Menangislah, Agar Jangan Menangis!

0
566
menangislah

Oleh: Arnie Syifannisa

Sudah menjadi fitrahnya manusia mudah untuk menangis. Mungkin selama ini menangis selalu identik dengan kaum Hawa. Namun ini berlaku juga untuk kaum Adam. Karena pada dasarnya manusia dimulakan dengan menangis dan akan diakhiri juga dengan menangis.

Seorang bayi yang baru saja lahir pasti akan mengeluarkan tangis. Itulah mengapa manusia dimulakan dengan menangis. Seolah-olah itu senjata baginya. Mengabarkan pada semua yang berada disekitarnya bahwa ia sudah berjayal menghirup udara di dunia ini.

Menangis itu ibadah. Mengapa demikian? Kembali lagi, karena menangis merupakan fitrah manusia, ia bernilai ibadah di sisi Allah. Akan tetapi ada beberapa kriteria yang digolongkan menangis berpahala. Setidaknya beberapa jenis menangis yang menjadikannya sebagai amal ketaatan yaitu menangis karena takut kepada Allah, menangis karena rindu dan cinta kepada Allah, menangis karena kerinduan kepada Rasulullah SAW, serta menangis karena khawatir dan simpati atas nasib umat Islam.

Sungguh setiap penciptaan Allah pasti ada hikmah dan tujuan di baliknya. Menangis ternyata juga merupakan perintah Allah. Sebagaimana tertulis jelas dalam firman-Nya dalam Q.S. Al-Isra’: 109 yang artinya, “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.”

Ayat tersebut dimaksudkan agar manusia menangis karena merasa takut kepada Allah sehingga akan hadir kekhusyukan dalam jiwa-jiwa mereka. Hanya dengan rasa takut seorang hamba dapat seutuhnya menghambakan diri pada Penciptanya. Allah lebih menyukai orang-orang yang berhati lembut serta taat kepada perintah-Nya. Dengan menangis, maka hati yang semula keras lama-kelamaan menjadi lunak.

Saat manusia beranjak dewasa, masa itulah mulai dihadapkan pada situasi yang bermacam-macam. Bagaimana kita diuji untuk menghadapi segala persoalan rumit dalam bermasyarakat. Menjalaninya dengan selalu menebar amal kebaikan. Menjadi seseorang yang selalu dirindukan dan dinantikan keberadaannya. Mempersiapkan bekal untuk hidup kita selanjutnya. Hidup di dunia ini hanyalah bersifat sementara. Dan di dunia inilah kita berlomba-lomba mengumpulkan bekal untuk dibawa pulang nanti.

Menangis akan membuat kita lebih dekat dengan Allah. Coba saja ketika kita hanyut dalam munajat doa kepada-Nya. Tentu akan lebih terasa dekat jika kita bisa menangis memohon ampunan kepada-Nya. Kita berada dalam posisi yang sangat hina. Lemah dan tidak berdaya tanpa kasih sayang dari-Nya. Dan dengan menangis, khusyu’ akan hadir menghampiri kita.

Allah sangat menyukai orang-orang yang meneteskan air mata karena rasa takut kepada-Nya. Allah selalu ingin melihat seberapa besar keimanan dan ketaqwaan yang ada dalam hati kita. Ingin melihat seberapa besar rasa rindu dan cinta yang dimiliki hamba-Nya.

Tidak ada yang mengetahui rahasia maut seseorang. Allah sajalah yang Maha Berkehendak. Oleh karena itu, siapkanlah bekal terbaik sebelum masa itu tiba. Orang yang baik tentu akan selalu dikenang kebaikannya. Ia tidak akan dilupakan oleh sejarah. Paling tidak akan selalu ada orang-orang yang mendoakan kita setelah tiada.

Manusia dimulakan dengan menangis dan diakhiri dengan menangis. Namun jika kita mampu menjadi hamba-Nya yang taat, maka Allah akan mengubah di akhir hidup kita. Akan ada senyum bahagia ketika kita melepas semua anggota keluarga. Pergi kembali menuju kehidupan yang lebih kekal di dalamnya. Yang terpenting dari semuanya ialah menangislah di dunia saja, agar jangan menangis di akhirat.