Jangan Iri, Bersainglah dengan Sehat!

0
849
jangan suka iri

Oleh : Muntarsih Zakiyya Sakhie

Barangkali sudah tak asing lagi di telinga kita kata-kata ‘iri’. Iri merupakan penyakit qalbu yang bersemayam pada diri seseorang karena perasaan benci, tidak suka, dan terbersit keinginan yang besar untuk dapat menyainginya.

Banyak kasus kriminal yang dilatarbelakangi oleh rasa iri. Bahkan di sekitar kitapun banyak fenomena semacam itu. Antara pemilik toko, pemilik warung, antar teman, antar instansi, dan sebagainya. Sebenarnya, mengapa kita harus menancapkan sifat iri di dada kita? Padahal, jelas-jelas Allah SWT melarang kita saling iri kecuali dalam dua hal yaitu ilmu dan sedekah.

Orang yang mengidap penyakit iri, apalagi yang sudah pada tahap akut, menandakan dirinya jauh dari keimanan. Jauh dari ketakwaanya terhadap Allah SWT. Imannya mengeropos sehingga setan dengan tipu dayanya tidak akan berhenti menggeroggoti hatinya untuk terus mengobarkan api kebencian dan menjatuhkan (dengan berbagai cara) orang yang dianggap lawannya.

Allah sangat membenci orang yang di dalam hatinya terdapat iri. Sungguh sifat iri itu sangat buruk dan masuk kategori akhlak yang tercela. Sifat iri juga sangat membahayakan bagi pelaku dan juga korbannya. Bagi pelaku, dia akan merugi dalam agama, dunia dan akhiratnya. Sebab, banyak dari pelaku iri yang melakukan hal-hal yang merusak citra dan menjatuhkan nama baik korban. Misalnya, membuat cerita palsu, berbohong, memfitnah, menuduh, yang semua itu bertujuan untuk melemahkan korban. Dengan begitu pelaku berharap kesuksesan yang diraih korban akan hancur dan orang tidak akan percaya kepada korban.

Sesungguhnya bersaing secara sehat akan sangat lebih baik. Saling bekerja keras dengan kemampuan serta skill masing-masing dan buktikan bahwa semua orang bisa. Jika ada kawan yang sukses dalam usahanya, janganlah hanya mengandalkan iri dan tidak suka. Sebab, kawan yang sukses tersebut untuk menuju tahap sukses banyak cara yang diusahakannya. Tidak sekedar diam merenung lantas kesuksesan akan datang menghampiri.

Setiap orang yang bekerja keras insya Allah ke depannya akan mendapatkan seperti apa yang diimpikannya. Jika hanya iri tanpa melakukan apa-apa, maka setan akan mengambil celah dalam hati orang tersebut untuk melakukan hal-hal buruk supaya orang lain kehilangan nikmat yang Allah berikan kepadanya.

Wallahu a’lam bish shawwab.