Pengaruh Makanan Terhadap Akhlak

Must Read

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar...
Oleh : Rina Perangin-Angin

Sebagai muslim, tentu kita tak asing lagi dengan keharaman beberapa jenis makanan seperti darah, babi, anjing dan juga beberapa jenis minuman seperti arak atau minuman lainnya yang bersifat memabukkan. Tapi tahukah kita bahwa setidaknya ada beberapa alasan kenapa kita tak boleh memakan makanan yang telah Allah haramkan?

Pertama, ketika kita tetap memakan apa yang telah Allah haramkan, itu berarti kita telah secara terang-terangan menantang Allah. Secara terang-terangan melawan perintah Allah dan akibatnya? Sungguh tinggal menunggu murkanya Allah saja. Sebagai orang yang beriman atau yang sedang memperbaiki diri menjadi lebih baik, tunduk kepada perintah Allah adalah mutlak. Ini terdapat dalam Surah Al-Baqarah : 285 yang berbunyi, “… Kami dengar dan kami taat (Mereka berdoa) : Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” Ayat tersebut jelas menegaskan bahwa sebagai hamba, kita wajib untuk  “dengar dan taat” ketika mendengar perintah Allah.

Kedua, ketika kita tetap bersikeras melanggar perintah Allah dan memilih makanan yang Allah haramkan, maka keburukan pasti terjadi pada diri kita baik dunia maupun akhirat. Ketahuilah bahwa segala yang masuk ke dalam tubuh akan memberi dampak pada sifat kita juga. Misalnya jika seseorang suka minum arak atau minuman memabukkan lainnya, maka sifatnya pun akan tertempah menjadi orang yang pemarah atau temperamental. Sulit membedakan yang baik dan buruk.

Begitu juga dengan makanan. Kita ambil contoh sapi. Kita tau bahwa sapi memakan rumput. Dari sini, dapat dilihat bahwa jika memakan sapi maka sifat orang itu sedikit banyak akan terpengaruh yakni menjadi orang yang lembut, tidak buas, cenderung penurut, itu terlihat dari sifat sapi yang selalu menurut pada pengembalanya. Sama halnya bila kita memakan hewan bertaring seperti anjing, maka sifatnya akan lebih buas. Lebih sulit mengontrol emosi. Itu terlihat dari sifat anjing yang memang lebih galak atau lebih buas dari si sapi. Contoh lain adalah babi, seseorang yang memakannya sedikit banyak akan terpengaruh dengan sifat babi tersebut. Lihatlah bagaimana sifatnya yang pemalas, hidup di tempat yang kotor, memakan apa saja yang ditemuinya, dan ini akan memberi efek buruk bagi si pemakannya.

Itu hanya sebagian kecil contoh dari realita yang terjadi di masyarakat. Percaya atau tidak, makanan memang memiliki andil dalam menghasilkan karakter seseorang meskipun tidak bersifat mutlak. Sebab “karakter manusia” tak terbentuk hanya karena faktor internal (dari dalam diri seperti makanan) tapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal (faktor luar seperti pola pengasuhan, pendidikan yang diterima, dll).

Jika masih ingin melihat realita lainnya, lihatlah bagaimana karakter orang di daerah barat seperti Eropa. Mereka terbiasa hidup bebas, melupakan akhlak bahkan ketika berhadapan dengan orangtua sekalipun. Itu juga kenapa di barat, memanggil orangtua dengan nama langsung, bukan hal yang aneh atau tabu lagi. Santun dalam bertatakrama seolah tak berarti bagi mereka.

Lalu lihat pula karakter orang-orang Asia seperti Indonesia dimana akhlak itu sangat penting. Jangan ke orangtua, ke orang yang lebih tua saja, kita dibiasakan untuk memanggil “Kak, Mas, Mbak” atau panggilan lainnya. Tidak boleh menyebut namanya langsung. Ini menunjukkan betapa sopan santun penting. Setelah itu bandingkan keduanya. Bandingkan karakternya. Sangat jelas bedanya bukan? Lalu kenapa bisa terjadi kesenjangan karakter yang sedemikian jauh? Sebab makannya berbeda. Di Indonesia dengan mayoritas Islam yang mengharamkan babi misalnya, jelas karakternya lebih halus, lebih santun dibandingkan dengan daerah yang terbiasa mengonsumsi babi.

Dan ternyata tidak berhenti sampai di situ. Bukan hanya makanan saja yang mempengaruhi, bahkan dari mana makanan itu diperoleh juga harus diperhatikan.

Itu sebabnya dalam memberi makan keluarga misalnya, harus diperhatikan kehalalannya. Sebab bila cara mendapatkannya haram, lalu makanan itu masuk kedalam tubuh dan mendarah daging, perhatikan saja apa yang akan terjadi kemudian.

Intinya, makanan itu memiliki andil dalam karakter manusia. Mungkin itulah kenapa Allah mengharamkan beberapa makanan bagi kita. Sebab sebagai Dzat yang menciptakan, Allah tahu apa yang baik dan buruk untuk kita.

Namun bukan berarti kita menuruti perintah-Nya hanya karena manfaat yang didapat. Seperti tak minum arak karena takut merusak otak. Tetaplah melakukan itu karena tunduk pada-Nya. Persoalan kebaikan yang kemudian kita dapat jadikannya hanya sebagai bonus. Ingat loh, bonus, bukan utama. Yang utama harus karena kita mencari ridho Allah yang salah satu caranya dengan menjauhi larangan-Nya.

Sekian dulu, semoga bermanfaat, Wassalam.

Sumber rujukan:
– Alquran
– Kehidupan Masyarakat

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

Latest News

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu disebut Interferon Alpha 2b Human...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar yang menggembirakan itu datang dari...

Positif COVID-19, Putri Spanyol Meninggal Dunia

SPANYOL (wahidnews.com) – Kabar duka datang dari Kerajaan Spanyol. Putri Kerajaan Spanyol, Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal dunia pada hari kamis tanggal 26 Maret...

Komunitas Muslim di Inggris Bersatu Lawan Virus Corona

London (wahidnews.com) - Wabah virus covid-19 masih melanda negara Inggris. Dalam rangka merespon wabah tersebut, Badan amal Muslim Hands yang berbasis di Nottingham telah...

Popular Post

Selamat Jalan Malaikat Kecilku…

Oleh : Farah RizaTubuh mungil berbungkus kafan putih itu menebar aroma melati. Derai air mata pun membasah di dada kami kala itu. Melepasmu untuk...

Muhasabah : Makna Bertambahnya Usia

Oleh : Ova YantiHari ini, genap sudah usiaku tiga puluh tahun. Merenungi tentang usia, tidak salahlah kalau aku, menghubungkannya dengan hari yang biasa disebut...

Di Balik Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Kali ini kita membahas tentang kalimat, "akan indah pada waktunya". Menulis atau mengucapkan kata-kata merupakan hak yang bebas dilakukan oleh siapapun, tanpa terkecuali. Namun, pernahkah...

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para Wanita

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para WanitaWanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi...

Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Oleh: Pipit Era MartinaMensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat...

More Articles Like This

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com