Musibah; Ujian, Teguran, Peringatan ataukah Adzab?

4
5492
musibah

Oleh :  Newisha Alifa

Sering kali, kita bingung bahkan keliru dalam memaknai musibah atau bencana yang seketika datang menghadang. Akibatnya, kita pun salah juga dalam menyikapi musibah tersebut. Gagal pula mengambil hikmah atau pesan yang hendak Allah sampaikan dibalik masalah yang terjadi.

Sebaiknya kita belajar untuk mengenali perbedaan ujian, teguran bahkan adzab yang datang dalam bentuk musibah atau sesuatu yang tidak mengenakkan pada kehidupan kita.
Berikut ulasan singkat dari penulis …

#

• UJIAN

“Apakah manusia mengira mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan “Kami telah beriman” dan mereka tidak diuji?” (QS. Al-Ankabut : 2)

Ujian datang kepada mereka yang mengaku beriman. Allah mau lihat, seberapa dalam keimanannya, makanya diujilah hamba tersebut.

Bisa dikatakan, ujian yang datang bukan ‘diundang’ oleh dosa atau maksiat. Ia datang bahkan kepada orang yang kelihatannya lurus-lurus saja. Rajin ibadahnya, nggak pernah mengusik orang lain. Semata-mata yaa tadi itu, Allah hendak menguji dan menaikkan level keimanannya menjadi taqwa.

Pasti tahulah yaaa … kisah Nabi Ayyub AS yang diuji dengan sakit kulit dan kemiskinan?

Juga kisah Nabi Yusuf AS yang nggak tahu apa-apa, ehh malah diasingkan sama kakak-kakaknya, bahkan hingga dimasukkan ke dalam sumur?

Yang paling paripurna dan mengharukan (bagi penulis) adalah kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Nabi Ibrahim AS diuji dalam masa penantian panjang akan hadirnya keturunan. Ehhh pas udah lahir putra tercintanya yakni Nabi Ismail AS, diuji lagi dua-duanya sama Allah, dengan perintah berkurban!

Keduanya hamba pilihan Allah!
Lolos ujian dong pastinya! Naik level lagi deh tuh sepasang bapak dan anak di sisi Allah. Ma Syaa Allah!

Belajar dari Ibrahim …
Belajar takwa kepada Allah
Malu pada Bapak para Anbiya, patuh dan taat kepada Allah semata.
Tanpa pernah mengumbar kata-kata.
Jalankan perintah, tanpa banyak bicara.
-Belajar dari Ibrahim, Snada-

• TEGURAN DAN PERINGATAN

Teguran dan peringatan ini menurut penulis saudaraan yaa sebelas dua belas. Kita analogikan saja semisal di sekolah, kampus atau tempat kerja.

#Teguran

Kalo kita bikin salah sekali dua kali, entah disengaja atau nggak, biasanya kita bakal DITEGUR baik-baik sama guru, dosen atau si bos. Dikasih tahu, salahnya dimana. Diingetin, supaya jangan mengulangi kesalahan yang sama lagi.

Ya intinya, teguran itu sifatnya masih baik-baik lah. Lembut. Sebab kesalahan yang dilakukan juga baru sekali terjadi atau mungkin tidak terlalu fatal.

Nabi Muhammad Saw yang segitu sempurnanya bahkan pernah ditegur juga loh sama Allah.

Coba baca QS. Al-An’am : 53 & QS. Al-Kahfi : 27-28.

#Peringatan

Nah, kalo peringatan ini kakaknya si teguran. Dia lebih keras. Masih penulis analogikan sebagai kondisi di lingkungan kita sehari-hari yaa …

Seorang karyawan yang sudah ditegur dilarang nitip absen sama temannya, sampai batas 3x mungkin. Di kali keempat, kemungkinan besar dia akan mendapatkan SP (Surat Peringatan) dari HRD jika yang dilanggar berkaitan dengan kepersonaliaan. Atau kalo di sekolah, istilahnya bakal diurus sama Guru BP.

Sedangkan kalo masalahnya di kerjaan, salah mulu atau gimana gitu, kemungkinan karyawan tersebut akan dimutasi ke bagian lain oleh atasannya.

Bisa juga langsung dapet warning tanpa teguran, jika kesalahan yang dilakukan meskipun baru sekali tapi sudah fatal. Ketahuan malsuin tanda tangan seseorang misalnya?

Dalam aturan Islam, katakanlah langsung dapat peringatan, mana kala yang dilanggar itu langsung zina, mencuri, bahkan membunuh. Walaupun baru sekali, tapi itu udah masuk kategori dosa BESAR.

Pasti tahu kisahnya Nabi Yunus kan?
Yang sempat masuk ke dalam perut ikan paus. Tapi masih diselamatkan oleh Allah.
(QS. Al-Anbiya : 87)

Berdasarkan salah satu sumber yang penulis ketahui, Allah menegur/memperingatkan Nabi Yunus AS, yang marah dan putus asa menghadapi kaumnya, dalam menyampaikan risalah-Nya. Allah kan Maha Melihat, Maha Mengetahui. DIA tahu kapan utusan-Nya sudah total atau belum dalam menyampaikan risalah-Nya.

