Mengenal Program dan Perekrutan Ajaran Sesat Gafatar

0
477
gafatar

Oleh : Afdalil Zikri

Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan pemberitaan pembakaran pemukiman pengikut salah satu satu ajaran yang menurut pengamatan MUI, ajaran tersebut termasuk dalam kategori ajaran sesat. Lokasi pembakaran tersebut tepatnya di desa Antibar dan desa Pasir, Mempawah Hilir, Kalimantan Barat. Ajaran tersebut adalah Gerakan Fajar Nusantara atau lebih dikenal dengan nama Gafatar. Gafatar didirikan pada tanggal 14 Agustus 2011 di Jakarta.

Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Soedarmo, sebagaimana dikutip dalam situs www.cnnindonesia.com, menyatakan bahwa Gerakan Fajar Nusantara sebagai organisasi yang tidak sah. Soedarmo mengatakan, pada 2011 silam Gafatar pernah mendaftar ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Saat itu, berdasarkan kajian Ditjen Kesbangpol, Gafatar diprediksi memiliki kaitan negara Negara Islam Indonesia. Sampai saat ini, Kemendagri tidak pernah mengeluarkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) bagi organisasi kemasyarakatan itu.

Gafatar merupakan transformasi dari Al Qiyadah Al Islamiyah dan Komunitas Millah Abraham (Komar) yang menggabungkan tiga konsep ajaran agama menjadi satu yaitu Islam, Nasrani dan Yahudi, yang dikomandoi oleh Ahmad Moshaddeq. Sebelumnya, Ahmad Moshaddeq pernah divonis pidana pada tanggal 23 April 2008 dengan hukuman penjara 4 (empat) tahun karena penistaan agama melalui ajarannya, Al Qiyadah al Islamiyah, dimana ia mengaku sebagai seorang nabi.

Dikutip dari laman Wikipedia, Al Qiyadah Al Islamiyah adalah sebuah aliran kepercayaan di Indonesia yang melakukan sinkretisme ajaran dari Al Quran, Al Kitab Injil dan Yahudi, juga wahyu yang diakui turun kepada pemimpinnya. Aliran ini didirikan oleh Ahmad Moshaddeq alias Abdussalam yang juga menyatakan diri sebagai nabi atau mesias. Wahyu yang diterima Moshaddeq bukan berupa kitab, namun berupa pemahaman yang benar dan aplikatif mengenai ayat-ayat Al Quran, yang menurut pendapat Moshaddeq telah disimpangkan sepanjang sejarah. Al Qiyadah Al Islamiyah ini terbentuk pada tahun 2000 setelah terjadi ketidakcocokan dengan metode pada NII KW IX pimpinan Panji Gumilang.

Ahmad Moshaddeq mendakwahkan pergerakan ini secara terang-terangan. Ia mengaku mendapatkan mimpi setelah melakukan shaum dan tahanuts (kontemplasi) selama 40 puluh hari di Gunung Bunder, Bogor, Jawa Barat, berdasarkan uswah dari Nabi Musa as dan Isa as pada 23 Juli 2007, dan mengaku sebagai Nabi utusan Allah. Melalui mimpi-mimpi itu, semakin menguatkan Moshaddeq atas pengangkatan dirinya sebagai Rasul dan menyesuaikan dengan pemahaman mengenai makna kebangkitan Kristus yang mereka jelaskan kepada pengikutnya.

Ahmad Moshaddeq pada Rapat pengurus lengkap di Cisarua, Bogor, memberikan pengarahan dengan mengatakan, “Suatu hal yang perlu kita cerdasi, Allah bukanlah orang Arab dan Dia (Allah) sangat mengerti apabila manusia beribadah kepada-Nya menggunakan bahasa apapun yang digunakan. Ini merupakan sebuah akidah bersejarah yang aku ungkapkan kepada kalian, pada tanggal 12 September 2009 bersejarah ini. Ini merupakan suatu yang baru dari Al Qiyadah Al Islamiyah kita bergeser menuju Millah Abraham. Kalau nanti orang mempermasalahkan nama yang dipakai maka katakanlah kalian adalah Komunitas Millah Abraham”.

Perubahan nama dari Al Qiyadah Al Islamiyah menjadi Millah Abraham yang selanjutnya berubah nama menjadi Gafatar, maka organisasi ini makin leluasa mengembangkan organisasi di seluruh Indonesia. Dalam penyebarannya, aliran ini memiliki enam fase yaitu, sirran (rahasia), jahran (inklusif), hijrah (berpindah). qital (perang), futuh (kemenangan) dan khilafah (pemimpin). Fase ini mereka yakini bahwa tahap penciptaan alam semesta juga enam masa dan enam tahap penciptaan manusia.

Program dan Perekrutan Gafatar

Gafatar ini dalam menjalan program yang sangat rapi dan terstruktur. Salah satu program mereka adalah dengan menarik simpati masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial, dan hebatnya dengan menggandeng Pemerintah dalam setiap kegiatannya. Program sosial dari Gafatar ini sangat eksis dalam menyerap aspirasi masyarakat melalui kerja bakti, donor darah, pelatihan, dan sebagainya. Namun dalam setiap kegiatannya, mereka memberikan sugesti bahwa musuh mereka itu adalah Republik Indonesia. Mengapa? Karena hukum di RI ini sudah tidak sesuai lagi dengan aturan yang sebenarnya (menurut versi Gafatar) dan ingin merubah RI dengan cara mereka menjadi lebih baik akibat kekecewaan mereka terhadap hukum di Indonesia.

