Bolehkah Kita Mengucapkan “Gong Xi Fa Cai” ?

Must Read

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar...

WahidNews, Menjelang perayaan tahun baru Imlek, biasanya terdapat banyak hiasan di mall-mall yang didominasi warna merah dan ada ucapan Selamat Tahun Baru Imlek. Tidak hanya di mall-mall, di televisi pun nuansa tahun baru imlek juga terasa. Para pembawa acara di TV sering mengucapkan “Gong Xi Fa Cai” dalam rangka memberikan ucapan selamat tahun baru Imlek.

Perlu diketahui bahwa Imlek adalah peringatan tahun baru untuk orang-orang Tiong Hoa. Imlek merupakan hari raya agama Kong Hu Cu dan di dalam Imlek juga terdapat kegiatan bakar kemenyan atau dupa dan acara sembahyang.

Karena Imlek merupakan hari raya keagamaan, maka jika kita ikut merayakan hari raya Imlek dan mengucapkan “Gong Xi Fa Cai” berarti haram hukumnya, seperti halnya keharaman ikut merayakan dan mengucapkan Selamat Natal.

Dengan mengucapkan selamat kepada mereka pada saat perayaan hari raya mereka, berarti kita mendukung dan menyetujui hari raya tersebut. Dan menunjukkan bahwa kita setuju dengan agama mereka. Inilah salah satu pintu kekafiran yang wajib kita jauhi.

Mengapa kita diharamkan untuk ikut merayakan hari raya agama lain? Mari kita perhatikan dalil-dalil berikut ini :

Pertama: Allah SWT berfirman,
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا
“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al-Furqan: 72)

Ayat tersebut membicarakan tentang sifat-sifat “Ibadurrahman”  (Hamba Allah). Dan salah satu sifat ”Ibadurrahman” adalah “La yasyhaduuna Az Zuur”. Di dalam kitab tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa menurut Abul Aliyah, Thawus, Ibnu Siirin, Dhohhak dan  Rabi’ bin Anas, yang dimaksud dari kata “La Yasyhaduuna Az-zur” adalah menghadiri hari-hari raya orang musyrik. Itu berarti diantara sifat Ibadurrahman adalah tidak menghadiri hari raya orang kafir dan musyrik.

Kedua: Ikut merayakan hari raya orang kafir adalah bentuk tasyabbuh yang nyata. Karena rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan kaum tersebut.” (HR Abu Daud).

Ketiga: Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah di dalam kitab “Ahkamu Ahlidz Dzimmah” berkata, “Tidak boleh bagi umat Islam mengahadiri hari raya orang kafir. Hal ini merupakan kesepakatan Ahlul Ilmi yang mana mereka pakar di dalam masalah tersebut”.

Dalam kitab tersebut Ibnl Qayyim AL Jauziyyah menukil atsar dari Umar bin Khattab yang diriwayatkan oleh AL Baihaqi, beliau berkata, “Janganlah kalian bertamu kepada orang musyrik di tempat-tempat peribadatan mereka di hari raya mereka. Karena pada saat itu murka turun kepada mereka.”

Selain itu beliau juga menukil atsar dari Abdullah bin Amru bin Ash, beliau berkata, “Barangsiapa yang melewati negeri asing kemudian dia ikut merayakan hari raya Nairuz dan Mahrajan (hari raya orang kafir) dan menyerupai mereka hingga dia meninggal, maka dia akan dibangkitkan bersama orang kafir pada hari kiamat.” (Ahkam Ahludz Dzimmah 723-724).

Di halaman lain dalam kitabnya tersebut, Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah juga mengomentari tentang ucapan selamat terhadap syiar agama lain dengan berkata, “Adapun memberikan ucapan selamat terhadap syiar-syiar kekufuran yang identik dengan mereka, maka hal ini terlarang berdasarkan kesepakatan para ulama. Seperti memberikan ucapan selamat kepada mereka pada hari-hari raya mereka dan hari puasa mereka..” (Ahkamu Ahlidz Dzimmah 144)

Dari semua keterangan di atas kita bisa menyimpulkan bahwa menghadiri, ikut merayakan dan mengucapkan selamat hari raya agama lain adalah HARAM. Karena terdapat unsur tasyabbuh, bentuk kecintaan kepada orang kafir dan agama mereka, serta tidak menutup kemungkinan seseorang bisa terjerumus kepada peribadatan kepada selain Allah SWT. Naudzubillah. (ilham)

Referensi :
Ibnu Qayyim Al Jauziyyah, Ahkamu Ahlidz Dzimmah

0
0
vote
Article Rating

1 COMMENT

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Latest News

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu disebut Interferon Alpha 2b Human...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar yang menggembirakan itu datang dari...

Positif COVID-19, Putri Spanyol Meninggal Dunia

SPANYOL (wahidnews.com) – Kabar duka datang dari Kerajaan Spanyol. Putri Kerajaan Spanyol, Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal dunia pada hari kamis tanggal 26 Maret...

Komunitas Muslim di Inggris Bersatu Lawan Virus Corona

London (wahidnews.com) - Wabah virus covid-19 masih melanda negara Inggris. Dalam rangka merespon wabah tersebut, Badan amal Muslim Hands yang berbasis di Nottingham telah...

Popular Post

Selamat Jalan Malaikat Kecilku…

Oleh : Farah RizaTubuh mungil berbungkus kafan putih itu menebar aroma melati. Derai air mata pun membasah di dada kami kala itu. Melepasmu untuk...

Muhasabah : Makna Bertambahnya Usia

Oleh : Ova YantiHari ini, genap sudah usiaku tiga puluh tahun. Merenungi tentang usia, tidak salahlah kalau aku, menghubungkannya dengan hari yang biasa disebut...

Di Balik Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Kali ini kita membahas tentang kalimat, "akan indah pada waktunya". Menulis atau mengucapkan kata-kata merupakan hak yang bebas dilakukan oleh siapapun, tanpa terkecuali. Namun, pernahkah...

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para Wanita

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para WanitaWanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi...

Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Oleh: Pipit Era MartinaMensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat...

More Articles Like This

0 0 vote
Article Rating
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x