Inilah Rahasia Dibalik Keajaiban ASI

1
308

Oleh : Riska Kencana Putri

Indonesia merupakan salah satu negara yang menerapkan program ASI ekslusif selama enam bulan. Bagi ibu pekerja, disediakan tempat khusus untuk memerah ASI-nya. Ada juga spot khusus ibu menyusui di tempat-tempat umum, seperti stasiun.

Kebijakan ini diambil tidak lain dan tidak bukan karena pemerintah ingin mengajak masyarakat, terutama kaum ibu, untuk memberikan ASI-nya kepada sang buah hati. Karena ternyata, kandungan ASI jauh lebih besar gizinya daripada susu formula. Pemerintah juga melihat ada banyak sekali keuntungan dari menyusui di enam bulan pertama kelahiran bayi. Diantaranya meminimalisir terkena kanker payudara, memperkuat imun tubuh anak, sebagai KB alami, dsb.
Lalu, bagaimana Islam memandang hal tersebut?

Di dalam surat Al Baqarah ayat 233, di sana Allah berfirman, “Para Ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun (berkewajiban) demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum berusia dua tahun) dengan kerelaannya dan perusyawaratan, maka tidak ada dosa bagi keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran yang patut. Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Pada ayat tersebut jelas sekali perintah Allah kepada para ibu untuk menyusukan anak-anak mereka. Tidak hanya selama enam bulan saja, tapi disempurnakan sampai usia dua tahun. Bagaimana jika ASI tidak keluar? Allah tidak akan membebani kita di luar kemampuan kita, di ayat tadi Allah memberikan solusi, jika tidak bisa menyusui sendiri, maka tidak berdosa apabila meminta orang lain untuk menyusui anak kita. Dulu Rasulullah pun pernah punya ibu susu, yaitu Halimatus Sa’diyah. Meski zaman dulu banyak kambing maupun sapi, tetapi tidak ada ayat yang memerintahkan ibu untuk menyusukan anaknya dengan susu kambing ataupun sapi.

Bagaimana dengan wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya?

Banyak fakta di masyarakat yang memilih untuk memberi bayinya susu formula ketimbang ASI. Bukan karena ada masalah dengan ASI-nya, tapi karena enggan untuk menyusui. Seperti di kalangan selebritis misalnya, mereka takut tidak cantik lagi.

Padahal, dalam haditsnya, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tiba-tiba aku melihat para wanita yang payudara-payudara mereka dicabik-cabik ular yang ganas. Maka aku bertanya, ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab, ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.” (HR Al Hakim)

Naudzubillah. Betapa keras siksaan yang Allah berikan kepada mereka yang tidak mau menyusui anak-anaknya tanpa alasan syar’i. Sedangkan alasan syar’I di sini adalah yang berhubungan dengan ketidakmampuan atau dalam keadaan darurat, bisa karena memang ASI tidak keluar, ada masalah dengan bayi atau si ibu, dsb.

Jadi, bisa dikatakan bahwa menyusui hukumnya wajib bagi wanita. Di balik syariat Allah pasti terdapat kebaikan. Di balik wajibnya menyusui, ada manfaat luar biasa yang Allah berikan kepada ibu dan sang buah hati.

Bukankah tiap tetes ASI yang diminum akan bernilai sedekah? Bayangkan saja berapa banyak tetes ASI yang sudah diminum anak-anak kita? Semoga bisa menjadi pahala dan bekal di yaumul akhir sana.