Mengapa Niat Begitu Penting?

0
1077
niat

Oleh: Ahmad Yusuf Abdurrohman

Setiap kita melakukan suatu hal, pastilah diawali dengan niat. Tak ada satu perbuatan pun yang tidak diawali dengan niat. Namun, apakah kita sudah tahu bagaimana hakikat niat itu?

Niat itu, adalah tekad yang terucap dalam hati seseorang ketika hendak melakukan sesuatu. Ya… Niat adalah gerakan yang ada dalam hati. Tak ada yang mengetahuinya kecuali diri orang itu sendiri dan tentu saja Allah. Maka, niat itu adalah rahasia seseorang dengan Tuhannya. Terkadang, kita tidak bisa menghukumi niat seseorang. Karena, niat itu memang tidak nampak dan tidak bisa diindra oleh diri ini.

Lalu, apakah kita sudah mengetahui pentingnya sebuah niat dalam sesuatu perbuatan? Marilah kita simak hadits masyhur yang terletak di awal kitab Arba’in susunan Imam Nawawi ini.

Dari Amirul mukminin, Abi Hafsh Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya semua amalan dengan niat. Dan setiap orang tergantung pada niatnya. Barang siapa yang berhijrah karena Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya adalah karena Allah dan rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang diinginkannya, atau wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya adalah untuk apa yang dia hijrah untuknya.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Menurut hadits ini, telah dijelaskan bahwa setiap perbuatan tergantung pada niatnya. Jika diniatkan untuk Allah dan rasul-Nya, maka ia akan mendapatkan ridha dari-Nya. Sedangkan yang mengerjakan sesuatu karena menginginkan dunia, maka ia hanya akan mendapatkan dunia saja.

Itulah mengapa niat sangatlah penting. Jangan sampai kita lelah mengerjakan suatu amalan shalih, namun akhirnya tak mendapatkan pahala disebabkan niat yang ada dalam kalbu salah tempat. Kerjakanlah segala sesuatu karena mengharap ridha-Nya. Jangan mengerjakan amalan hanya untuk dianggap baik di hadapan manusia. Karena, itu hanya akan menjadi amalan yang sia-sia.

Sebagaimana yang kita ketahui, syarat diterimanya ibadah itu ada dua hal. Yaitu, ikhlas dan mengikuti tata cara yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Itulah mengapa, ketika kita mengerjakan sesuatu haruslah ikhlas menyerahkan segala sesuatunya untuk melaksanakan perintah-Nya. Itulah niat. Itulah tekad hati yang harus terukir kuat dalam kalbu sebelum melaksanakan segala sesuatu.

Berniat baiklah selalu untuk senantiasa melakukan kebaikan. Karena, niat baik yang kita azamkan dalam kalbu akan tetap mendapatkan ganjaran dari-Nya. Meskipun belum terealisasikan. Benarkah seperti itu?

Ya, tentu saja. Semua itu telah Rasulullah SAW jelaskan dalam sabdanya, “Barangsiapa yang berniat melakukan kebaikan namun belum melaksanakannya, maka akan dituliskan baginya satu kebaikan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim)

Oleh karena itu, kuatkanlah niatmu. Perbaikilah ia agar senantiasa mengharap ridha dari Allah. Bukan untuk mengharapkan balasan dari manusia atas apa yang dilakukan.

***

Jakarta, 08 Februari 2016