Inilah Manusia Yang Bisa Masuk Surga Dari Pintu Manapun

0
2569
bercadar

Oleh: Aannisah Fauzaania

Sahabat, dalam banyak riwayat dituliskan, kaum wanita adalah kaum yang paling rentan kegoyahannya dalam menjalani kehidupan dunia. Jika baik akhlaknya, ia bisa menjadi seharum bidadari surga, namun jika buruk akhlaknya ia bisa menjadi penduduk neraka yang kekal.

menuju surga

Mengapa Seorang wanita dikatakan bisa menjadi seburuk-buruknya penghuni neraka? Bahkan dalam suatu hadist disebutkan, dari sekian banyak penghuni neraka mayoritasnya adalah wanita. Alasannya, karena dalam diri wanita yang lembut, terdapat begitu banyak celah yang mudah sekali membuat setan menggoyahkan.

Namun dari sisi lain, mengapa dikatakan wanita bisa menjadi seharum bidadari surga? Jawabnya, karena begitu banyak cara pula yang bisa dilakukan oleh wanita untuk mengumpulkan ladang pahala.

Beragam keistimewaan Allah berikan agar seorang wanita bisa dengan mudah menggapai surga untuk dirinya.

Namun dari sisi lain, mengapa dikatakan wanita bisa menjadi seharum bidadari surga? Jawabnya, karena begitu banyak cara pula yang bisa dilakukan oleh wanita untuk mengumpulkan ladang pahala. Beragam keistimewaan Allah berikan agar seorang wanita bisa dengan mudah menggapai surga untuk dirinya.

Dengan menjadi wanita muslimah, misalnya. Seorang perempuan, bermula sejak dilahirkannya ia dari rahim ibunda terkasih telah menjadi permata hati yang membahagiakan kedua orang tua.

Kemudian ketika beranjak remaja hingga dewasa, seorang perempuan akan diajarkan untuk belajar beribadah mengenal sebaik-baik Tuhannya. Ia akan belajar shalat lima waktu, berpuasa, mengaji, menjaga aurat, menjaga diri dari zina, belajar bersabar ketika mulai menghadapi kehidupan yang pelik, belajar mengendalikan diri, dan sebagainya.

Dari poin-poin tersebut, yang orang lain lihat sebagai hal sepele, ternyata hingga saat ini pun tak banyak remaja-remaja putri yang bisa menjalankannya.

Shalat tepat waktu, misalnya. Kebanyakan mungkin menganggapnya sepele, namun ketika telah mencoba sendiri, ternyata untuk melaksanakan lima waktu saja masih begitu banyak godaan datang, apalagi bisa sampai tepat waktu.

Kemudian dari poin menutup aurat. Banyak remaja perempuan kini yang masih begitu ragu dalam kebimbangannya untuk memutuskan berhijab. Banyak yang masih ingin berkutat pada dunia penuh kesenangan yang fana. Padahal kita mengetahui bahwa menutup aurat itu wajib hukumnya.

Meningkat ke fase selanjutnya, ketika perempuan naik tingkat lagi sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya, maka semakin banyaklah ladang pahala yang bisa dikumpulkan. Ketika seorang istri taat pada suami, maka sungguh surga dijanjikan untuknya. Ketika seorang istri membuatkan makanan untuk suami dan anak-anaknya, maka peluh dan lelahnya akan segera diganti Allah dengan ribuan pahala kebaikan.

Masya Allah, begitu istimewanya Allah jadikan seorang wanita, hingga di tiap jenjang hidupnya selalu disediakan cara yang begitu mudah untuk menjadikan diri seharum bidadari. Yang lebih mematrikan motivasi diri, seorang wanita bahkan bisa memasuki surga dari pintu manapun yang ia inginkan jika memenuhi empat kriteria.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, “Masuklah ke surga melalui pintu manapun yang engkau suka.” (HR. Ahmad, dengan sanad shahih)

Empat poin tersebut akan kita analisa maknanya. PERTAMA, shalat lima waktu. Shalat merupakan amalan utama dalam Islam. Amalan yang pertama kali dihisab timbangannya, dan dijadikan sebagai tiang kokohnya agama dalam diri seseorang. Jika ibadah shalat seseorang rusak, maka kemungkinan penyangga keteguhan Islam dalam dirinya pun akan lemah.

