3 Sekawan Itu Bernama Syukur, Sabar dan Ikhlas

Must Read

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar...

Oleh : Newisha Alifa

3 amalan hati yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap kita adalah; syukur, sabar dan ikhlas.

Sebagian orang ada yang mendahulukan syukur dulu baru sabar, atau bersabar dulu kemudian bersyukur. Tapi pada akhirnya saya yakin, kolabolarasi antara keduanyalah yang kelak akan menghasilkan perasaan IKHLAS dalam diri seorang manusia yang mengaku beriman kepada Allah Swt.

Dalam penerapannya, ketiga perasaan ini seakan-akan memiliki pengertian yang berbeda-beda. Namun jika direnungkan lagi, sebenarnya satu sama lain saling berkaitan. Sejatinya, selalu ada benang merah yang tak bisa dipisahkan antara rasa syukur, sabar dan ikhlas, ketika salah satu dari perasaan ini sudah dimiliki seorang hamba.

Dari salah satu kisah utusan Allah Swt di bawah ini, kita bisa mengambil banyak pelajaran tentang makna dan korelasi antara ketiga perasaan tersebut.

Apa yang dirasakan Nabi Ibrahim As ketika mendapat perintah untuk mengorbankan putra kesayangannya: Nabi Ismail As? Begitu pula sebaliknya, bagaimana perasaan seorang anak ketika mendapati Rabb-nya menyuruh sang bapak untuk menyemblihnya?

Jika menuruti fitrah keduanya sebagai sepasang bapak dan anak, tentu mereka merasa sedih dan tidak rela terhadap perintah Allah itu. Namun karena Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As adalah dua manusia pilihan Allah dengan kadar ketakwaan yang begitu maksimal, jadilah mereka “Sami’na Wa ato’na”, “Kami dengar dan kami taat” terhadap perintah Allah. (QS 37: 101-111)

Dimana letak syukurnya?

Nabi Ibrahim As pun bersyukur memiliki putra yang taat seperti Ismail As. Seorang anak yang rela dikorbankan, demi mendukung ayahnya untuk mematuhi perintah Allah. Pun sebaliknya, Nabi Ismail As merasa sangat bersyukur dianugrahi ayah sehebat Ibrahim As, yang jika beliau sampai diuji seperti itu berarti ayahnya itu pastilah memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah. Bukankah kadar ujian seorang hamba disesuaikan dengan kadar ketakwaan dan kedekatan dia dengan Allah?

Dimana letak sabarnya?

Perlukah ada penjelasan yang lebih detail lagi, untuk menggambarkan betapa sabarnya sepasang bapak dan anak itu dalam menerima dan menjalankan perintah Allah tersebut?

Hingga pada akhirnya tibalah di puncak kedua rasa itu yakni; ikhlas. Ketika dua hamba Allah yang beriman itu sudah bersyukur lagi sabar terhadap segala Ketatapan Allah, maka ikhlas pun akan lahir dengan sendirinya. Ikhlas lahir dalam diri mereka yang menerima, rela dan ridho akan hakikat hidup ini sejatinya untuk bermuara pada Ridho-Nya Allah. Bahwa ketika semuanya diniatkan karena dan untuk Allah, maka tiada satu pengorbanan pun yang terhitung sia-sia.

Jika kita mau menadaburi Al-Qur’an, mempelajari kisah-kisah para Nabi dan orang-orang beriman lain di dalamnya, maka kisah Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As hanyalah satu dari banyak kisah yang ada di sana.

Masih ada kisah Nabi Ayyub As yang tetap bersyukur, bersabar dan ikhlas ketika diuji dengan sakit menahunnya. Kisah Siti Maryam yang harus mengandung tanpa didampingi suami. Kisah ibu Nabi Musa As yang harus merelakan anaknya diasuh oleh keluarga Fir’aun. Kisah Nabi Yunus As yang tidak bersabar menghadapi kaumnya hingga ia berada di dalam perut ikan paus dan kisah-kisah lainnya yang tak kaya akan hikmah.

Namun, percayalah …
Menerapkan ketiga perasaan kita memang TIDAK SEMUDAH membahasnya. Ketiganya adalah kata-kata yang ringan dalam ucapan, namun berat dalam mengaplikasikannya, KECUALI bagi orang-orang yang memang selalu berusaha untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.

Mulailah dengan ‘menerima’ bahwa segala yang terjadi pasti tak luput dari Kehendak-Nya. Dan segala Kehendak-Nya In Syaa Allah pada akhirnya selalu baik untuk kita yang juga selalu berbaiksangka pada Ketetapan-Nya.

Aamiin Yaa Robbal Alamiin.

Cikarang, 11 Jumadil Tsani 1437 H • 21 Maret 2016

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

Latest News

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu disebut Interferon Alpha 2b Human...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar yang menggembirakan itu datang dari...

Positif COVID-19, Putri Spanyol Meninggal Dunia

SPANYOL (wahidnews.com) – Kabar duka datang dari Kerajaan Spanyol. Putri Kerajaan Spanyol, Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal dunia pada hari kamis tanggal 26 Maret...

Komunitas Muslim di Inggris Bersatu Lawan Virus Corona

London (wahidnews.com) - Wabah virus covid-19 masih melanda negara Inggris. Dalam rangka merespon wabah tersebut, Badan amal Muslim Hands yang berbasis di Nottingham telah...

Popular Post

Selamat Jalan Malaikat Kecilku…

Oleh : Farah RizaTubuh mungil berbungkus kafan putih itu menebar aroma melati. Derai air mata pun membasah di dada kami kala itu. Melepasmu untuk...

Muhasabah : Makna Bertambahnya Usia

Oleh : Ova YantiHari ini, genap sudah usiaku tiga puluh tahun. Merenungi tentang usia, tidak salahlah kalau aku, menghubungkannya dengan hari yang biasa disebut...

Di Balik Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Kali ini kita membahas tentang kalimat, "akan indah pada waktunya". Menulis atau mengucapkan kata-kata merupakan hak yang bebas dilakukan oleh siapapun, tanpa terkecuali. Namun, pernahkah...

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para Wanita

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para WanitaWanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi...

Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Oleh: Pipit Era MartinaMensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat...

More Articles Like This

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com