Sabar Tiada Batas

0
641
sabar tiada batas

Oleh : Rina Perangin-Angin

Sabar…

Satu kata yang selama ini menjadi susah-susah gampang untuk dilakukan. Mengapa susah? Sebab setiap kali ingin bersabar, maka setan akan terus menggoda sekuat tenaga supaya manusia segera melepas kesabaran itu. Namun apabila kita mampu bertahan, niscaya akan ada balasan yang indah yang kelak Allah beri. Insya Allah.

Adapun kesabaran itu sendiri terbagi atas tiga, yakni PERTAMA, sabar dalam ketaaatan. Ini bisa kita lihat dalam surah Ali Imran ayat 200 yang berbunyi, “Hai orang-orang berimana, bersabarlah kalian dan kuatkan kesabaran kaliandan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.”

Berdasarkan ayat di atas bisa kita simpulkan bahwa Allah menyuruh kita untuk senantiasa bersabar dalam ketaatan. Misalnya sabar dalam shalat yang berjumlah lima kali dalam sehari semalam. Itu belum ditambah dengan serangkaian shalat sunnah lainnya. Rasa bosan pasti pernah ada, tetapi harus dilawan.

Contoh lain misalnya dalam puasa. Di mana saat itu kaum muslim harus mampu menahan rasa lapar, haus, dan yang terpenting menahan hawa nafsu, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Capek??? Jelas, apalagi untuk yang baru mencoba Namun ingatlah, jika kita bersabar, insya Allah ada kenikmatan yang tak bisa kita ungkapkan melalui kata-kata.

Atau bersabar dalam dakwah. Kita tahu bahwa kewajiiban berdakwah terletak pada semua pundak kaum muslim. Tanpa terkecuali. Jadi salah sekali kalau ada yang bepikir bahwa kewajiban berdawah terletak pada ustadz atau ustadzah saja. Yang sudah terjun ke dunia dakwah pasti mengetahui bagaimana perjuangannya. Mulai dari kita menyebarkan kebaikan tetapi ditolak, kita menyebarkan buletin tetapi dibuang, atau yang lebih parahnya, kerap sekali pengemban dakwah justru mendapat ejekan, cacia, hinaa, dan lain sebagainya. Namun, kita harus senantiasa bersabar. Ingatlah bahwa ketika kita mulai mengeluh, mulai kehilangan kesabaran, maka sadar atau tidak, keihklasan kita pun ikut terkikis. Ya, sabar dan ikhlas ini memang sangat erat hubungannya. Orang-orang yang ikhlas, insya Allah mereka pun bersabar. Dan sebaliknya, ketika kesabarannya mulai hilang, maka keikhlasannya pun mulai terkikis

KEDUA, sabar dari hal-hal yang Allah haramkan. Ini juga sangat penting. Zina itu haram, maka sudah seharusnya sebagai muslim, kita senantiasa bersabar, yakni menjaga diri agar terhindar dari dosa itu.

KETIGA, yaitu sabar dari takdir yang Allah tetapkan. Jenis sabar yang ketiga ini seringkali membuat manusia tergelincir. Kita tentu sering melihat orang yang ketika diberi cobaan lalu orang itu dengan dramatisnya bertanya, “Apa salahku? Mengapa Allah memberi cobaan seberat ini?” Astaghfirullah, semoga kita bukan tergolong ke dalamnya.

Sabar menerima takdir yang Allah tetapkan sangat penting. Sebab, tak jarang seseorang akhirnya berburuk sangka kepada Allah hanya karena Allah sedang mengujinya. Satu hal yang harus selalu kita yakini, bahwa Allah tak pernah memberi cobaan di luar batas kemampuan kita. Allah menguji kita untuk mengetahui apa kita layak naik ke level keimanan selanjutnya atau tidak.

Yakinlah hal yang buruk menurut kita, belum tentu buruk menurut Allah. Bisa saja cobaan yang Allah kasih merupakan kasih sayang-Nya pada kita. Sabarlah wahai hati. Sesungguhnya, ketika Allah memberi ujian, Allah hanya ingin kita mengadu padanya, menagis dihadapannya.menggantungkan diri padanya. Itu saja.

Bersabarlah wahai jiwa. Sesungguhnya kesabaran tak memiliki batas. Mengapa? Karena di saat bersabar, kita menjadi begitu dekat dengan Alah. Jika kita membatasi sabar, berarti kita membatasi kedekatan dengan Allah. Wallahu a’lam.