Melukis Senyum, Menggambar Cinta

0
435
manfaat senyum

Oleh: Ahmad Yusuf Abdurrohman

Islam adalah agama yang penuh kedamaian. Syariat Islam telah mengajarkan bagaimana caranya berinteraksi. Baik interaksi sesama muslim ataupun interaksi dengan orang yang tak memeluk agama Islam. Itu semua telah Rasulullah SAW ajarkan melalui keseharian beliau.

Segala sesuatu yang Rasulullah SAW kerjakan adalah teladan yang baik untuk kita ikuti karena beliau begitu indah akhlaknya serta budi pekertinya. Jikalau ada orang yang harus kita ikuti setiap hal yang dia lakukan, pasti itulah Rasulullah SAW. Tidak ada kerugian yang akan kita dapatkan ketika mengikuti sunnah-sunnahnya. Sebagaimana dijelaskan oleh Ummul mukminin; Aisyah binti Abu Bakar bahwa akhlak Rasulullah SAW adalah Al Qur’an. Maka, tak mungkin ada keburukan di dalamnya.

Salah satu akhlak mulia yang Rasulullah SAW adalah menebarkan senyuman kepada saudara muslim. Maka tak heran, jika seorang muslim akan senantiasa terlihat senyumannya ketika bertemu dengan saudaranya. Ucapan salam dan jabatan tangan belum lengkap kirranya jika belum ditambah dengan senyuman yang menenangkan.

Mengapa harus senyuman?

Senyuman itu, adalah perbuatan ringan yang hanya perlu sedikit menggerakkan otot wajah kita. Tak bayar, apalagi harus sewa tempat. Senyuman adalah salah satu kebaikan yang begitu mudah dilakukan di mana pun dan kapan pun.

Janganlah meremehkan kebaikan ini walaupun kecil. Karena, Rasulullah SAW pernah berpesan, “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria.” [HR. Muslim]

Ya, janganlah diri ini meremehkan senyuman yang diberikan oleh saudara seiman ketika kita saling bertemu dan bertatap muka. Jikalau kita mengetahui rahasia yang terkandung di dalamnya, niscaya kita tak akan menyiakannya meski hanya sekali. Seutas senyum yang tergambar di wajah kita ketika bertemu dengan saudara muslim bisa bernilai sedekah.

Coba kita simak sebuah hadits berikut ini! Dari Abu Dzar, dia berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” [HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban]

Nah, itulah mengapa jangan sampai diri ini meninggalkan senyuman yang merupakan perbuatan mudah dan tanpa ada kesulitan untuk dilakukan. Maka, mulailah tebar senyumanmu untuk saudara-saudara seiman.

Tahukah kita? Sebuah senyuman yang tulus dari hati yang terdalam akan sampai pula di hati orang yang kau beri senyuman itu. Bahkan, akan menggambar cinta di dalam hatinya untukmu. Kita semua bersaudara, dan rasa saling mencintai karena Allah adalah pondasi utama bagi ukhuwah yang kita jalin ini.

Akhir kata, akan saya sampaikan sebuah syair Arab yang telah diajarkan oleh salah seorang guru saya. “Ibtasim, tabtasim lakad dunyaa. Tersenyumlah, maka dunia akan tersenyum kepadamu.”

Maka… tersenyumlah, Saudaraku.

Jakarta, 18 Februari 2015