Pentingnya Manajemen Islami

0
1023
manajemen islami

Oleh: Afdalil Zikri

Manajemen berasal dari bahasa Inggris yaitu management dengan kata kerja to manage yang secara umum berarti mengelola, mengurusi. Manajemen merupakan suatu hal yang sangat penting dalam memudahkan tujuan manusia untuk mencapai tujuan. Karena begitu pentingnya, maka para pakar atau ahli berusaha mencari metode, sistem dan teori untuk mencapai tujuan sehingga lahirlah manajemen sebagai ilmu. Dalam perkembangannya sebagai ilmu, manajemen adalah salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seseorang atau badan usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Alasan inilah yang menjadikan pelaku usaha harus menguasai ilmu manajemen dalam mendukung kelangsungan usahanya.

Tantangan utama manajemen modern adalah bagaimana menciptakan organisasi yang baik, yaitu organisasi yang mampu menghadapi tantangan dan siap bertahan dalam jangka waktu yang lama. Namun dalam banyak penelitian membuktikan bahwa teori manajemen modern masih gagal dalam mengatur perilaku individu dalam mencapai tujuan organisasi, meskipun tidak dipungkiri bahwa teori manajemen modern juga menghasilkan banyak manfaat. Pernyataan ini bukanlah tanpa alasan, karena kegagalan itu dapat dilihat dari banyaknya perusahaan yang mengabaikan nilai-nilai moral dan etika.

Teori manajemen modern mengajarkan meraup untung dengan segala cara, persaingan dengan menjatuhkan lawan, berorientasi kepada materi, serta banyaknya penyimpangan yang dilakukan oleh sumber daya yang terlibat karena menuntut produktivitas kerja dan kompetensi. Sangat jelas terlihat bahwa persaingan dengan cara membunuh lawan dan terkadang menghalalkan segala cara terdapat pada manajemen pemasaran.

Akibat dari berbagai macam kegagalan ini, timbul pertanyaan apakah untuk mendapatkan keuntungan harus menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan? Tentu jawabannya tidak, karena untuk mencapai tujuan nilai-nilai sosial kemanusiaan harus dijunjung tinggi. Inilah beberapa bentuk kegagalan teori manajemen modern. Lalu untuk mencapai sebuah tujuan agar bisa menjunjung nilai-nilai sosial kemanusiaan harus menggunakan teori manajemen seperti apa? Teori manajemen modern yang beorientasi kepada kepada materi (sekulerisme) adalah antitesa dari teori manajemen berbasis syariah (Islami) yang sangat menghargai nilai-nilai kemanusiaan.

Manajemen modern yang diagungkan oleh sebagian besar perusahaan dunia terdapat faktor yang sering diabaikan seperti yang dijelaskan di atas, dan yang lebih penting adalah terabaikannya faktor spiritual karena orientasi keuntungan dan lebih bersifat duniawi. Ini memicu timbulnya ilmu manajemen berbasis Islami. Yusanto dan Wiradjajakusuma sebagaimana dikutip oleh Abdul Halim Usman dalam Manajemen Strategis Syariah, menerangkan bahwa dalam realitas keilmuan Islam, ada tiga macam kebenaran yaitu kebenaran i’tiqadi (imani) adalah mutlak berasal dari Allah yang bisa dibuktikan dengan rasional, kebenaran syar’i (syariat) adalah berdasarkan keputusan syariah, dan kebenaran waqi’i (faktual) adalah muncul dari ketepatan indra atas fakta yang ada. Maka muncullah ilmu manajemen berbasis Islami.

Abdul Halim Usman dalam Manajemen Strategis Syariah, juga mengutip pendapat Rivai yang menilai manajemen Islami atau lebih dikenal dengan manajemen syariah merupakan manajemen dalam perspektif Islam. Manajemen berbasis syariah adalah berbasis pada ketuhanan dengan pondasi syariah, tauhid dan akhlak. Tauhid menjadi dasar seluruh disiplin ilmu. Syariah membimbing aktivitas dan sesuai dengan kaidah-kaidah syariah dan akhlak membimbing aktivitas ekonomi agar mengedepankan moralitas dan etika untuk mencapai tujuan organisasi.

Perkembangan manajemen syariah sangat signifikan dewasa ini. Ini bisa terlihat dari pesatnya badan usaha yang menerapkan prinsip syariah seperti konsep kemitraan (mudharabah dan musyarakah), persaudaraan (ukhuwah) dan ridha Allah (mardhatillah). Bukti konkritnya adalah dengan banyaknya lembaga perbankan yang berbasis konvensioanal membuka layanan syariah. Diperkirakan bahwa manajemen berbasis syariah akan bertahan lama dan mengalami perkembangan yang pesat dikarenakan mempunyai konsep yang jelas, di antaranya adalah untuk mencapai tujuan bukan berarti harus membunuh lawan, berkompetensi tidak sehat, tujuan bukan untuk duniawi semata atau lebih tepatnya manajemen syariah memperhatikan sisi kemanusiaan.

Bahwa untuk mencapai untung yang besar harus dengan modal yang besar dan sebaliknya. Menghargai cara kerja masing-masing individu akan membuat hati lebih tenang dan juga mengamalkan ajaran agama seperti firman Allah SWT, “Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalanNya.” (QS. Al Isra’:84)

Penerapan prinsip manajemen syariah maka akan membuka peluang untuk hidup bersama secara berdampingan. Lalu apakah kita sebagai muslim akan tetap bertahan dalam teori manajemen modern dengan banyak mengabaikan sisi moral kemanusiaan, atau memegang kembali pinsip manajemen syariah yang menjunjung nilai kemanusiaan dengan ajaran Tauhid, serta pondasi syariah dan akhlak? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.