25.2 C
Jakarta
Sunday, January 24, 2021

Manusia Bukan Malaikat

Must Read

Antara Banjir Dan Kegagalan Sistem Kapitalisme

Banjir Buah Kegagalan Sistem Kapitalisme Oleh: Devita Deandra (Aktivis Muslimah) Awal tahun 2021 ini di warnai duka dan bencana yang datang...

Golput Meningkat, Demokrasi Menuju Sekarat?

Golput Meningkat, Demokrasi Menuju Sekarat? Oleh : Fani Ratu Rahmani (Aktivis dakwah dan Penulis) Istilah golput atau golongan putih ini sudah...

Kampus Merdeka: Kala Akademisi Tunduk pada Titah Korporasi

Kampus Merdeka: Kala Akademisi Tunduk pada Titah Korporasi Oleh : Ummu Hanan (Aktifis Muslimah) Konsep kampus merdeka memunculkan pro dan kontra....




Oleh: Laila Husna

Sering kita jumpai atau mendengar kerap kali orang-orang berucap dengan dalih kalimat ‘Manusia Bukan Malaikat.’ Kalimat ini akan muncul tatkala dirinya merasa terpojokkan dari suatu kesalahan. Seolah-olah kalimat ini akan menjadi senjata yang bisa diandalkan ketika ia berhadapan dengan suatu persoalan.

“Namanya juga manusia tempat khilaf dan salah. Manusiakan bukan malaikat!”merasa bukan malaikat
Lengkapnya kalimat itulah yang sering keluar dari mulut seseorang. Hingga menjadi suatu kebiasaan yang membuatnya nyaman bersalah. Memang benar, tidak ada yang salah dari kalimat itu. Manusia memang tempat khilaf dan salah, manusia memang bukan malaikat. Kesalahannya adalah tatkala kalimat itu dijadikan tameng atau senjata diri dari perbuatan salah.

Jika setiap kali kita berbuat kesalahan lalu berucap kepada orang yang memberi peringatan dengan kalimat demikian. Lalu kapan kita bisa belajar dari kesalahan? Kesalahan selalu kita bela. Bela kesalahan karena membela diri. Biarlah kalimat itu dipakai oleh orang di luar diri kita, bukan kita yang berucap demikian seolah tak ingin disalahkan.

Memang tidak semua komentar dari orang lain itu benar, tetapi juga tidak semuanya salah. Ambillah baiknya, apalagi itu untuk perbaikan diri kita. Berhentilah membela diri dari kalimat ‘Manusia Bukan Malaikat’. Bukankah kita bisa banyak belajar dari kesalahan?

“Khudzil hikmah wa laa yadhurruka min ayyi wia-in kharajat…” Ambillah mutiara hikmah dan jangan merisaukan kamu dari mana hikmah itu keluar. Bukankah begitu agama kita mengajarkan? Bagaimana bisa kita mengambil ‘mutiara’, jika ajaran-Nya saja kita sangkal dengan dalih ‘manusia bukan malaikat’?

Wallahu a’lam…

0
0
vote
Article Rating

1 COMMENT

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
- Advertisement -

Latest News

Antara Banjir Dan Kegagalan Sistem Kapitalisme

Banjir Buah Kegagalan Sistem Kapitalisme Oleh: Devita Deandra (Aktivis Muslimah) Awal tahun 2021 ini di warnai duka dan bencana yang datang...

More Articles Like This

0 0 vote
Article Rating
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x