Lelah Yang Dicintai Allah

0
1015
memanah

Oleh: Laila Husna 

Lelah adalah suatu hal yang manusiawi. Setiap kita pasti pernah lelah dan merasakan yang namanya kelelahan. Bahkan sempat mengeluhkan kelelahan itu sendiri. Sedikitnya berucap atau mengelak dari suatu hal karena alasan lelah ini. “Aku capek” pendeknya kalimat itulah yang sering terlontar. Melalui tulisan ini, sebenarnya saya sedang menyindir dan mengingatkan diri ini yang masih sering mengeluh dari rasa lelah itu sendiri.

Setiap gerak aktivitas hidup kita pasti akan bertemu dengan rasa lelah. Namun, ada banyak kelelahan-kelelahan kita yang akan mengundang cinta Allah. Kelelahan yang seperti apa itu?

“Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hamba-Nya bersusah-payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal.” (HR. Ad-Dailami).

Lelah karena mencari nafkah itu bisa menghapus dosa yang kita lakukan. Camkan hadis nabi berikut, “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya keterampilan kedua tangannya pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah.” (HR Ahmad).

Masya Allah, lelahnya kita disebabkan oleh aktivitas dunia kitapun Allah menyukainya dan memberikan ampunan-Nya. Tentu kelelahan disebabkan dari mencari nafkah ini adalah untuk mencari nafkah yang halal lagi penuh keikhlasan.

Mengurus keluarga juga adalah kelelahan. Menguras energi dan emosi. Berbagai talenta, karakter, dan tingkah polah yang berbeda di rumah memerlukan penanganan yang berbeda, dan itu melelahkan. Apabila kita merasakan lelah saat mengurus keluarga, maka bersyukurlah karena hal ini pula sangat dicintai Allah.

Menuntut ilmu dan belajar juga adalah kelelahan. Imam Syafi’i pernah berkata, “Apabila kamu tidak tahan lelahnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan.” Lelah menuntut ilmu itu akan berbuah diangkatnya derajat sang penuntut ilmu. Maka jemputlah ilmu, teruslah belajar hingga terkantuk-kantuk. Ikutilah berbagai kajian meski jauh dan mengeluarkan energi. Ilmu itu dijemput, bukan ditunggu.

Teruslah berlari sampai kelelahan itu lelah mengejarmu. Ingatlah apa yang pernah dinasihatkan Umar Bin Khaththab, “Bila kamu merasakan lelahnya berbuat kebaikan. Ingatlah, lelah itu akan hilang dan kebaikannya akan kekal. Dan bila kamu bersenang-senang dalam kemaksiatan. Ingatlah, kesenangannya akan hilang, dan dosanya akan kekal.”

Benarlah apa yang disampaikan oleh Sahabat Rasulullah tersebut, bahwa lelah itu akan hilang. Lelah bisa kita hilangkan dengan istirahat. Terlebih apa yang kita lelahkan itu memperoleh hasil yang diharapkan. Lelah berbuah kebahagiaan dan juga kecintaan Allah. Insya Allah.

Wallahhu a’lam.

(dari berbagai sumber)