan dalam setiap hati manusia. Cinta juga hal yang wajar dan akan timbul dengan sendirinya. Misalnya cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah SAW, cinta kepada Orangtua, tak perlu waktu lama, cinta itu akan hadir.

cinta dalam diamSelain cinta yang dicontohkan di atas, ternyata masih ada satu cinta lagi yang Allah hadirkan, yakni cinta kepada lawan jenis. Cinta inilah yang akhirnya mendorong insan di bumi ini untuk menghalalkan cinta tersebut melalui ikatan pernikahan.

Tak ada yang salah dengan cinta itu. Namun, seperti yang dibahas di atas, bahwa pacaran itu haram, hingga sebagai manusia, kita harus mencari jalan yang benar. Yakni mempercayakannya pada Allah. Mempercayakan kepada Allah bukan sekedar menolak pacaran, tapi juga tak mengumbar cinta itu sendiri sebelum halal. Nah, kalau selama ini kita tak pacaran tapi masih sering menceritakan orang yang kita sukai kepada sahabat atau teman, berarti kita belum bisa menjaga hati. Apalagi bila sampai mengumbarnya lewat sosmed seperti BBM, Facebook, dan lainnya.

Ingat, dia yang saat ini kita sukai belum tentu menjadi jodoh kita kelak. Oleh karena itu, kurang bijak rasanya bila kita sudah mengumbarnya kemana-mana. Bukankah jodoh tak akan tertukar? Kita umbar atau tidak, bila dia memang jodoh kita, maka Allah akan mempertemukan. Kita umbar atau tidak, bila dia memang tidak berjodoh dengan kita, ya tidak akan berjodoh sampai kapanpun.

Intinya sih, bukankah lebih baik cinta itu hanya diri sendiri dan Allah saja yang tahu, seperti cintanya Ali kepada Fatimah yang setan pun tak berhasil mengetahui itu? Bukankah lebih indah bila cinta itu diucapkan setelah dihalalkan?