Sampaikanlah Walau Hanya…

0
187
sampaikan dakwah

Oleh: Anna Jameela

Saat kita berdakwah/menyampaikan kebaikan, akan selalu ada orang-orang yang mencela. Seolah mata mereka hanya tertuju pada satu titik keburukan kita saja. “Halah, sok suci! Keluarganya aja begini dan begitu, orang tuanya saja nggak bener, bicara sok baik ya ku ketawain aja, cuih!”

Tidak perlu bersedih apabila kita berada pada kondisi tersebut. Karena bisa jadi orang yang bicara seperti itu lupa, bahwa Rasulullah SAW saja menitikkan air mata kala berdoa dan memohon kepada Allah agar membukakan pintu hidayah untuk Abu Thalib. Lalu Allah pun menghibur Rasulullah dengan berfirman dalam surah Al Qashsas : 56.

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”

Sudah jelas Allah mengatakan, hanya Allah-lah yang berhak atas hidayah. Lantas kita ini siapa? Sekelas shahabiyah juga belum, apalagi selevel Nabi.

Hey, darling !!!! Don’t you remember the story of a Keledai (donkey) and a father ???

Mari kita renungkan lagi Q.S Al Baqarah ayat 148 Allah berfirman, “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Sungguh, tidak ada kebaikan yang sia-sia, bahkan perbuatan kita yang nilainya sebiji zarrah pun di catat Allah sebagai pahala kebaikan. Bisa saja kebaikan yang menurut kita sedikit justru menjadi penyebab terhapusnya seluruh dosa-dosa kita di masa lalu dan akan datang.

Mengapa kita bisa sibuk berlomba untuk urusan dunia tetapi tidak bisa untuk akhirat? Tidak malukah kita, apabila hanya menjadi penonton dan komentator pada setiap kesempatan kebaikan yang orang lain lakukan, sementara diri sendiri tidak berbuat apa-apa? Apakah kita tidak ingin seperti Ukasyah ?

Jangan menyia-nyiakan kesempatan kawan. Lakukan apa yang bisa kita lakukan karena hidup ini tidak ada kata delay.

Coba tatap jam yang melekat di dinding. Adakah ia menunggu??

Ingatlah, tidak ada syarat bahwa berdakwah hanya boleh dilakukan oleh orang yang tidak pernah melakukan dosa. Kita ini di ciptakan sebagai manusia sejatinya tidak akan pernah luput dari alpa. Bahkan ajal sekalipun tidak menunggu kita menjadi baik terlebih dahulu. Lalu, mengapa tatkala akan melakukan kebaikan saja masih ada perasaan risih dan sungkan ????

Ingat, hidup adalah pilihan dan bukan untuk memilih.

So, let’s start moving !!!!!