Belum waktunya menyerah, Nabi Yunus AS sudah angkat tangan. Makanya dikasih warning, tinggal di dalam perut ikan paus deh.


• ADZAB/SIKSAAN/HUKUMAN

Nahhhhhh … ini yang paling horror! Diadzab!
Kalau kita rutin baca Al-Qur’an beserta terjemahannya, pasti deh akan ditemukan banyak kisah diturunkannya adzab atas kaum Nabi-nabi terdahulu.

Adzab kaum Nabi Nuh AS, Nabi Musa AS, Nabi Luth AS, Nabi Syu’aib AS dan lain-lain.

Yang paling terkenal itu yaa adzab yang ditimpakan ke kaumnya Nabi Nuh AS berupa banjir besar dan Nabi Luth AS berupa hujan batu!

Ini adzab datang nggak asal gitu aja.
Allah Maha Adil!
Kita nggak akan tiba-tiba dihukum tanpa diberi nasehat, teguran atau peringatan dulu sebelumnya.

Coba dibuka QS. Al-An’am ayat 6 dan 131.
Sok atuh, jangan males buka qur’an plus terjemahannya.

Pada dua ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah tidak akan membinasakan suatu kaum secara zalim, dalam keadaan penduduknya BELUM TAHU! Arti belum tahu di sini adalah, Nabi utusan Allah belum menyampaikan risalah yang dibawanya kepada penduduk atau kaum tersebut. Jadi, penduduknya melakukan kemaksiatan emang karena jahil alias bodoh atau ketidaktahuannya.

Namun kata Allah, kalo suatu kaum nggak mau nurut, Allah gak rugi! Allah disembah nggak disembah, tetap Maha Berkuasa kok. Nggak ngefek buat Allah!

Jadi kalo ada suatu kaum yang sudah diutus seorang Nabi di antara mereka, untuk menyembah Allah, tapi tetap NGEYEL, keras kepala! Gampang kata Allah, akan KU-binasakan saja! Habiskan generasi orang-orang zalim itu, akan digantikan dengan generasi baru yang beriman, yang mau menyembah dan nurut sama aturan Allah.

Singkatnya, kalo sudah dilevel adzab, kita sudah mati kutu tak berdaya lah! Sudah nggak ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Penulis lebih cenderung mengartikannya, bahwa setiap bentuk adzab mesti berakhir pada kematian.

Tolong baca dengan seksama yaa …
Bukan kematian itu berarti adzab, bukan.
Kematian mah sudah pasti dari sananya.

Tapi yang namanya adzab itu berarti kita udah the end!
Udah is dead!
Udah game over!
Udah kelar, tamat.

Pernah nonton kan dulu tayangan TV bertajuk “Rahasia Illahi”???

Kalo si pendosanya bikin maksiat tersebut sampai dia tiba-tiba mati, tewas terus ‘terjadi sesuatu’ sama proses sakaratul maut dan seterusnya, itu namanya adzab.

Tapi kalo si pendosanya ketabrak, koma terus hidup lagi, itu namanya peringatan. Karena dalam hidup yang Allah berikan, di dalamnya selalu terdapat kesempatan untuk memperbaiki diri 🙂

Pun kalo kita merunut ke sejarah para Nabi, adzab memang begitu prosesnya. Kaum yang membangkang, yaudah langsung dibinasakan, tanpa sisa alias binasa!

Itu pula yang terjadi dengan Kaum Nabi Luth AS. Sampai diturunin malaikat dulu itu untuk membuktikan bahwa kaum Nabi Luth sudah akut banget dah durhakanya! (QS. Al-Qamar : 33-40)

#

Hmmmm …
That’s why …
Kalo ada yang bertanya, negeri ini sedang ada di tahap yang mana? penulis lebih mengartikan semua yang terjadi sebagai teguran atau peringatan.
Sebab satu sama lain, kita masih dikasih waktu untuk mikir.

Namun jika menilik sejarah, tidak menutup kemungkinan bahwa ada beberapa kejadian di negeri ini yang memang mengarah ke poin adzab. Ada kejadian di beberapa daerah, dari terbelahnya gunung, merajalelanya air entah itu disebabkan oleh jebolnya tanggul, tsunami dan lain-lain, bencana-bencana tersebut DIAWALI dengan aktifitas maksiat di sekitar daerah tersebut.

Tidak semua penduduknya melakukan maksiat, tapi misalkan kita pede nih nggak ngelakuin maksiat, tapi masa bodo sama pelaku maksiat di sekitar kita. Yaaa … jangan kaget-kaget amat kalo suatu saat kita kebagian ‘getah’nya juga.

Itu pentingnya memilih lingkungan yang sehat. Kalo betah tinggal di sekitar area lokalisasi, yaaa jangan kaget, kalo suatu saat kena peringatan atau adzab-Nya juga.

#

28 Oktober 2015