Karena Inilah Manusia Bisa Selamat

0
215
subuh indah

Oleh: Pipit Era Martina

Iman dan takwa, merupakan salah satu benteng yang dapat menyelamatkan manusia dari berbagai macam bencana dan musibah. Dengan meningkatkan volume iman dan takwa dalam kehidupan, maka percayalah, hal itu akan membawa kita kepada kehidupan yang penuh dengan berkah.

Allah SWT berfirman, “Kalau penduduk suatu negeri senantiasa beriman dan bertakwa, niscaya akan Kami bukakan bagi mereka pintu keberkatan dari langit dan bumi, namun apabila mereka mendustakan (ayat-ayat) Kami, maka Kami akan menyiksa mereka karena tingkah laku mereka itu.” (QS. Al-A’raf: 96)

Ketika penduduk suatu kaum mengingkari ketentuan Allah dan Rasul-Nya, maka Allah tiada segan-segan menimpakan adzab kepada setiap individunya. Tidakkah terselip rasa takut pada diri ini?

Jika iman dan takwa mulai melemah, maka segala jenis bentuk Ibadah dan kebaikan kita terhadap Allah SWT akan sirna dalam waktu seketika. Sama halnya jika salah seorang dari kita melakukan satu kesalahan fatal, maka segala bentuk kebaikan di masa lampau akan hilang dan terabaikan. Begitupun sebaliknya, jika dalam satu waktu kita melakukan kebaikan yang bermanfaat dan mampu menggugah hati orang lain, niscaya keburukan dan kesalahan kita di masa lampau perlahan akan hilang dalam pandangan orang.

Tidak dipungkiri, dunia ini penuh dengan segala macam tipu daya dan jenis kemaksiatan. Tak sedikit dari kita yang ikut hanyut dalam buaian maksiat. Namun ketahuilah sahabat, sekali kita terjerumus dalam lubang maksiat, maka semua yang kita perbuat selama ini tiada berarti di mata Illahi. Tak akan pula memberikan berkah dalam kehidupan. Bahkan, semua yang ada di alam ini tiada sudi memberikan manfaat kepadanya. Semoga, kita termasuk orang yang senantiasa terjauh dari godaan maksiat yang memikat dan terus kiat meningkatkan iman serta takwa dalam diri.

Ketahuilah, sesungguhnya keimanan kepada Allah SWT adalah masalah aqidah yang sangat penting untuk diperhatikan dan dikuatkan dalam kehidupan seorang muslim. Kemudian keimanan itu harus dibarengi dengan ketakwaan kepada Allah SWT agar benteng kehidupan kian kokoh, tak mudah runtuh hanya dengan belaian godaan setan. Keimanan seperti inilah yang akan menghantarkan kehidupan kita pada keberkahan. Iman yang membebaskan seseorang untuk menyembah hawa nafsunya sendiri. Iman jugalah yang akan membebaskan kita untuk menyembah dan menuhankan manusia, mensurgakan dunia dan mengindahkan dunia dengan gelimangan maksiat.

Adapun ketakwaan merupakan benteng yang senantiasa melindungi dan menjaga seseorang dari sifat dunia, juga sebagai penawar dari segala macam penyakit yang akan menjerumuskan manusia kepada perbuatan maksiat dan menjauh dari Allah SWT. Bukankah ini yang diajarkan oleh para nabi dan rasul terdahulu kepada semua kaumnya?

Tidakkah cukup pengetahuan bagi kita tentang siksa yang diterima oleh kaum terdahulu, buah dari memusuhi Allah dan Rasul-Nya. Tanpa negosiasi Allah SWT menimpakan azab kepada kaum durhaka sebagai jawaban dan balasan ketika syarat yang diberikan oleh Allah SWT tidak dipenuhi, bahkan dengan terang-terangan dilanggar dan diabaikan.

Nah, mengapa dikatakan keimanan dan ketakwaan ini sebagai landasan? Itu karena dengan adanya iman dan takwa dalam jiwa, maka segala apa yang Allah perintahkan akan merasa enggan jika tidak dijalankan, akan merasa takut bila diingkari. Takut, dengan adanya rasa ini, secara otomatis kehidupan yang dijalani akan penuh dengan sifat kehati-hatian. Menyadari akan mata Allah yang tak pernah terpejam, sehingga segala sesuatunya penuh pertimbangan sebelum bertindak.

Demikian juga mengenai keberkahan, sering kita dengar kalimat tentang hidup yang berkah itu sulit didapatkan. Tahukah kalian bagaimana cara agar keberkahan itu menaungi kita? Bukan, bukan dengan harta yang melimpah, bukan dengan keluarga yang sempurna, bukan dengan jabatan yang tinggi, bukan pula dengan paras yang nyaris sempurna. Belum tentu mereka yang bergelimang harta itu bahagia, justru terkadang dari golongan mereka itulah lahir segala macam problematika kehidupan. Hidup yang penuh dengan berkah itu ialah mereka yang selalu merasa hari-hari yang terlewati itu indah dan bahagia meski berselimut kesederhanaan.

Keberkahan yang lahir dari keimanan dan ketakwaan akan memuliakan dan meninggikan seseorang di hadapan Allah SWT. Mungkin diri perlu sejenak merenungi perihal kehidupan kita dan kehidupan disekitar. Betapa banyaknya cobaan dan ujian yang menimpa kita dan orang-orang di sekitar. Bisa jadi itu semua menjadi sebuah teguran agar selalu dan senantiasa mengingat bahwa perintah Allah tak dapat diganggu gugat. Siksa Allah tak pernah ada negosiasi. Sekali kita ingkar terhadap kewajiban muslim, maka azabnya akan menimpa tidak hanya kepada kita yang mengingkari saja, akan tetapi bisa juga menimpa orang terdekat kita.

Mari kita telusuri ke dalam relung hati ini, sudahkan kita meningkatkan keimanan dan ketakwaan diri pada Illahi? Jika belum, yuk bersama, perlahan tapi pasti. Membenahi diri sembari berbagi, sering-seringlah mengecek keburukan dan kekurangan diri sendiri daripada sibuk mencari kelalaian orang lain. Karena belum tentu mereka lebih buruk daripada kita. Semoga keberkahan senantiasa menyelimuti kehidupan, sehingga bisa menjadi satu pintu untuk menyelamatkan kita dunia dan akhirat.

Lampung, Selasa 16 Februari 2016