Ini Dia Senjata Paling Ampuh Milik Orang Mukmin

0
1283
menangis karena dosa

Oleh: Ahmad Yusuf Abdurrohman

***

“Adduaa’u silaahul mukmin. Do’a itu, adalah senjata seorang mukmin.”

Mungkin, seringkali kita mendengar ungkapan ini. Ya, ungkapan ini memanglah benar. Jika diibaratkan seorang pasukan yang akan berangkat ke medan peran, doa ibarat pedang yang dengannya seorang mukmin bisa menebas segala masalah yang menghadang jalanan kehidupannya.

Dalam menyusuri jalanan kehidupan yang terkadang berdebu dan terjal, rasa keputusasaan menyelinap dalam kalbu. Nah, saat itu pula do’a menjadi penawar bagi luka yang menganga sebab keputusasaan.

Oleh sebab itu, do’a sangatlah penting bagi kehidupan seorang mukmin. Do’a itu pula yang menjadi perantara seorang hamba untuk berhubungan dengan Tuhannya.

Allah juga telah memerintahkan berdoa dalam beberapa ayat dalam Al Qur’an.
“Dan Tuhan kalian berfirman, ‘Berdo’alah kalian kepadaku, niscaya akan aku kabulkan bagi kalian.” [1]

Maka, berdoalah. Niscaya Allah akan mengabulkan apa yang kita pinta. Karena hanya Allah Yang Maha Mengabulkan Doa, tak ada sekutu baginya.

Namun tahukah kamu, wahai sahabat?
Ada waktu-waktu yang menjadikan doa kita lebih mudah terkabul. Namun, sering kali kita malah mengabaikan waktu-waktu tersebut.

Yang pertama, adalah saat orang lain masih terlelap dalam tidur panjangnya.
Ya, itulah malam hari. Tepatnya, sepertiga malam terakhir. Karena, saat itulah Allah turun ke langit dunia. Ada sebuah hadits yang menjelaskan hal ini.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Rabb (Tuhan) kita turun setiap malam ke langit yang terendah. Yaitu, saat sepertiga malam terakhir. Maka Dia berfirman, “Barangsiapa yang berdo’a kepadaku, maka Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepadaku, maka akan Aku berikan kepadanya. Dan siapa yang meminta ampun kepadaku, maka akan aku ampunkan untuknya.” [2]

Yang kedua adalah waktu di antara adzan dan iqomah.
Banyak orang yang tidak mengetahui waktu istimewa ini. Bahkan, kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan ini. Mengapa begitu? Karena kebanyakan orang malah sibuk berbincang dengan orang yang ada di sebelahnya. Atau malah berangkat ke masjid saat iqomah dikumandangkan.

Rasulullah bersabda, “Do’a itu tidak ditolak antara adzan dan iqomah. Maka, berdo’alah ….” [3]

Waktu yang ketiga adalah ketika sujud. Karena, saat sujud adalah keadaan yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya.

Rasulullah pernah bersabda, “Keberadaan hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah do’a.” [4]

Selain itu, masih ada beberapa waktu yang mustajab untuk berdo’a. Seperti di Hari Jum’at yang ada waktu istimewa untuk memanjatkan do’a. Namun, Rasulullah tidak menjelaskan kapankah waktu mustajab itu. Itulah mengapa, ketika Hari Jum’at kita disunnahkan memperbanyak do’a.
Ada pula kemustajaban berdo’a ketika kita berbuka puasa, dan waktu-waktu tertentu lainnya.

Maka, perbanyaklah do’a. Mintalah hanya kepada-Nya. Mohonlah pertolongan hanya kepada-Nya.
Hanya Allah yang bisa memudahkan langkah-langkah kita di dunia ini hingga selamat menuju surga-Nya. ^^

***

Referensi;

[1] Al Qur’an, Surat Ghafir Ayat 60

[2] Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim

[3] Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad

[4] Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim

***

Jakarta, 01 Februari 2016