Wahai Suami, Berhiaslah Untuk Istrimu

0
463
suami istri

Oleh : Ova Yanti

Seorang wanita itu senantiasa memelihara diri, kebersihan badan dan kecantikan wajah serta kebersihan rumah yang mereka naungi. Pada umumnya  wanita kalau masih gadis, ia sangat memperhatikan dirinya, kecantikan, kebersihan badan, bentuk pakaian, sopan santun dan sebagainya.

Akan tetapi kalau sudah bersuami, semua itu baik kecantikan, kebersihan lainnya sudah berkurang. Itu dikarenakan kurangnya waktu atau tidak sempatnya ia berdandan karena sibuk mengurusi kebersihan rumah dan merawat anak-anak sehingga dia lupa mengurusi dirinya sendiri.

Namun, sebagai istri yang sholehah, dia akan berusaha tampil cantik di depan suaminya ketika suami pulang kerja. Setidaknya baju Daster yang bau amis dari aroma ikan yang digoreng sudah tergantikan. Istri akan selalu berusaha menyenangkan hati suaminya semata-mata untuk mengharapkan ridho-NYA.

Ketika malam tiba, dan hendak menuju keperaduan untuk menyatukan hati dalam satu rasa. Istri selalu menyempatkan diri untuk membasuh muka. Kemudian memakai wewangian agar tercium wanginya oleh suami dan membuat suami merasa nyaman di dekatnya.

Saat suami pulang kerja, rumah sudah terlihat rapi dan bersih, sehingga suami merasa betah tinggal berlama-lama di dalam rumah. Terbentuklah jalinan kasih dalam cerita indah di sore hari.

Di depan cermin, seorang istri bergaya bak seorang putri kecantikan. Dia melakukan apa yang dia mampu agar suaminya, cinta halalnya merasa senang.

Tapi bagaimana sebaliknya dengan suami? Yang justru tidak peduli, bahkan terkadang penampilan dan bau tubuhnya membuat orang-orang lari. Di dalam rumah dia tidak pernah menjaga kebersihan diri. Dia mengira hal itu tidak perlu dilakukan, selama dia dapat memberi biaya hidup keluarga. Dia menganggap tak perlu lagi memperhatikan kerapian baju, kerapian rambut karena sekarang dia tidak sendiri lagi, telah ada istri disampingnya. Padahal istri telah bersusah payah menyediakan baju yang telah di setrika rapi di lemari tapi enggan untuk mengganti. Istri dari suami seperti ini hanya bisa mengelus dada dan bersabar menghadapi sikap dan perilaku yang tidak mengenakkan tersebut. Terkadang ketidakbersihan suami dalam merawat diri membuat istri malu, karena istrilah yang dituduh tidak dapat mengurus suaminya.

Nah, buat para istri yang membaca artikel ini. Apakah suami anda seperti yang saya paparkan di atas? Jika iya bersabarlah, katakan dengan lemah lembut keinginan kita.

Untuk para suami yang meremehkan upaya untuk menghias diri ketika berada di dalam rumah dan tidak memberikan hak ini kepada istri-istri mereka, Prof. Najla  Azh-Zhihar- penulis buku “kafe kebahagiaan suami istri”– telah mengirim sebuah surat peringatan. Isinya sebagai berikut.

“ketahuilah, wahai suami, bahwa wanita itu adalah makhluk yang lembut dan memiliki kecenderungan yang lebih halus dari pada kecenderungan laki-laki. Oleh karena itu, jangan engkau sia-siakan perasaaan dan kecenderungannya dengan pikiranmu yang keliru bahwa wanita pasti menyukai laki-laki bagaimanapun keadaannya, baik pakaiannya yang kotor dan berbau maupun pakaiannya yang bersih dan wangi. Sesungguhnya wanita juga dapat merasakan seperti dirimu, hai laki-laki. Wanita juga menyukai suaminya yang bersih dan rapi dihadapannya. Bahkan dalam hal ini, perasaannya lebih sensitive. Akan tetapi, rasa malu mencegahnya untuk mengatakan terus-terang kepadamu tentang keaiban  yang tidak menyenangkan dan dapat menciptakan jurang pemisah antara  hatinya dan hatimu. Keadaan ini bahkan dapat menghalanginya untuk merasakan kenikmatan bersamamu. Terkadang rasa takut rumah tangganya akan hancurlah yang mencegahnya untuk mengatakan terus terang.

Akhirnya dia pun hanya diam dan menjauh darimu. Tidak ada lagi yang engkau miliki pada dirinya selain tubuhnya saja, sedangkan hatinya sudah hancur karena sedih dan terbakar kerinduan untuk melakukan hubungan intim yang hangat dan sempurna.

Waspadalah hai suami!!! Akibat ketidak pedulianmu untuk berhias diri. Sebab ketidak pedualian itu bila sudah terlalu lama, dan kebencian istri semakin memuncak, dapat mendorongnya kepada dua hal :
1. Zina
Demikianlah yang diberitahukan Rasulullah SAW seperti yang diriwayatkan oleh Thabari bahwa beliau bersabda:
“Cucilah pakaian kalian, potonglah rambut kalian; bersikat gigilah kalian;berhiaslah kalian;dan bersihkanlah diri kalian, sebab Bani Israil tidak pernah melakukan itu, akhirnya  para istri mereka melakukan zina”

2. Thalaq
Diriwayatkan bahwa seorang suami yang rambutnya acak-acakan lagi berdebu datang bersama istrinya pernah menemui Khalifah ‘Umar bin Khathtab. Ketika itu istri berkata.: “Aku tidak ingin menginginkan laki-laki ini lagi, wahai Amirul Muk’minin.” (maksudnya dia minta cerai.)

Umar  tahu  alasan ketidaksenangn istri kepada suaminmya, maka dia menyuruh suami,  itu untuk mandi, memotong rambut dan kuku. Tak lama kemudian, sang suami datang dan ‘Umar langsung menuruh suami itu untuk menemui istrinya. Istrinya merasa asing dengannya dan bahkan lari darinya, namun kemudian dapat mengenalinya. Dia pun menerima suaminya dan membatalkan permohonan cerai. Lalu ‘Umar berkata : “seperti  inilah hendaknya kalian bersikap terhadap para istri. Demi Allah, sesungguhnya mereka senang jika kalian menghias diri untuk mereka sebagaimana kalian senang jika mereka berhias diri untuk kalian.

Jadi, berhias dirilah untuk istrimu wahai suami…
Jangan biarkan bau tubuhmu membuat istrimu menjauh dan merasa tidak nyaman berada di dekatmu. Bukankah ada mahfudzot (kata-kata mutiara) yang mengatakan, “Kebersihan sebagian dari Iman?”

TAKENGON, 2/4/2016