Menjaga shalat lima waktu secara istiqomah, tentu saja hal yang penuh dengan godaan. Terkadang ada halangan masih mengantuk ketika akan shalat Shubuh, ada halangan sibuk pekerjaan ketika akan shalat Dzuhur, ada halangan lelah dan kelewat waktu ketika Ashar dan Magrib, dan terakhir halangan mengantuk dan ketiduran ketika akan melaksanakan shalat Isya’. Dalam hal sulitnya menjaga kekonsistenan ini, maka jika seorang muslimah bisa melaksanakan shalat lima waktu secara istiqomah akan beroleh pahala yang besar ukurannya.

“Amal yang akan dihisab pertama kali dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika baik shalatnya, baik pula seluruh amalnya. Jika buruk shalatnya, buruk pula seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi)

KEDUA, berpuasa di bulan Ramadhan. Berpuasa merupakan ibadah yang besar imbalan kebajikannya. Sejak memasuki akil baligh Allah telah memerintahkan kita untuk berpuasa. Selain karena ingin menjalankan perintah Allah, dalam segi ilmiah puasa juga akan meningkatkan kadar kesehatan dalam diri, karena ketika puasa organ-organ pencernaan kita diberikan waktu untuk beristirahat dan memperbaiki sistemnya. Selain itu, dengan berpuasa kita bisa ikut merasakan penderitaan orang-orang yang tengah merasa kelaparan karena tak memiliki makanan, kita bisa menilik diri untuk lebih bersyukur atas nikmat yang telah Allah beri di tiap-tiap perjalanan hari.

Pada bulan Ramadhan, seorang muslimah tentunya ingin pula bisa melaksanakannya secara utuh selama satu bulan, namun karena telah ditakdirkan dalam kodratnya wanita harus melewati masa haidh, masa hamil, melahirkan, dan nifas, maka Allah memberikan keringanan untuk menggantinya di hari lain.

Perintah untuk berpuasa diterangkan Allah dalam Al Qur’an. ”Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi bertaqwa.” (QS. Al Baqarah : 183)

KETIGA, menjaga kemaluannya dari zina. Kebanyakan perempuan remaja kini sangat sulit menjaga poin yang ini. Karena gaya hidup yang terlanjur mewah dan tenggelam dalam kesenangan, ditambah lagi faktor perubahan zaman, sehingga jika tidak mengikuti tren memakai rok mini dikatakan tidak gaul, jika tidak memiliki pacar dikatakan tidak laku. Banyak pengaruh dari luar yang membentuk pola pikir salah dalam mengikuti perkembangan remaja. Padahal Allah telah jelas-jelas membenci zina dan mengharamkannya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)

Sahabat, sebagai muslimah yang baik, sesungguhnya kita harus memiliki rasa malu yang tinggi dalam pembawaan diri. Sehingga para kumbang yang datang tidak serta merta dengan mudahnya bisa mendekati. Lagipula, tidak ada manfaatnya mendekati zina, lebih baik halalkan atau tidak sama sekali.

KEEMPAT, taat kepada suami. Ketika seorang wanita telah diembankan tanggung jawab atasnya pada seorang lelaki yang resmi menjadi suaminya, maka surga miliknya pun ada pada suami. Bagaimana bentuk ketaatannya pada sang penyempurna agama melambangkan keistimewaan dirinya dalam mengharap ridha illahi.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,
قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ
“Pernah ditanyakan kepada Rasulullah SAW, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Dalam Sunan At-Tirmidzi dari Ummu Salamah ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا رَاضٍ عَنْهَا دَخَلَتِ الْجَنَّةَ

“Wanita (istri) mana saja yang meninggal dalam keadaan suaminya ridha kepadanya niscaya ia akan masuk surga.” At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan.”

Allah SWT berfirman yang artinya, “Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Rabbnya.” (QS. Al Qalam : 34)

Sahabat, bayangkan begitu indahnya surga jika seandainya kelak di tiap-tiap sudutnya dipenuhi wanita bumi yang menjelma menjadi bidadari karena ketaatannya kepada Allah SWT. Masya Allah, sahabat, semoga kita termasuk akhwat yang akan bisa memasuki surga dari pintu manapun dengan memenuhi keempat kriteria yang telah disebutkan sebelumnya. Aamiin.