Duhai Ibu, Berkata yang Baik Atau Diam

Must Read

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar...

Oleh : Riska Kencana Putri

Menjadi seorang ibu adalah anugerah dari Allah SWT. Di sana ada surga bagi anak-anaknya, juga ada ridha Allah dalam keridhaan seorang ibu. Bahkan dikatakan dalam sebuah hadits, seorang anak dianjurkan berbakti kepada ibunya tiga kali lebih dulu dari ayahnya.

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, keada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu.’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR Bukhari Muslim)

Selain itu, doa seorang ibu bagi anaknya juga merupakan salah satu doa yang langsung menembus langit karena ijabahnya doa mereka.

Duhai Ibu, Hati-Hati Saat Berucap

Memang tidak mudah menjadi seorang ibu dengan kewajiban mengurus rumah tangga dan mendidik anak yang bisa dibilang tidak ada habisnya. Kadang perasaan jengkel dan marah masuk ke dalam hati, kemudian melampiaskannya dengan berkata kasar kepada anak. Padahal yang namanya anak, apalagi yang belum aqil baligh, belum mengerti sepenuhnya.

Anak menangis karena minta sesuatu, sedangkan kita sedang repot, akhirnya amarah tidak bisa tertahan. Akibatnya anak menjadi pelampiasan, ungkapan kata kasar pun muncul. Tak jarang tangan dengan ringanya mendarat di bagian tubuh anak; memukul dan mencubit.

Ada lagi orag tua yang sering memberi cap pada anak, misalnya cap “bandel”, “nakal”, “bodoh”, atau “tidak bisa diatur”. Pelabelan seperti ini akan terukir di hati anak, tertanam kuat di otak dan alam bawah sadar mereka., sehingga dalam perkembangannya mereka akan senantiasa berbuat sesuai cap yang telah diberikan orang tuanya.

Selain cap yang memang bisa menancap kuat di hati mereka, perkataan seorang ibu, apapun itu bisa menjadi doa bagi anak. Islam sangat melarang orangtua menyumpahi anak-anak dan juga diri sendiri, karena kita tidak tahu kapan doa (baik atau buruk) akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Dari Jabir bin Abdullah ra, dia menceritakan bahwa Rasulullah SAW berdabda , “Janganlah kalian menyumpahi diri kalian dan jangan pula menyumpahi anak-anak kalian dan harta kalian, kalian tidak mengetahui saat permintaan (doa) dikabulkan sehingga Allah akan mengabulkan itu.” (HR. Muslim)

Berkata Baik atau Diam

Begitu dahsyatnya perkataan yag dilontarkan oleh ibu seharusnya membuat kita lebih berhati-hati. Bukan tidak mungkin apa yang kita ucapkan akan diijabahi oleh Allah dan membuat kita menyesal di kemudian hari.

Ucapan yang keluar dari lisan ketika sedang marah selalu tidak baik. Bukankah marah itu asalnya dari setan? Karena itulah Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menahan amarah. Jika dalam kondisi berdiri, maka hendaknya ia duduk. Jika belum reda, maka berbaringlah. Jika belum juga reda, maka hendaknya berwudhu dan banyak istighfar. Jika tak kunjung reda, maka shalatlah dua rakaat.

Masih ingatkah kisah Juraij? Juraij adalah seorang ahli ibadah. Ia membangun sendiri tepat untuk ibadanya. Saat ia sedang shalat, ibunya datang memanggil Juraij dari luar, tetapi Juraij tetap meneruskan shalatnya dan mengabaikan panggilan sang ibu. Ini berlangsung selama tiga hari. Dengan kesal sang ibu di hari ketiga berkata, “Ya Allah, janganlah Engkau matikan dia, sehingga ia melihat pelacur!”

Terkabullah doa sang ibu. Juraij kemudian digoda oleh pelacur, tetapi Juraij tetap tidak tergoda. Si pelacur membawa seorang anak dan menfitnah Juraij, mengatakan bahwa anak tersebut adalah hasil hubungannya dengan Juraij. Betapa terkejut dan marahlah warga desa, mereka beramai-ramai menghancurkan rumah ibadah Juraij. Namun, setelah Juraij menunaikan shalat dua rakaat, ia bertanya kepada bayi tersebut, “Siapa bapakmu?” Bayi tersebut –atas ijin Allah- menjawab, “Bapakku adalah seroang penggembala.”

Berbeda lagi kisah seorang ibu yang satu ini. Suatu ketika seorang anak sedang asyik bermain tanah, ibunya sedang menyiapkan jamuan makan untuk tamu sang ayah. Belum juga datang tamu yang dimaksud, anak ini masuk ke dalam dengan membawa segenggam tanah dan menaburkannya ke atas makanan. Dengan marah sang ibu berkata, “Pergi kamu! Biar kamu jadi Imam di Masjid Haram!” Masya Allah, setelah anak itu dewasa, ia benar-benar menjadi imam masjidil Haram. Dia adalah Syaikh Abdurrahman As Sudais.

Dua kisah di atas menjadi pelajaran bagi kita untuk senantiasa menjaga ucapan kita, baik dalam keadaan tenang maupun dalam keadaan marah. Jika kita tidak mampu berucap layaknya ibunda Syaikh Abdurrahman As Sudais, paling tidak jangan kita berdoa seperti doa ibu Juraij. Jadikan setiap kata yang keluar dari mulut seorang ibu sebagai doa kebaikan bagi anak-anaknya.

Previous articleAwas, HOAX!
Next articleHati-Hati Dengan Kredit

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

Latest News

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu disebut Interferon Alpha 2b Human...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar yang menggembirakan itu datang dari...

Positif COVID-19, Putri Spanyol Meninggal Dunia

SPANYOL (wahidnews.com) – Kabar duka datang dari Kerajaan Spanyol. Putri Kerajaan Spanyol, Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal dunia pada hari kamis tanggal 26 Maret...

Komunitas Muslim di Inggris Bersatu Lawan Virus Corona

London (wahidnews.com) - Wabah virus covid-19 masih melanda negara Inggris. Dalam rangka merespon wabah tersebut, Badan amal Muslim Hands yang berbasis di Nottingham telah...

Popular Post

Selamat Jalan Malaikat Kecilku…

Oleh : Farah RizaTubuh mungil berbungkus kafan putih itu menebar aroma melati. Derai air mata pun membasah di dada kami kala itu. Melepasmu untuk...

Muhasabah : Makna Bertambahnya Usia

Oleh : Ova YantiHari ini, genap sudah usiaku tiga puluh tahun. Merenungi tentang usia, tidak salahlah kalau aku, menghubungkannya dengan hari yang biasa disebut...

Di Balik Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Kali ini kita membahas tentang kalimat, "akan indah pada waktunya". Menulis atau mengucapkan kata-kata merupakan hak yang bebas dilakukan oleh siapapun, tanpa terkecuali. Namun, pernahkah...

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para Wanita

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para WanitaWanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi...

Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Oleh: Pipit Era MartinaMensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat...

More Articles Like This

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com