Ketika Suamimu Selingkuh

3
433
kamar tkp

Oleh: Anna Jameela 

“Bu, suami saya selingkuh. Apa yang harus saya lakukan?”

“Kamu yakin?”

“Iya, Bu. Saya membaca pesan-pesan mesranya sama wanita lain.”

“Sebagai seorang istri seharusnya kamu tahu, bagaimana cara mengatasi suamimu, karena kamulah orang yang paling dan lebih tahu apa dan siapa dia. Entah itu kekurangannya, atau kelebihannya.”

“Jadi saya harus bagaimana, Bu?”

“Bersikaplah seperti biasa, layani dia sebaik mungkin, anggap kamu tidak tahu apa yang terjadi, jangan memarahinya. Dan berdo’alah semoga Allah menyadarkannya. Semoga dengan demikian dia sadar, atas ijin Allah.”

Dialog antara seorang mahasiswi dan dosen psikologinya saat keduanya bertemu, bicara empat mata.

Selingkuh, satu kata ampuh yang mampu merusak dan meretakkan mahligai rumah tangga. Secara sadar atau pun tidak.

Momok yang begitu menakutkan serta pastinya melukai salah satu pasangan.
Kita ambil satu contoh di atas, seorang istri yang mengeluhkan suaminya yang selingkuh.

Rumah tangga, merupakan sebuah ikatan suci yang Allah halalkan. Bukan tidak mungkin kalau akan ada kerikil-kerikil tajam tatkala menjalaninya. Contoh paling umum adalah orang ketiga.

Banyak sekali istri yang tersedu sedan kala tahu suaminya selingkuh, bahkan dengan berbagai macam ekspresi.
Ada yang menanggapi dengan diam, ada yang marah-marah, histeris, memaki-maki suaminya, sampai ada yang tega membunuh suaminya dan membunuh dirinya sendiri.

Salah satu langkah paling bijak yaitu mempraktekkan apa yang dosen psikolog tadi katakan (red).

Mengapa?

Karena, laki-laki ada satu sosok yang memiliki ego dominan dibandingkan perempuan, mereka ada sosok yang ingin selalu dianggap menang, dipandang hebat, serta selalu berharap dijadikan sebagai sosok pahlawan dalam rumah tangganya.

Apabila hal tersebut tidak mereka dapatkan di rumah, bukan hal mustahil mereka akan mencarinya di luar, karena mereka sadar masih banyak wanita yang bisa serta mau memperlakukan seperti apa yang mereka inginkan. Apabila seorang istri tidak jeli dan tak mampu mengambil peluang ini, maka wanita lain lah yang akan mengambilnya.

Ketika ada seorang lelaki justru merasa nyaman, diperhatikan, disanjung serta diakui kehebatannya oleh wanita lain, maka inilah awal terjadinya perselingkuhan.

Padahal sebagai istri, memanjakan lelaki yang sifat dasarnya memanglah manja, namun tidak dinyatakan secara lugas sebaiknya lebih paham bahwa hal tersebut tetap harus dilakukan.
Seperti sebuah kata-kata bijak; lelaki tetaplah lelaki, mereka tak lebih seperti anak kecil namun bertubuh besar.

Intinya apa, memahami dan menyayangi suami(lelaki dewasa ) sama halnya seperti kita menyanyangi anak-anak kita. Dimanja, dibujuk, diperhatikan, disanjung, kita puji kehebatannya, ditanyakan maunya apa.

Lalu peluang apa yang bisa wanita lain ambil dari sang suami apabila “kebutuhan”nya sebagai lelaki sudah terpenuhi di rumah. Istri lah yang harus lebih pandai mendalami karakter suaminya.

Apabila istri tidak mampu menemukan apa kebutuhan suami, bagaimana ia bisa memenuhi keinginan suaminya?

Selami, baca….
Seperti apa suami kita?

Di luar sana banyak wanita yang siap menggantikan peranmu sebagai istri.
Maka, benahilah diri, perbanyak mohon petunjuk Allah, bersabarlah.

Karena tak ada kebaikan sia-sia di mata Allah. Selama hati ikhlas, tutur santun terjaga, senyum selalu merekah yang demikian itu tak banyak “dijual” di luar. Lakukan di istanamu, layani rajamu.

Sehingga, tak ada lagi judul “Ketika Suamimu Selingkuh”
Karena sudah ada wanita hebat yang menjadi tameng ketika suaminya tidak sedang di rumah.

Do it now or never.

Semoga Allah senantiasa merahmati rumah tangga kita sehingga terhindar dari bahaya godaan setan terlaknat yang bertugas menghancurkan ikatan suci pernikahan.

Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Salam Penuh Cinta