26.6 C
Jakarta
Saturday, December 5, 2020

Inilah Kemenangan yang Justru “Merugikan”

Must Read

Sekolah dibuka awal Semester Genap, Orang Tua bak makan buah simalakama

Sekolah dibuka awal Semester Genap, Orang Tua bak makan buah simalakama Oleh: Bunda Atika. S.Pd (Praktisi Pendidikan di Balikpapan) Menteri Pendidikan dan...

Umumkan Kemerdekaan Papua Barat, Benny Wenda Jadi Presiden Sementara

Umumkan Kebebasan Papua Barat, Benny Wenda Jadi Kepala negara Sementara Benny Wenda, pelopor aksi kebebasan Papua, hendak didaulat jadi Kepala...

Pahami 5 Cara Kerja Uang Maka Anda Akan Menjadi Kaya Raya

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..! Di edisi kali ini saya akan membahas tentang ‘Cara Kerja Uang’. Anda pasti...

Oleh: Aannisah Fauzaania

Sahabat, bagaimana sih arti kemenangan yang sesungguhnya bagi diri? Apakah ketika berhasil menuruti segala kehendak sebagai pembenaran nurani? Atau ketika berhasil memenangkan debat kusir agar tak menjatuhkan nilai diri?

Sahabat, terkadang mengendalikan ego memang menjadi sesuatu yang paling sulit untuk dimahfumi. Sifat ini tentu ada dalam tiap diri manusia. Sifat aktualisasi diri, ingin selalu menang, ingin selalu benar, ingin menjadi yang utama. Jika ingin menuruti nafsu diri, semua kebutuhan memang tak akan ada habisnya.

Jika kita ingin menyelami makna kemenangan diri lebih dalam lagi, maka mari kita telaah sedikit beberapa poin berikut ini.

Ketika kita bertengkar dengan adik atau saudara, kemudian keinginan kita yang berhasil terturut, maka kita terlihat menang. Namun bukankah hubungan dengan adik atau saudara tersebut tak akan menjadi sebaik sebelumnya? Mangkuk yang pecah tak akan bisa kembali tersusun sempurna.

Kalau kita berselisih dengan pimpinan, kemudian kita yang berhasil menang. Meskipun kita terlihat lebih baik di mata yang lain, namun masa depan di perusahaan pasti akan suram karena sulit mendapat kepercayaan.

Kalau kita berselisih dengan rekan di tempat bekerja, meskipun pada akhirnya kita menang, namun nantinya tak akan ada lagi hari-hari menyenangkan dengan kekompakan bersama rekan.

Kalau kita berselisih dengan teman dekat, meskipun kita berhasil menang, namun nantinya kita juga yang akan kehilangan teman. Kehilangan momen yang dibangun bersama indahnya persahabatan.

Bagi yang sudah berumah tangga, kalau kita berselisih dengan pasangan, saling egois, kemudian kita yang berhasil menang, namun pada akhirnya rasa sayang antara keduanya pasti kan berkurang.

Kalau kita berselisih dengan tetangga, kemudian kita yang berhasil menang, mungkin kita merasa senang sebentar, namun pada akhirnya kita sendiri yang akan kehilangan kerukunan dengannya. Kehilangan satu tetangga yang seharusnya bisa menjadi tempat berpegang kala butuh bantuan di saat mendesak.

Sahabat, meskipun tak berlaku mutlak di tiap kesempatan, namun renungan di atas pasti menjadi mayoritas di banyak kasus. Kemenangan diri, sebenarnya tak akan menjadi baik jika melibatkan pesakitan bagi orang lain. Sesungguhnya diri kita menjadi benar-benar menang jika kita telah berhasil mengendalikan ego dan emosi di dalamnya.

Perselisihan, biasanya akan timbul jika salah satu pihak tengah menegur atau mengingatkan pihak lain yang dianggap kurang baik, namun pihak kedua tersebut tak bisa menerima sehingga menjadikan perpecahan antar sesama. Padahal, bukankah jika kita resapi lagi maksud dari pihak pertama sebenarnya baik, mungkin ia hanya ingin mengingatkan, mungkin ia tak ingin kita jatuh dalam kesalahan, lalu mengapa kita tak menerima lantaran khawatir dapat menjatuhkan harga diri? Bukannya seharusnya bersyukur masih ada seorang yang mau dengan baik hati mengingatkan kesalahan?

Tak ada artinya menjadikan tiap sesuatu sebagai bahan perselisihan, karena pada akhirnya yang akan menang dan naik hanya ego, dan yang akan turun adalah citra dan jati diri. Menjadikan jiwa lebih lemah karena tak mampu mengendalikan nafsu buruk dalam amarah.

Astaghfirullahal adzim…

Sahabat, semoga renungan di atas bisa mengingatkan kita untuk terus bermuhasabah diri. Menjadikan kita pribadi yang lebih bijak lagi dalam memaknai kemenangan yang hakiki. Aamiin.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
- Advertisement -

Latest News

Sekolah dibuka awal Semester Genap, Orang Tua bak makan buah simalakama

Sekolah dibuka awal Semester Genap, Orang Tua bak makan buah simalakama Oleh: Bunda Atika. S.Pd (Praktisi Pendidikan di Balikpapan) Menteri Pendidikan dan...

Umumkan Kemerdekaan Papua Barat, Benny Wenda Jadi Presiden Sementara

Umumkan Kebebasan Papua Barat, Benny Wenda Jadi Kepala negara Sementara Benny Wenda, pelopor aksi kebebasan Papua, hendak didaulat jadi Kepala negara sementara Republik West Papua. Perihal...

Pahami 5 Cara Kerja Uang Maka Anda Akan Menjadi Kaya Raya

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..! Di edisi kali ini saya akan membahas tentang ‘Cara Kerja Uang’. Anda pasti senang sekali. Jadi, anda harus mengerti...

Dijemput Petugas Medis, Satu Guru Honorer Warga Ledug Banyumas Positif Covid-19

BANYUMAS – Seseorang warga Desa Ledug, Kecamatan Kembaran dijemput petugas medis. Penderita laki- laki berumur 36 tahun ini dijemput buat menjalani isolasi karena terkonfirmasi...

Murid SD Panambangan Cilongok Dibubarkan Saat Pelajaran Sedang Berlangsung

PURWOKERTO – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Panambamgan pada Senin (23/ 11) pagi masih berjalan. Sesuai instruksi Bupati Banyumas, PTM oleh sekolah- sekolah...

More Articles Like This

0 0 vote
Article Rating
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x