Memandang Dunia Secara Proporsional

0
291
memandang dunia

Wahidnews, Sebagai seorang muslim tentu kita sering diingatkan bahwa dunia ini hanyalah sementara. Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah berpesan kepada Abdullah bin Umar Rodliyallahu ‘Anhu, sambil memegang pundak iparnya ini:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

“Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau bahkan seperti orang yang sekedar lewat (musafir).” (HR. Al-Bukhari no. 6416)

Bahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al Qur’an banyak menerangkan mengenai hal ini, seperti yang tercantum dalam QS. Al An’am: 32
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”

Dalam ayat lain Allah  Subhanahu Wa Ta’ala menerangkan, Al-Ankabut: 64
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akherat itulah yang sebenar-benarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya”

Juga dijelaskan Allah  Subhanahu Wa Ta’ala dalam QS. Muhammad: 36
“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertaqwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu”.

Tentunya banyak sekali penjelasaan-penjelasan baik yang yang disampaikan Allah  Subhanahu Wa Ta’ala melalui Firman-Nya, maupun hadits-hadits Nabi Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam yang disampaikan melalui sabdanya. Hanya saja, kita sebagai manusia mempunyai sifat lupa dan lengah terhadap diri kita sendiri. Bila dikata jujur sebenarnya kita mengetahui akan dunia yang bersifat fana ini, namun karena ambisi terhadap dunia yang begitu besar, menjadikan hati ini gelap dan menganggap dunia adalah segalanya, merasa harus memiliki apa yang kita inginkan bahkan tanpa tanpa memperhatikan lagi aturan-aturan agama. Hal ini sesui dengan perkataan yang pernah disampaikan oleh Khalifah Ustman Ibnu Affan
همّ الدّنيا ظلمة في القلب وهمّ الأخرة نور في القلب
“Memperhatikan urusan dunia menjadi penggelap dalam hati dan memperhatikan urusan akherat menjadikan cahaya dalam hati”

Walaupun demikian bukan berarti sebagai umat muslim kita harus pasif dan benar-benar tidak memperhatikan urusan dunia, hanya saja dunia kita perlakukan secara proporsional bukan sebagai prioritas utama yang harus dikejar mati-matian. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al Qashash: 77
“Dan carilah apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akherat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmudari (kenikmatan) duniawi”.

Jangan terlalu berambisi mengejar pangkat dan jabatan tinggi di dunia, karena kehidupan abadi adalah kehidupan akherat. Namun seandainya Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kita posisi tersebut maka kita patut mensyukurinya, dan jangan sampai melalaikan kebahagiaan akherat.

Melalui tulisan ini semoga kita diingatkan kembali agar tidak masuk menjadi golongan orang-orang yang lalai.
لايدرك النّائم أنه يحلم إلاّ بعد أن يستيقظ وكذلك الغافل عن الأخرة لا يدرك ما ضيع إلاّ بعد أن يأتية الموت. اللّهمّ لا تجعلنا من الغافلين
“Orang yang tidur tidak akan tahu kalau dirinya sedang bermimpi kecuali setelah bangun, begitu juga orang yang lupa (lalai) akan akherat tidak akan tahu kalau dirinya sedang menyia-nyiakan amal akherat, kecuali setelah datangnya kematian. Yaa Allah jangan jadikan kami orang-orang yang lalai” (Syaikh Sami Al-Musaithir)

Oleh : Sarah Ufaira