Ginjal, Not For Sale!

1
379
ginjal

Oleh : Riska Kencana Putri

Kasus penjualan organ tubuh terutama ginjal makin marak terjadi. Baru-baru ini polisi mengusut kasus penjualan ginjal ilegal. Diantara banyak sekali kasus, hampir 90% adalah motif ekonomi.

Harga ginjal yang ditawarkan sangat menggiurkan. Di black market, ginjal bisa di hargai sampai 1,4 milyar. Di Indonesia sendiri, harga satu ginjal berkisar 70-550 juta, bahkan bisa lebih. Dengan harga yang sedemikian fantastis, tak ayal membuat masyarakat melihat ini sebagai solusi praktis dan tercepat untuk mengatasi masalah ekonomi mereka. Ada yang untuk pelunasan hutang, bayar sekolah, hingga biaya pengobatan keluarga mereka.

Fenomena tersebut sebetulnya sudah ada sejak dulu, namun tak seramai sekarang. Hal ini membuat miris, demi ekonomi mereka mengorbankan organ tubuhnya. Mungkin ada pendapat yang mengatakan bahwa hidup dengan satu ginjal akan baik-baik saja. Namun, bisakah kita menjamin, kerja satu ginjal tidak akan lebih berat dari sebelumnya?

Ginjal, Bukan Produk Dagangan

Ada satu kampung di Bandung, dimana warganya mayoritas memiliki satu ginjal. Setelah diselidiki oleh pihak berwenang, warga kampung ini banyak yang menjual ginjalnya kepada “calo” dengan imbalan 70-90 juta.

Selain karena memang desakan ekonomi, tidak sedikit juga yang ternyata ingin kaya. Karena mereka melihat “calo” ini bisa hidup sehat meski hanya satu ginjal. Akhirnya mereka berbondong-bondong menjual ginjal demi mendapat penghidupan yang lebih layak. (liputan6.com)

Begitulah, pada sistem yang seperti ini materi dijadikan satu-satunya tujuan, bahkan acuan agar hidup layak. Allah tidak lagi menjadi yang utama di dalam hidup kita. Lagi-lagi nikmat sesaat menjadikan mereka mengacuhkan sabda Nabi SAW, “Memecah tulang orang yang meninggal seperti memecah tulangnya ketika masih hidup.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Memecah orang yang sudah meninggal, yang tidak lagi merasakan sakit saja tidak diperkenankan, apalagi ginjal orang yang masih hidup. Meski mereka masih bisa beraktivitas, tetapi tidak menutup kemungkinan di kemudian hari akan terjadi kegagalan fungsi ginjal. Karena ginjal yang harusnya bekerja berpasangan, harus menanggung beban sendirian. Ini sama saja dengan mendzalimi diri sendiri. Allah melarang hamba-Nya mendzalimi diri mereka sendiri, apalagi demi uang.