Dikejar Rezeki Seperti Dikejar Maut

0
1036
dikejar rezeki

Oleh: Laila Husna

Beberapa minggu lalu tanpa disadari aku telah menjalankan perintah tersebut. Aku adalah penjual aneka barang di toko online. Beberapa pembeli silih berganti menghampiri, dari minta barang dikirim atau ketemuan alias cod. Sampai sebatas tanya jawab chat kemudian menghilang.

Siang itu selepas adzan zuhur aku mengakhiri obrolanku dengan calon pembeli yang berniat langsung on the way ke tempatku. “Gan, ane dah sampe nih” chatnya muncul setelah aku wudhu dan tinggal melaksanakan shalat zuhur.

Sejenak aku bimbang untuk menjawab apa? Mukena telah kukenakan, sedangkan calon pembeli telah menunggu di pinggiran jalan di bawah teriknya mentari. “Ping” chatnya kembali menyusul.

“Sorry gan, tunggu sebentar ya. Ane shalat dulu. Tanggung dah wudhu nih!” seketika dengan perasaan lega pesan itu kukirim lalu kutinggal shalat.

Setibanya di tempat cod, barang yang ia pesan kubawa dan langsung kusampaikan permohonan maafku yang telah membuatnya menunggu.

“Gak pa-pa, Sis,” jawabnya.

“Oh ya, masih ada stock lagi ga, Sis? Sekalian mau beliin teman ane. Kemaren dia sempat pesan kalo ada barangnya mau,” lanjutnya tiba-tiba setelah mengecek kondisi barang.

“Masih.. masih ada..! Mau diambilkan sekalian?” tanggapku antusias.

“Boleh, kalo ane buat jual-jual lagi dikasih harga reseller berapa, Sis?” Percakapan kami terus berlanjut hingga berujung kesepakatan suka sama suka.

Selang dari kejadian itu, aku tersentak ketika membaca BC dari seorang teman di grup whatsapp. BC itu berisi nasihat. Barang siapa yang mengutamakan perintah Allah dari urusan dunianya, maka dunia akan mengejarnya.

Betullah apa yang disampaikan BC itu. Betapa banyak masih kita jumpai pedagang yang menggadaikan waktu shalatnya demi menjaga barang dagangannya yang belum tentu ada pembeli. Atau para pekerja lainnya demi kesibukan kantor melakukan hal yang sama.
Terkadang kita lupa kepada pemberi rezeki karena saking asyiknya mengais rezeki

“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” ( HR Ibnu Hibban No. 1084)

Hadist itulah yang menguatkan nasihat dalam BC yang kubaca. Seketika keyakinanku meyakini bahwa kejadian yang kutemui beberapa waktu lalu. Adalah berkat balasan dari Allah karena pilihanku yang lebih mendahulukan panggilan Allah daripada panggilan pembeli. Semula pembeli bermaksud membeli untuk dirinya, lalu untuk temannya, hingga Allah yang menggerakan hatinya untuk bergabung menjadi resellerku. Alhamdulillah…

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang selalu bertakwa. Aamiin.

Wallahu a’lam