Mengenai perekrutan, Gafatar menyasar orang-orang terdekat atau orang yang baru dikenal melalui komunikasi yang baik dengan menggunakan metode dialog jatuh lawan. Karena Gafatar adalah kelompok orang yang ahli dalam bidang presentasi, ahli multilevel, tetapi produk yang dijual bukan barang, melainkan ‘hukum Tuhan’. Pola perekrutan ini contohnya adalah, seorang yang hobi teknologi, maka mereka memenuhi kebutuhannya dengan teknologi dan setelah target nyaman, maka dimasukkan pelan-pelan ideologi mereka. Intinya, pola perekrutan ini adalah dengan meninjau aspek psikologi yaitu dengan memenuhi apa yang dibutuhkan target mereka. Dan ideologi yang mereka lancarkan adalah tentang wawasan kebangsaan, walaupun mereka dari kalangan Muslim.

Urusan pendanaan Gafatar menggunakan sistem shadaqah, dengan alasan sebagai bukti pembenaran perjuangan yang dilaksanakan saat ini. Shadaqah tidak akan diterima jika tidak cukup ilmu tentang shadaqah. Sistem MLM di sini berlaku yaitu bagi siapa yang dapat mencari kader dalam jumlah tertentu, maka akan mendapat dana operasional. Begitu juga dengan orang yang di bawahnya. Dengan alasan inilah perputaran uang bisa mencapai milyaran rupiah dalam satu bulan, belum lagi dari kegiatan bisnis mereka.


Mengapa Ikut Gafatar?

Menjadi pertanyaan bagi kita mengapa banyak orang mengikuti Gafatar? Menjawab pertanyaan ini, kita tidak  bisa menggambarkan secara jelas karena itu adalah pilihan mereka masing-masing. Namun itu semua bisa dideskripsikan melalui program dan perekrutan Gafatar diantaranya, PERTAMA, pola perekrutan dengan memenuhi kebutuhan psikologi target, yaitu memenuhi apa yang dibutuhkan seperti yang membutuhkan uang disediakan uang, membutuhkan jabatan disediakan jabatan, serta kebutuhan lainnya. Dan dalam perekrutan mereka memakai metode 1 target 5 perekrut. Contoh lain adalah wanita cantik yang merekrut adalah pria ganteng, begitu sebaliknya.

KEDUA, setiap kegiatan yang dilakukan selalu dipublish ke media untuk membentuk opini publik bahwa organisasi ini adalah baik dan dengan hal ini orang tertarik masuk Gafatar.

KETIGA, pola perekrutan dengan sistem MLM, bisa saja ini motif ekonomi. Karena setiap kader yang bisa merekrut beberapa orang akan disediakan dana tertentu untuk kegiatan berikutnya dan begitu juga bagi kader yang baru direkrut dibawahnya.

KEEMPAT, perekrutan lainnya adalah dengan sistem debat jatuh lawan. Bagi pemahaman kita yang kurang tentang agama, sistem ini sangat ampuh. Mereka menggunakan kata “universal” dalam memberikan pemahaman kepada target. Mereka mengajak debat lalu menjatuhkan lawan dengan pemahaman agama lalu perlahan-lahan memasukkan paham kebangsaan yang akhirnya kita bisa mengikuti aliran mereka.

Ajaran Sesat Gafatar

Telah banyak bukti yang menyatakan bahwa ajaran Gafatar adalah sesat. Bukti kesesatan tersebut diantaranya, PERTAMA, ajaran ini melakukan sinkretisme agama menjadi satu yaitu Islam, Nasrani dan Yahudi. Mereka percaya Al Quran, tetapi juga mempercayai Bibel dan Taurat, padahal Al Quran adalah kitab suci terakhir yang di dalamnya telah tercakup ajaran kitab terdahulu.

KEDUA, tidak mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir. Pengikut Gafatar mengakui bahwa generasi setelah Nabi Muhammad SAW adalah Ahmad Moshaddeq, “Ia diakui datang ke dunia sebagai utusan Tuhan”. Dengan pengakuan ini, mereka mengganti syahadat mereka dengan Moshaddeq sebagai nabi mereka dan otomatis juga mereka tidak mengakui Hadits.

KETIGA, mereka mengakui bahwa Islam itu adalah dien, bukan agama. Ibadah-ibadah ritual yang biasa kita lakukan seperti shalat, zakat, puasa, haji dan ibadah lainnya tidak wajib dilaksanakan.

KEEMPAT, ada beberapa kata dalam bahasa Arab yang biasa kita gunakan seperti Assalamu ‘alaikum diganti dengan kata ‘Damai dan sejahtera’.

Itu beberapa hal yang menunjukkan penyimpangan dari ajaran Gafatar. Telah cukup gamblang dijelaskan bahwa Gafatar adalah aliran yang menyimpang dari ajaran Islam. Dengan bukti ini, hendaknya kita sebagai umat Islam harus berhati-hati dan waspada dalam mengenal orang lain. Jangan tertipu akan tipu daya mereka yang berkedok baik dengan kegiatan sosial. Perkuat keyakinan dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT karena dengan mendekatkan diri kepada Allah menutup peluang masuknya paham-paham baru. Berfikir dan berzikir harus dilakukan secara seimbang.

Ingatlah, akidah Islam sudah bersifat tetap. Oleh karena itu, jika ada yang hendak merubah rukun Iman, atau rukun Islam, atau perkara akidah dan ibadah yang tidak ada perselisihan dalam tubuh umat Islam, maka sangat dimungkinkan mereka mengusung faham sesat yang bertentangan dengan Islam. Wallahu a’lam.